Fokus
Literasi
Jum'at, 19 Agustus 2022 | 21:14 WIB
PPH FINAL (9)
Jum'at, 19 Agustus 2022 | 17:00 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 19 Agustus 2022 | 15:30 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 17 Agustus 2022 | 12:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Data & Alat
Rabu, 17 Agustus 2022 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 AGUSTUS - 23 AGUSTUS 2022
Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:07 WIB
KURS PAJAK 10 AGUSTUS - 16 AGUSTUS 2022
Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 3 AGUSTUS - 9 AGUSTUS 2022
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KMK 39/2022
Reportase

Sudah Terima Subsidi Gaji? Termin II Ditargetkan Cair Bulan Ini

A+
A-
2
A+
A-
2
Sudah Terima Subsidi Gaji? Termin II Ditargetkan Cair Bulan Ini

Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah menyampaikan penjelasan terkait program subsidi pemerintah kepada pekerja dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Dirut BPJS Ketenagakerjaan dan DPR Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2020). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/aww.

JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah menargetkan penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) atau subsidi gaji termin II untuk pekerja bergaji di bawah Rp5 juta akan dimulai akhir bulan ini.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan kementeriannya mulai mempersiapkan penyaluran subsidi gaji termin II meskipun termin I belum selesai. Namun, dia menyebut penyaluran subsidi gaji termin II baru dimulai setelah Kemenaker mengevaluasi pembayaran termin I.

"Kami targetkan termin II mulai disalurkan pada akhir Oktober 2020 atau paling lambat penyalurannya akan dimulai awal November nanti," katanya dalam keterangan tertulis, dikutip pada Rabu (14/10/2020).

Baca Juga: Perusahaan Ini Minta Insentif Pajak untuk Mobil Listrik Diperpanjang

Pemerintah memberikan bantuan subsidi gaji senilai Rp2,4 juta, tetapi penyalurannya terbagi dalam dua termin dengan masing-masing senilai Rp1,2 juta. Penyaluran subsidi gaji termin I telah dimulai sejak akhir Agustus, sedangkan sisanya akan dibayarkan pada kuartal terakhir 2020.

Ida memerinci realisasi penyaluran subsidi gaji termin I hingga 12 Oktober 2020 telah sampai kepada 11,95 juta pekerja. Realisasi itu setara 97,37% dari total penerima gelombang I hingga V sebanyak 12,27 juta penerima.

Menurut Ida, Kemenaker akan terus mendorong perbankan agar mempercepat proses penyaluran tersebut. Bank penyalur itu terdiri atas 4 bank Himbara. Mereka bertugas menyalurkan uang subsidi ke rekening penerima secara langsung, baik rekening bank Himbara maupun rekening bank swasta.

Baca Juga: Kirim Email Blast ke WP, DJP Sosialisasikan Whistleblowing System

Ida menyebut bantuan subsidi gaji tersebut menjadi bagian dari program pemulihan ekonomi nasional. "Program ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat di tengah pandemi Covid-19," ujarnya.

Hingga 12 Oktober 2020, subsidi gaji gelombang I telah tersalurkan kepada 2,48 juta penerima atau 99,43% dari 2,5 juta penerima, sedangkan gelombang II tersalur 2,98 juta penerima atau 99,38% dari 3 juta penerima.

Realisasi penyaluran gelombang III mencapai 3,47 juta penerima atau 99,32% dari 3,5 juta penerima, gelombang IV tersalur kepada 2,43 juta penerima atau 97,2% dari 2,5 juta penerima, serta gelombang V baru 427.016 penerima atau 69,03% dari 618.588 data penerima.

Baca Juga: Mayoritas Perusahaan AS Tidak Terdampak Pajak Minimum Biden

Tahun ini, pemerintah menganggarkan Rp37,7 triliun untuk program subsidi gaji. Anggaran itu diperkirakan mampu menjangkau 15,7 juta pekerja yang bergaji di bawah Rp5 juta. Namun, hingga batas akhir penyerahan data penerima, data pekerja yang dikumpulkan dan diserahkan BPJS Ketenagakerjaan hanya 12,27 juta orang.

"Sisa anggaran akan diserahkan kembali ke bendahara negara. Rencananya, akan disalurkan untuk subsidi gaji/upah bagi guru honorer dan tenaga pendidik, baik di lingkup Kemendikbud maupun Kemenag," ujarnya. (kaw)

Baca Juga: Begini Saran Ketua Banggar untuk Optimalisasi Penerimaan Pajak 2023
Topik : subsidi gaji, bantuan sosial, pandemi corona, BPJS Ketenagakerjaan, nasional, Kemenaker

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 16 Agustus 2022 | 11:15 WIB
SIDANG TAHUNAN MPR 2022

Kejar Defisit APBN di Bawah 3 Persen, Ketua MPR Sarankan Ini

Selasa, 16 Agustus 2022 | 10:48 WIB
SIDANG TAHUNAN MPR 2022

Singgung Soal Kondisi Global dan Resesi, Ini Pidato Lengkap Ketua MPR

Selasa, 16 Agustus 2022 | 09:30 WIB
FILIPINA

Dapat Dukungan World Bank, Menkeu Ini Harap Penerimaan Terkerek

Senin, 15 Agustus 2022 | 20:37 WIB
SRI LANKA

Krisis Berkecamuk, Presiden Sri Lanka Pertimbangkan Pajak Kekayaan

berita pilihan

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 21:14 WIB
PPH FINAL (9)

Pajak atas Hadiah Undian

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 18:34 WIB
HUT KE-15 DDTC

Perpajakan ID, DDTC Integrasikan Berbagai Dokumen dengan Teknologi

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 18:15 WIB
KOTA TANGERANG

HUT Kemerdekaan RI, Pemkot Berikan Diskon PBB 77% Hingga Akhir Bulan

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 18:00 WIB
MALAYSIA

Perusahaan Ini Minta Insentif Pajak untuk Mobil Listrik Diperpanjang

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 17:30 WIB
KP2KP MARISA

Kantor Pajak Panggil ASN yang Belum Lapor SPT, Beri Peringatan Ini

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 17:00 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Lelang Eksekusi Pajak?

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 16:51 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Subsidi Bebani APBN, Luhut Sebut Harga Pertalite dan Solar akan Naik

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 16:30 WIB
KABUPATEN SUKABUMI

Segara Manfaatkan! Pemutihan Pajak Cuma Sampai 31 September 2022

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 16:15 WIB
PER-11/PJ/2022

Catat! Pajak Masukan dalam Faktur Telat Upload Tak Dapat Dikreditkan

Jum'at, 19 Agustus 2022 | 16:00 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Wah! Analisis PPATK Sumbang Rp7,4 Triliun ke Penerimaan Pajak