Trusted Indonesian Tax News Portal
|
 
 
Fokus
Literasi
Rabu, 17 Oktober 2018 | 18:33 WIB
PROFIL PERPAJAKAN ARGENTINA
Selasa, 16 Oktober 2018 | 11:46 WIB
PANGERAN DIPONEGORO:
Selasa, 16 Oktober 2018 | 09:15 WIB
KAMUS
 
Data & alat
Rabu, 17 Oktober 2018 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 17-23 OKTOBER 2018
Rabu, 10 Oktober 2018 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 10-16 OKTOBER 2018
Rabu, 03 Oktober 2018 | 10:39 WIB
KURS PAJAK 3 OKTOBER 2018-9 OKTOBER 2018
 
 
Reportase

Setoran Pajak Sarang Walet Digenjot

0

PASER, DDTCNews — Pemerintah Kabupaten Paser, Kalimantan Selatan, berencana mengoptimalkan penerimaan pajak dari sarang burung walet, guna menyiasati penurunan dana transfer daerah, terutama dana bagi hasil (DBH) tambang, akibat lesunya sektor pertambangan di kabupaten tersebut.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Paser Muhammad Erwin mengatakan upaya menggenjot pajak daerah harus segera dilakukan karena akibat berkurangnya DBH tambang, APBD Paser 2016 mengalami defisit hingga Rp501 milliar.

"Selama ini APBD kami kan banyak mengandalkan sektor pertambangan, sedangkan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak terlalu besar. Dengan berkurangnya DBH, kami harus bisa menggenjot PAD. Pajak sarang burung walet dan restoran itulah yang akan kami genjot," ujarnya di Tana Paser, Senin (2/5)

Baca Juga: Realisasi Target PAD Jawa Barat Tembus Rp18 Triliun

Erwin menambahkan dari survei sementara yang dilakukan, salah satu jenis pajak daerah yang dapat dioptimalkan di Paser adalah pajak sarang burung walet. Meski, harus diakui besaran penerimaannya masih lebih kecil dari pajak hotel dan restoran, yang menjadi kontributor utama PAD Paser.

Selain optimalisasi PAD melalui pajak sarang burung walet, sambungnya, retribusi pariwisata juga akan dinaikkan. Tahun lalu, seperti dikutip dari 1news.id, realisasi PAD Kabupaten Paser mencapai Rp90 milliar, dan tahun ini ditargetkan Rp87 milliar.*

Baca Juga: Setoran Pajak Sarang Walet Lampaui Target

"Selama ini APBD kami kan banyak mengandalkan sektor pertambangan, sedangkan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak terlalu besar. Dengan berkurangnya DBH, kami harus bisa menggenjot PAD. Pajak sarang burung walet dan restoran itulah yang akan kami genjot," ujarnya di Tana Paser, Senin (2/5)

Baca Juga: Realisasi Target PAD Jawa Barat Tembus Rp18 Triliun

Erwin menambahkan dari survei sementara yang dilakukan, salah satu jenis pajak daerah yang dapat dioptimalkan di Paser adalah pajak sarang burung walet. Meski, harus diakui besaran penerimaannya masih lebih kecil dari pajak hotel dan restoran, yang menjadi kontributor utama PAD Paser.

Selain optimalisasi PAD melalui pajak sarang burung walet, sambungnya, retribusi pariwisata juga akan dinaikkan. Tahun lalu, seperti dikutip dari 1news.id, realisasi PAD Kabupaten Paser mencapai Rp90 milliar, dan tahun ini ditargetkan Rp87 milliar.*

Topik : Kabupaten Paser, pajak sarang burung walet, target PAD
artikel terkait
Rabu, 17 Oktober 2018 | 11:53 WIB
PROVINSI JAWA TIMUR
Rabu, 17 Oktober 2018 | 11:12 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA
Rabu, 17 Oktober 2018 | 10:39 WIB
PROVINSI BANTEN
Selasa, 16 Oktober 2018 | 16:30 WIB
KOTA KOTAMOBAGU
berita pilihan
Kamis, 30 November 2017 | 09:55 WIB
KOTA MEDAN
Senin, 11 Desember 2017 | 15:30 WIB
KOTA BANDAR LAMPUNG
Jum'at, 11 November 2016 | 20:22 WIB
PROVINSI RIAU
Sabtu, 12 November 2016 | 12:40 WIB
KOTA TANGERANG SELATAN
Selasa, 12 Desember 2017 | 09:55 WIB
KABUPATEN KOTABARU
Minggu, 13 November 2016 | 11:33 WIB
KABUPATEN PAMEKASAN
Senin, 14 November 2016 | 09:57 WIB
KOTA MEDAN
Senin, 14 November 2016 | 10:27 WIB
KABUPATEN OGAN KOMERING ULU
Senin, 14 November 2016 | 10:59 WIB
PROVINSI DI YOGYAKARTA
Selasa, 15 November 2016 | 14:31 WIB
KABUPATEN BANYUWANGI
0