Berita
Selasa, 27 Oktober 2020 | 19:02 WIB
PMK 153/2020
Selasa, 27 Oktober 2020 | 17:37 WIB
KOMITE STABILITAS SISTEM KEUANGAN
Selasa, 27 Oktober 2020 | 17:30 WIB
UU CIPTA KERJA
Selasa, 27 Oktober 2020 | 16:05 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Review
Rabu, 21 Oktober 2020 | 14:14 WIB
KONSULTASI PAJAK
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 17:13 WIB
ANALISIS PAJAK
Rabu, 14 Oktober 2020 | 14:17 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 07 Oktober 2020 | 14:17 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Selasa, 27 Oktober 2020 | 15:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 26 Oktober 2020 | 16:41 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 26 Oktober 2020 | 16:15 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 26 Oktober 2020 | 16:10 WIB
PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH (1)
Data & Alat
Selasa, 27 Oktober 2020 | 17:06 WIB
STATISTIK PAJAK DIGITAL
Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:02 WIB
STATISTIK SISTEM PAJAK
Rabu, 21 Oktober 2020 | 09:24 WIB
KURS PAJAK 21 OKTOBER - 27 OKTOBER 2020
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 15:24 WIB
MATRIKS AREA KEBIJAKAN
Komunitas
Selasa, 27 Oktober 2020 | 14:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Selasa, 27 Oktober 2020 | 09:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Senin, 26 Oktober 2020 | 19:22 WIB
AGENDA PAJAK
Senin, 26 Oktober 2020 | 14:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Reportase

Apa Itu Pemusatan Tempat PPN Terutang?

A+
A-
4
A+
A-
4
Apa Itu Pemusatan Tempat PPN Terutang?

DIRJEN Pajak pada 25 Juni 2020 menetapkan Peraturan Dirjen Pajak No.PER-11/PJ/2020 tentang Penetapan Satu Tempat atau Lebih sebagai Tempat Pemusatan Pajak Pertambahan Nilai Terutang. Beleid ini menggantikan beleid terdahulu, Peraturan Dirjen Pajak No. PER-19/PJ/2010.

Penggantian aturan tersebut ditujukan untuk memberikan kemudahan administrasi bagi Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang melakukan pemusatan tempat pajak pertambahan nilai (PPN) terutang. Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan pemusatan tempat PPN terutang?

Definisi
BERDASARKAN penjelasan Ditjen Pajak (DJP) dalam laman resminya, pemusatan PPN atau sentralisasi PPN berarti melakukan pemusatan tempat penerbitan dan pengkreditan faktur pajak. Tempat yang dipilih sebagai pemusatan juga berfungsi sebagai tempat pelaporan SPT masa PPN.

Baca Juga: Apa Itu Global Taxation?

Sementara itu, berdasarkan Pasal 1 angka 5 Peraturan Dirjen Pajak No.PER-11/PJ/2020, tempat pemusatan PPN terutang adalah tempat tinggal atau tempat kedudukan dan/atau tempat kegiatan usaha yang dipilih sebagai tempat pemusatan PPN terutang.

Latar belakang munculnya pemusatan PPN ini adalah adanya pengusaha kena pajak (PKP) yang memiliki banyak cabang. Untuk menyederhanakan proses pemenuhan kewajiban pajaknya, DJP memperkenankan PKP tersebut melakukan pemusatan PPN atau sentralisasi PPN.

Pemusatan PPN dinilai dapat menyederhanakan karena PKP itu dikecualikan dari ketentuan Pasal 12 UU PPN. Berdasarkan penjelasan Pasal 12 UU PPN, PKP orang pribadi terutang pajak di tempat kegiatan usaha, sementara PKP badan terutang di tempat kedudukan dan tempat kegiatan usaha.

Baca Juga: Apa Itu Industri Pionir dalam Tax Holiday?

Selanjutnya, apabila PKP tersebut mempunyai satu atau lebih tempat kegiatan usaha di luar tempat tinggal atau tempat kedudukannya, maka setiap tempat tersebut merupakan tempat terutangnya pajak dan PKP itu wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai PKP.

Hal ini berarti orang pribadi atau badan bisa terdaftar sebagai PKP pada lebih dari satu tempat, tergantung lokasi usahanya. Selain itu, pusat dan cabang dianggap sebagai tempat terutang PPN yang berbeda dan terpisah sehingga penyerahan dari pusat ke cabang/antarcabang dikenai PPN.

Ketentuan ini tentu sangat merepotkan bagi PKP yang memiliki banyak cabang. Pasalnya, mereka harus menerbitkan faktur dan melaporkan SPT Masa PPN untuk setiap cabang. Untuk mengatasi persoalan tersebut, DJP memberikan kemudahan melalui mekanisme pemusatan pelaporan PPN.

Baca Juga: 5 Area Risiko Pengadaan Barang dan Jasa pada Masa Pandemi versi BPKP

Adanya pemusatan PPN ini membuat tiap cabang tidak perlu menerbitkan faktur pajak atas setiap transaksi. Pasalnya, transaksi penyerahan dalam satu perusahaan seperti dari pusat ke cabang atau antarcabang dianggap sebagai satu kesatuan.

Hal ini berarti dengan melakukan pemusatan tempat PPN terutang, setiap unit usaha baik pusat maupun cabang merupakan satu kesatuan entitas, sehingga setiap penyerahan yang dilakukan antarunit merupakan satu rangkaian transaksi.

Dengan demikian, penyerahan dari pusat ke cabang atau antarcabang itu tidak dikenai PPN. Pasalnya, berdasarkan Pasal 1A UU PPN penyerahan barang kena pajak (BKP) dari pusat ke cabang/ sebaliknya atau antarcabang termasuk dalam pengertian penyerahan BKP yang berarti terutang PPN.

Baca Juga: Apa Itu BBNKB?

Sementara itu, penyerahan BKP dari pusat ke cabang/sebaliknya atau antarcabang bagi PKP yang melakukan pemusatan tempat pajak terutang tidak termasuk dalam pengertian penyerahan BKP sehingga tidak terutang PPN.

Namun, untuk dapat memanfaatkan kemudahan pemusatan tempat PPN terutang, PKP harus menyampaikan pemberitahuan. Ketentuan terbaru tentang pemusatan PPN ini diatur dalam Peraturan Dirjen Pajak No.PER-11/PJ/2020.

Simpulan
PEMUSATAN PPN adalah pemilihan satu cabang atau lebih oleh PKP sebagai tempat terutangnya PPN. Pemusatan ini bisa memberikan kemudahan administrasi karena hanya tempat yang dipilih sebagai pemusatan PPN yang harus merilis faktur pajak dan yang melaksanakan kewajiban PPN.

Baca Juga: Mulai Hari Ini, Pelaporan SPT dengan Upload CSV di DJP Online Ditutup

Dengan pemusatan tempat PPN terutang, beban administrasi PKP dapat berkurang karena penyerahan akan terutang dan faktur pajak hanya akan diterbitkan jika terjadi penyerahan barang dan/atau jasa dengan pihak lain. (Bsi)

Topik : pemusatan PPN, pemusatan PPN terutang, PKP, kamus pajak
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

TEGUH KASWANTO

Kamis, 02 Juli 2020 | 09:14 WIB
Mohon pencerahannya, jika perusahaan yang bergerak di bidang yang PPN nya dibebaskan, apakah tetap perlu menyampaikan surat pemberitahuan kepada Ditjen Pajak, walaupun semua penghasilan diperoleh dari cabang (berdasarkan lokasi), sedangkan pencatatan semua transaksi dipusatkan menjadi satu di kanto ... Baca lebih lanjut
1
artikel terkait
Rabu, 07 Oktober 2020 | 10:48 WIB
E-FAKTUR 3.0
Selasa, 06 Oktober 2020 | 16:24 WIB
UU CIPTA KERJA
Senin, 05 Oktober 2020 | 18:13 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 02 Oktober 2020 | 18:16 WIB
KAMUS PAJAK
berita pilihan
Selasa, 27 Oktober 2020 | 19:02 WIB
PMK 153/2020
Selasa, 27 Oktober 2020 | 17:37 WIB
KOMITE STABILITAS SISTEM KEUANGAN
Selasa, 27 Oktober 2020 | 17:30 WIB
UU CIPTA KERJA
Selasa, 27 Oktober 2020 | 17:06 WIB
STATISTIK PAJAK DIGITAL
Selasa, 27 Oktober 2020 | 16:05 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Selasa, 27 Oktober 2020 | 16:00 WIB
FASILITAS PERPAJAKAN
Selasa, 27 Oktober 2020 | 15:40 WIB
PEMERIKSAAN KEUANGAN NEGARA
Selasa, 27 Oktober 2020 | 15:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 27 Oktober 2020 | 15:22 WIB
ARAB SAUDI