Review
Minggu, 09 Agustus 2020 | 09:00 WIB
KEPALA KKP PRATAMA JAKARTA MAMPANG PRAPATAN IWAN SETYASMOKO:
Kamis, 06 Agustus 2020 | 16:26 WIB
TAJUK
Selasa, 04 Agustus 2020 | 09:19 WIB
OPINI PAJAK
Kamis, 30 Juli 2020 | 11:01 WIB
OPINI EKONOMI
Fokus
Literasi
Senin, 10 Agustus 2020 | 17:29 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 10 Agustus 2020 | 16:58 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 10 Agustus 2020 | 16:15 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 10 Agustus 2020 | 14:27 WIB
SISTEM PAJAK
Data & alat
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 15:54 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Rabu, 05 Agustus 2020 | 08:57 WIB
KURS PAJAK 5 AGUSTUS-11 AGUSTUS 2020
Selasa, 04 Agustus 2020 | 16:12 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PERPAJAKAN
Minggu, 02 Agustus 2020 | 16:00 WIB
STATISTIK PAJAK KEKAYAAN
Komunitas
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 14:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 11:15 WIB
IPB ACCOUNTING COMPETITION 2020
Kamis, 06 Agustus 2020 | 18:46 WIB
UNIVERSITAS MULIA
Reportase

Tanggung Kenaikan PPN, Ritel Arab Saudi Berikan Diskon ke Konsumen

A+
A-
0
A+
A-
0
Tanggung Kenaikan PPN, Ritel Arab Saudi Berikan Diskon ke Konsumen

Ilustrasi. (argaam.com)

RIYADH, DDTCNews - Perusahaan ritel Arab Saudi menggelontorkan diskon kepada konsumen dalam rangka mengurangi beban finansial yang ditanggung akibat kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 3 kali lipat dari 5% ke 15%.

Salah satu perusahaan supermarket besar di Arab Saudi, LuLu Group, berkomitmen untuk menanggung PPN yang dibebankan kepada masyarakat dengan jargon marketing 'VAT on us, savings on you'.

"Kami memberikan diskon atas seluruh produk yang tercantum dalam daftar produk di dalam booklet. Ini adalah bentuk kompensasi kami atas meningkatnya tarif PPN yang ditanggung oleh konsumen," kata LuLu Group, Jumat (10/7/2020).

Baca Juga: Ini Ternyata Penyebab Rumah Sakit Belum Manfaatkan Insentif Pajak

Senada, CEO Danube dan BinDawood Ahmad AR mengatakan jaringan toko ritelnya berkomitmen untuk menawarkan harga produk yang kompetitif bagi pelanggannya.

"Strategi kami adalah selalu menjaga harga agar tetap kompetitif. Konsumen memiliki kepercayaan yang tinggi atas produk kami dan pengalaman berbelanja yang kami tawarkan," kata Ahmad.

Ia mengatakan berbelanja akan tetap menjadi prioritas bagi setiap individu dan keluarga. Meski demikian, Ahmad masih belum dapat memastikan bagaimana kenaikan PPN ini akan mengubah tren konsumsi dan gaya berbelanja konsumen.

Baca Juga: Imbas Brexit, Uni Eropa Susun Kebijakan PPN Khusus Irlandia Utara

Langkah 2 perusahaan ritel ini mendapatkan dukungan dari konsumen. Seorang guru di Riyadh Manal Mukhtar mengatakan harga-harga sesungguhnya sudah mengalami kenaikan sebelum tarif PPN resmi naik. Kenaikan PPN ini menyebabkan kekhawatirannya makin bertambah.

"Saya sangat mengapresiasi pemberian diskon tersebut, tetapi saya berharap pemerintah kembali mengucurkan tunjangan ke masyarakat mengingat pembatasan sosial sudah dihentikan. Jika PPN berdampak besar pada masyarakat, tunjangan itu seharusnya dikucurkan kembali," kata Manal.

Mahasiswa di Riyadh bernama Khalid Sultan juga mengapresiasi langkah perusahaan ritel yang mau menanggung lonjakan tarif PPN. Meski demikian, timbul pertanyaan seberapa lama perusahaan tersebut mampu menanggung tarif PPN sebesar 15% tersebut.

Baca Juga: Pendelegasian Wewenang Beri Tax Allowance, Download Aturannya di Sini

"Kalau diskon ini hanya bertahan selama 1 bulan, ini sama saja dengan menunda sesuatu yang tidak terhindarkan. Saya apresiasi itikad baik tersebut, tapi saya yakin ini hanya akan bertahan secara jangka pendek," katanya seperti diberitakan arabnews.com. (Bsi)

Topik : PPN, arab saudi, kenaikan PPN
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 05 Agustus 2020 | 13:26 WIB
ARAB SAUDI
Selasa, 04 Agustus 2020 | 17:42 WIB
PMK 89/2020
Selasa, 04 Agustus 2020 | 17:21 WIB
PMK 89/2020
Selasa, 04 Agustus 2020 | 13:06 WIB
WEBINAR SERIES DDTC
berita pilihan
Selasa, 11 Agustus 2020 | 08:03 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Selasa, 11 Agustus 2020 | 07:30 WIB
INTEGRASI DATA PERPAJAKAN
Selasa, 11 Agustus 2020 | 07:00 WIB
BANTUAN LANGSUNG TUNAI
Selasa, 11 Agustus 2020 | 06:30 WIB
KOTA KENDARI
Selasa, 11 Agustus 2020 | 06:00 WIB
INGGRIS
Senin, 10 Agustus 2020 | 19:03 WIB
BANTUAN SOSIAL
Senin, 10 Agustus 2020 | 17:29 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 10 Agustus 2020 | 17:23 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 10 Agustus 2020 | 17:12 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Senin, 10 Agustus 2020 | 16:58 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI