Review
Rabu, 20 Januari 2021 | 14:18 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 19 Januari 2021 | 09:24 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 13 Januari 2021 | 15:23 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 12 Januari 2021 | 12:27 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 22 Januari 2021 | 17:58 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 22 Januari 2021 | 16:45 WIB
PROFIL PAJAK KOTA BOGOR
Jum'at, 22 Januari 2021 | 15:47 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 20 Januari 2021 | 16:43 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 20 JANUARI - 26 JANUARI 2021
Senin, 18 Januari 2021 | 09:10 WIB
STATISTIK PAJAK KONSUMSI
Rabu, 13 Januari 2021 | 17:05 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Wah, 230 Jenis Obat-Obatan Ini Kini Bebas PPN

A+
A-
0
A+
A-
0
Wah, 230 Jenis Obat-Obatan Ini Kini Bebas PPN

Ilustrasi. (DDTCNews)

MANILA, DDTCNews—Otoritas pajak Filipina (Bureau of Internal Revenue/BIR) telah merilis ratusan nama obat generik yang bisa mendapat pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN).

Komisaris BIR Caesar Dulay menyatakan pemerintah menerbitkan Peraturan Pendapatan Negara No. 23/2020 untuk menyederhanakan proses pengajuan pembebasan PPN pada obat-obatan generik.

"Obat yang bebas PPN 12% tersebut berdasarkan pada daftar yang diserahkan Departemen Kesehatan kepada BIR. Kami harap harga obat bisa semakin murah," bunyi pernyataan BIR, Kamis (16/7/2020).

Baca Juga: 2021 Masih Pandemi, Ini Permintaan Pengusaha Ekspedisi

Obat generik yang mendapat pembebasan PPN mencapai 230 jenis. Obat-obatan tersebut sebelumnya tidak termasuk dalam daftar obat yang dikecualikan dari PPN berdasarkan Undang-undang No. 11467.

Obat-obatan bebas PPN itu misalnya untuk pengobatan diabetes, kolesterol tinggi, dan hipertensi. Menurut BIR, pembebasan pajak dimulai untuk pembelian yang dilakukan 27 Januari lalu.

Peraturan Pendapatan Negara No. 23/2020 mengatur produsen, importir, maupun distributor obat generik bisa mendapat pembebasan PPN setelah mengajukan permohonan kepada otoritas yang mengatur masukan barang ke dalam negeri (Authority to Release Imported Goods/ATRIG) di Manila.

Baca Juga: Otoritas Sebut Aturan Cukai Etil Alkohol Bakal Kembali Diperketat

BIR juga telah mengedarkan daftar obat bebas PPN tersebut ke kantor-kantor regional dan distrik secara nasional agar bisa segera diimplementasikan setelah mengantongi persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Dilansir dari Manila Bulletin, BIR menegaskan pengecualian PPN tersebut tetap terpisah dari diskon 20% yang diberikan negara untuk warga lanjut usia dan penyandang disabilitas dalam membeli obat-obatan dan fasilitas dasar lainnya.

Dengan kata lain, warga lanjut usia dan disabilitas bisa mendapatkan diskon total 32% untuk pembelian obat-obatan. (rig)

Baca Juga: Ini Daftar Negara yang Royal Beri Insentif Pajak untuk Litbang

Topik : filipina, insentif pajak, PPN, obat-obatan, pandemi covid-19, pajak internasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 19 Januari 2021 | 13:28 WIB
KONSULTASI
Selasa, 19 Januari 2021 | 11:30 WIB
NIGERIA
Selasa, 19 Januari 2021 | 10:45 WIB
KONSULTASI
Selasa, 19 Januari 2021 | 10:25 WIB
PRANCIS
berita pilihan
Minggu, 24 Januari 2021 | 06:01 WIB
PROYEKSI APBN
Sabtu, 23 Januari 2021 | 15:01 WIB
AMERIKA SERIKAT
Sabtu, 23 Januari 2021 | 14:01 WIB
KABUPATEN SUMEDANG
Sabtu, 23 Januari 2021 | 13:01 WIB
INSENTIF PAJAK
Sabtu, 23 Januari 2021 | 12:01 WIB
KEBIJAKAN EKONOMI
Sabtu, 23 Januari 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Sabtu, 23 Januari 2021 | 10:01 WIB
ITALIA
Sabtu, 23 Januari 2021 | 09:01 WIB
KOTA PALANGKARAYA
Sabtu, 23 Januari 2021 | 08:01 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN
Sabtu, 23 Januari 2021 | 07:01 WIB
KEPATUHAN PAJAK