Fokus
Literasi
Senin, 19 Oktober 2020 | 17:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 19 Oktober 2020 | 16:49 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 19 Oktober 2020 | 16:20 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 19 Oktober 2020 | 15:58 WIB
PENAGIHAN PAJAK DENGAN SURAT PAKSA (4)
Data & alat
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 15:24 WIB
MATRIKS AREA KEBIJAKAN
Rabu, 14 Oktober 2020 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 14 OKTOBER - 20 OKTOBER 2020
Jum'at, 09 Oktober 2020 | 17:53 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Rabu, 07 Oktober 2020 | 14:57 WIB
STATISTIK PENANGANAN COVID-19
Komunitas
Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:11 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Selasa, 20 Oktober 2020 | 10:17 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Senin, 19 Oktober 2020 | 15:36 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Senin, 19 Oktober 2020 | 10:13 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Kolaborasi
Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:10 WIB
KONSULTASI
Selasa, 20 Oktober 2020 | 09:45 WIB
KONSULTASI
Selasa, 13 Oktober 2020 | 14:13 WIB
KONSULTASI
Selasa, 13 Oktober 2020 | 11:54 WIB
KONSULTASI
Reportase

Sektor Perikanan di Kabupaten Ini Punya Potensi Topang Setoran PAD

A+
A-
0
A+
A-
0
Sektor Perikanan di Kabupaten Ini Punya Potensi Topang Setoran PAD

Ilustrasi. Suasana nelayan dan pedagang di Tempat Pelelangan Ikan. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/pras.s

PATI, DDTCNews – DPRD menilai potensi pendapatan asli daerah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah masih belum digali optimal, terutama dari sektor perikanan sehingga kemandirian fiskal sulit dicapai.

Anggota DPRD Pati Narso mengatakan Pati yang merupakan wilayah pesisir, memiliki potensi kegiatan bisnis maritim yang besar. Menurutnya, pemkab harus serius menggarap PAD dari sektor tersebut.

"Pos lain yang masih bisa digenjot itu seperti perikanan yang masih bisa ditingkatkan. Utamanya dari tempat pelelangan ikan (TPI) yang memungkinkan penerimaan PAD sampai dua kali lipat," katanya, dikutip Rabu (30/9/2020).

Baca Juga: Realisasi Penerimaan Minim, Masih Ada Pemutihan Pajak Kendaraan

Selain sektor perikanan, penerimaan pajak daerah dari pajak bumi dan bangunan pedesaan perkotaan (PBB-P2) dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) masih bisa diandalkan sebagai penopang setoran PAD.

Menurutnya, penerimaan pajak dari sektor pertanahan relatif stabil tahun ini. Hal ini berbeda dengan realisasi penerimaan pajak dari kegiatan pariwisata dan hiburan yang anjlok akibat penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar.

Untuk itu, Pemkab Pati seharusnya lebih fokus mengamankan sumber penerimaan yang memiliki potensi besar seperti sektor perikanan. Hal tersebut akan lebih signifikan menopang PAD Pati ketimbang sektor usaha lain.

Baca Juga: Ayo Manfaatkan! Pemutihan Pajak Kendaraan Hanya Berlaku Dua Bulan

Narso menyatakan agenda kemandirian fiskal harus menjadi program utama Pemkab Pati ke depan. Melalui anggaran yang mandiri akan memudahkan pemerintah melakukan belanja perlindungan sosial secara optimal.

"Porsi PAD dari sektor hiburan dan pariwisata itu tidak terlalu besar, PBB masih bisa digenjot karena masih banyak yang melakukan balik nama," tuturnya seperti dilansir mitrapost.com. (rig)

Baca Juga: Soal Usulan Pembebasan Pajak PKB, Kemenperin Disarankan Surati Pemprov
Topik : kabupaten pati, sektor perikanan, potensi penerimaan pajak, APBD, DPRD, pajak daerah
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 13 Oktober 2020 | 15:06 WIB
KABUPATEN LOMBOK BARAT
Selasa, 13 Oktober 2020 | 14:54 WIB
KABUPATEN MUSI BANYUASIN
Senin, 12 Oktober 2020 | 17:24 WIB
KABUPATEN GIANYAR
Senin, 12 Oktober 2020 | 17:16 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA
berita pilihan
Selasa, 20 Oktober 2020 | 16:17 WIB
KOTA BOGOR
Selasa, 20 Oktober 2020 | 15:50 WIB
PROVINSI JAWA TENGAH
Selasa, 20 Oktober 2020 | 15:48 WIB
PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Selasa, 20 Oktober 2020 | 15:30 WIB
SELANDIA BARU
Selasa, 20 Oktober 2020 | 15:24 WIB
INSENTIF PAJAK
Selasa, 20 Oktober 2020 | 15:15 WIB
UNI EMIRAT ARAB
Selasa, 20 Oktober 2020 | 15:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:49 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:46 WIB
SINGAPURA
Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:12 WIB
KEBIJAKAN PAJAK