Trusted Indonesian Tax News Portal
|
 
 
Review
Selasa, 10 Juli 2018 | 08:00 WIB
ANALISIS TRANSFER PRICING
Selasa, 10 Juli 2018 | 07:24 WIB
LAPORAN DDTC DARI RUST CONFERENCE (2)
Fokus
Literasi
Jum'at, 13 Juli 2018 | 11:05 WIB
PROFIL DAERAH KABUPATEN BANJAR
Selasa, 19 Juni 2018 | 17:54 WIB
PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (6)
Kamis, 14 Juni 2018 | 15:31 WIB
KAMUS PAJAK
 
Data & alat
Rabu, 18 Juli 2018 | 10:13 WIB
KURS PAJAK 18-24 JULI 2018
Rabu, 11 Juli 2018 | 10:02 WIB
KURS PAJAK 11-17 JULI 2018
Rabu, 04 Juli 2018 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 4-10 JULI 2018
 
Komunitas
Senin, 16 Juli 2018 | 15:09 WIB
ANDREW WHITE:
Selasa, 10 Juli 2018 | 15:18 WIB
AHMAD JAELANI:
Selasa, 10 Juli 2018 | 13:24 WIB
DIALOG PUBLIK
 
Reportase

Setoran Pajak Sarang Walet Digenjot

0

PASER, DDTCNews — Pemerintah Kabupaten Paser, Kalimantan Selatan, berencana mengoptimalkan penerimaan pajak dari sarang burung walet, guna menyiasati penurunan dana transfer daerah, terutama dana bagi hasil (DBH) tambang, akibat lesunya sektor pertambangan di kabupaten tersebut.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Paser Muhammad Erwin mengatakan upaya menggenjot pajak daerah harus segera dilakukan karena akibat berkurangnya DBH tambang, APBD Paser 2016 mengalami defisit hingga Rp501 milliar.

pilihan redaksi

"Selama ini APBD kami kan banyak mengandalkan sektor pertambangan, sedangkan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak terlalu besar. Dengan berkurangnya DBH, kami harus bisa menggenjot PAD. Pajak sarang burung walet dan restoran itulah yang akan kami genjot," ujarnya di Tana Paser, Senin (2/5)

Erwin menambahkan dari survei sementara yang dilakukan, salah satu jenis pajak daerah yang dapat dioptimalkan di Paser adalah pajak sarang burung walet. Meski, harus diakui besaran penerimaannya masih lebih kecil dari pajak hotel dan restoran, yang menjadi kontributor utama PAD Paser.

Baca Juga: Realisasi Target PAD Jawa Barat Tembus Rp18 Triliun

Selain optimalisasi PAD melalui pajak sarang burung walet, sambungnya, retribusi pariwisata juga akan dinaikkan. Tahun lalu, seperti dikutip dari 1news.id, realisasi PAD Kabupaten Paser mencapai Rp90 milliar, dan tahun ini ditargetkan Rp87 milliar.*

"Selama ini APBD kami kan banyak mengandalkan sektor pertambangan, sedangkan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak terlalu besar. Dengan berkurangnya DBH, kami harus bisa menggenjot PAD. Pajak sarang burung walet dan restoran itulah yang akan kami genjot," ujarnya di Tana Paser, Senin (2/5)

Erwin menambahkan dari survei sementara yang dilakukan, salah satu jenis pajak daerah yang dapat dioptimalkan di Paser adalah pajak sarang burung walet. Meski, harus diakui besaran penerimaannya masih lebih kecil dari pajak hotel dan restoran, yang menjadi kontributor utama PAD Paser.

Baca Juga: Realisasi Target PAD Jawa Barat Tembus Rp18 Triliun

Selain optimalisasi PAD melalui pajak sarang burung walet, sambungnya, retribusi pariwisata juga akan dinaikkan. Tahun lalu, seperti dikutip dari 1news.id, realisasi PAD Kabupaten Paser mencapai Rp90 milliar, dan tahun ini ditargetkan Rp87 milliar.*

Topik : Kabupaten Paser, pajak sarang burung walet, target PAD
artikel terkait
Rabu, 20 Juni 2018 | 12:02 WIB
KABUPATEN REMBANG
Rabu, 20 Juni 2018 | 12:08 WIB
KOTA MAKASSAR
Rabu, 20 Juni 2018 | 13:10 WIB
KABUPATEN BOJONEGORO
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:04 WIB
KOTA PALEMBANG
0