Fokus
Data & Alat
Selasa, 24 Mei 2022 | 20:00 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Reportase
Perpajakan ID

Agar Tidak Jadi Masalah, Pengusaha Diminta Jangan Cabut Tapping Box

A+
A-
1
A+
A-
1
Agar Tidak Jadi Masalah, Pengusaha Diminta Jangan Cabut Tapping Box

Ilustrasi.

SALATIGA, DDTCNews - Pemkot Salatiga, Jawa Tengah mengimbau pemilik usaha untuk selalu mengaktifkan alat perekam transaksi atau tapping box saat menjalankan bisnis.

Wali Kota Salatiga Yulianto mengatakan alat tapping box sangat penting dalam pengawasan pajak daerah yang dipungut dari konsumen. Untuk itu, pelaku usaha yang menyetorkan pajak diminta tidak melepaskan alat yang sudah dipasang pemkot.

"Saya imbau setiap wajib pajak untuk tidak melepas tapping box dari tempatnya. Karena ini bisa sebagai bukti saat adanya penerimaan pajak di sana sehingga tidak menjadi masalah di kemudian hari," katanya dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng, Kamis (16/12/2021).

Baca Juga: Tanda Pengenal Wajib Pajak Pakai NIK, NPWP Bakal Dihapus Bertahap

Yulianto menyampaikan alat tapping box berperan penting untuk mengamankan pendapatan asli daerah (PAD) selama masa pandemi Covid-19. Pemkot telah memasang alat perekam transaksi sejak 2018 untuk menghitung beban pajak yang disetor pelaku usaha.

Dia menegaskan pajak dari pelaku usaha berbasis jasa seperti hotel dan restoran tidak menjadi beban pengusaha. Pungutan dipungut terhadap konsumen yang menginap atau mengunjungi restoran yang ada di wilayah Kota Salatiga.

"Pendapatan dari para pedagang tidak akan kita utak-atik. Pajak itu kita tarik dari mereka (konsumen) atau wisatawan yang membelanjakan uangnya di Salatiga. Uangnya untuk kesejahteraan warga dan mempercepat pembangunan kota," ujarnya.

Baca Juga: Sengketa PPN Perbedaan Waktu Pengakuan Transaksi Pembelian

Wali kota menambahkan kinerja penerimaan pajak daerah tidak mengalami penurunan pada tahun ini. Realisasi penerimaan juga sudah lebih dari 90% dan akan terus ditingkatkan sampai dengan tutup tahun fiskal 2021.

"Penerimaan pajak dari awal tahun 2021 sampai November 2021 adalah Rp58,30 miliar atau baru 96,58% dari target yang telah ditetapkan dalam APBD Kota Salatiga tahun 2021. Ini akan terus kita genjot," sebut Yulianto. (rig)

Baca Juga: Omzet UMKM di Bawah PTKP Rp500 Juta, Perlu Laporan Bulanan ke DJP?
Topik : kota salatiga, pajak, tapping box, pendapatan asli daerah, pajak daerah

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Jum'at, 27 Mei 2022 | 09:00 WIB
KABUPATEN KOTAWIRINGIN TIMUR

Pemda Luncurkan Aplikasi Smart Tax, Warga Pelosok Gampang Bayar Pajak

Jum'at, 27 Mei 2022 | 08:32 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Update Daftar Wajib Pajak Prioritas Pengawasan Tiap Kuartal

Kamis, 26 Mei 2022 | 15:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

DJP: Ikut PPS, Wajib Pajak Terbebas Sanksi dan Dapat Perlindungan Data

berita pilihan

Jum'at, 27 Mei 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Tanda Pengenal Wajib Pajak Pakai NIK, NPWP Bakal Dihapus Bertahap

Jum'at, 27 Mei 2022 | 17:54 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa PPN Perbedaan Waktu Pengakuan Transaksi Pembelian

Jum'at, 27 Mei 2022 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Omzet Rp500 Juta Tak Kena Pajak, DJP: Bukan untuk UMKM WP Badan

Jum'at, 27 Mei 2022 | 17:00 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Surat Tanggapan dalam Proses Gugatan Pajak?

Jum'at, 27 Mei 2022 | 16:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Sudah Ikut PPS, Gubernur Ajak Warganya Juga Ungkapkan Hartanya

Jum'at, 27 Mei 2022 | 15:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

DJP Leburkan Kegiatan Pemeriksaan & Pengawasan, Ternyata Ini Tujuannya

Jum'at, 27 Mei 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK

Tata Cara Pembatalan Faktur Pajak di e-Faktur 3.2

Jum'at, 27 Mei 2022 | 14:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Restitusi Pajak Diprediksi Meningkat, DJP: Berkat Tingginya Impor