Fokus
Data & Alat
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Selasa, 10 Mei 2022 | 14:30 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase
Perpajakan ID

Rencana Biden Menaikkan Tarif PPh Badan Dikritik

A+
A-
4
A+
A-
4
Rencana Biden Menaikkan Tarif PPh Badan Dikritik

Calon Presiden Amerika Serika dari Partai Demokrat Joe Biden (Foto: Drew Angerer/Getty Images/politico.com)

WASHINGTON D.C., DDTCNews - Rencana calon presiden AS Joe Biden untuk meningkatkan tarif pajak penghasilan (PPh) badan dinilai bertentangan dengan misi peningkatan investasi dalam negeri yang diusung calon presiden dari Partai Demokrat itu.

Vice President of Global Projects Tax Foundation Daniel Bunn dalam analisisnya menuliskan rencana peningkatan tarif PPh badan dari 21% menjadi 28% dan pajak-pajak lainnya akan mengurangi efektivitas insentif yang akan digulirkan untuk menarik investasi.

"Tim kampanye Biden perlu menjelaskan bagaimana mungkin penambahan beban pajak atas korporasi bisa menghasilkan investasi dan penciptaan lapangan kerja," tulis Daniel Bunn, seperti dikutip Jumat (11/9/2020).

Baca Juga: Yellen Dukung Relaksasi Bea Masuk atas Barang-Barang Asal China

Secara terperinci, terdapat 4 proposal pajak dari Biden yang saling bertentangan antara satu dan yang lain. Pertama, Biden akan memberikan pengurangan pajak sebesar 10% bagi korporasi yang merevitalisasi pusat-pusat produksi yang tutup ataupun hampir tutup.

Kedua, Biden mengusulkan pengenaan pajak tambahan 10% atas penjualan barang dan penyerahan jasa pada konsumen AS yang bersumber dari perusahaan luar negeri yang terafiliasi dengan perusahaan AS. Hal ini menyebabkan beban pajak perusahaan meningkat dari 28% menjadi 30,8%.

Ketiga, Biden berencana untuk membuat aturan yang ketat atas perusahaan AS yang memindahkan kantor pusatnya ke luar yurisdiksi AS untuk kepentingan pajak.

Baca Juga: Perusahaan AS yang Bayar Pajak ke Rusia Bakal Dapat Disinsentif

Keempat, Biden akan meningkatkan tarif pajak minimum atas penghasilan dari luar negeri yang diatur dalam ketentuan Global Intangible Low-Tax Income (GILTI) dari 10,5% menjadi 21%.

Menurut Bunn, rencana Biden untuk meningkatkan tarif PPh badan, peningkatan beban pajak atas penghasilan dari luar negeri, dan pengenaan pajak tambahan sebesar 10% atas barang dan jasa yang dijual oleh anak usaha perusahaan AS di luar negeri akan menjadi disinsentif atas investasi.

Dengan beban pajak tersebut, seperti dilansir taxfoundation.org, iming-iming insentif pengurangan pajak sebesar 10% atas kegiatan investasi di dalam yurisdiksi AS dinilai tidak akan membuat korporasi tertarik untuk meningkatkan investasi domestiknya. (Bsi)

Baca Juga: Kekurangan Pegawai, Rasio Audit IRS Terhadap WP Orang Pribadi Merosot

Topik : capres AS Joe Biden, kebijakan pajak Biden, Amerika Serikat

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Minggu, 27 Maret 2022 | 15:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Dapat 10.000 Pegawai Pajak Baru, IRS Optimistis Persoalan SPT Tuntas

Sabtu, 26 Maret 2022 | 06:30 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Waduh, Perang Rusia-Ukraina dan Inflasi AS Ganjal Pemulihan Ekonomi

Senin, 21 Maret 2022 | 19:30 WIB
AMERIKA SERIKAT

Tingkatkan Kinerja Investigasi Pajak, IRS Butuh 2.500 Pegawai Baru

Senin, 21 Maret 2022 | 15:30 WIB
AMERIKA SERIKAT

Jatuhi 'Sanksi' untuk Rusia, AS Hapus Kredit Pajak Luar Negeri

berita pilihan

Senin, 23 Mei 2022 | 18:25 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Catat! DJP Makin Gencar Kirim Email Imbauan PPS Berbasis Data Rekening

Senin, 23 Mei 2022 | 18:09 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Perhatian! DJP Evaluasi e-Bupot, Ada Klasifikasi Jumlah Bukti Potong

Senin, 23 Mei 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu PPFTZ 01, PPFTZ 02, dan PPFTZ 03?

Senin, 23 Mei 2022 | 17:39 WIB
KINERJA FISKAL

APBN Surplus Rp103,1 Triliun Per April 2022, Begini Kata Sri Mulyani

Senin, 23 Mei 2022 | 17:25 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Batas Akhir SPT Tahunan, Penerimaan PPh Badan April 2022 Tumbuh 105,3%

Senin, 23 Mei 2022 | 17:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Penerimaan Pajak Tumbuh 51,49% di April 2022, Sri Mulyani: Sangat Kuat

Senin, 23 Mei 2022 | 17:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Yellen Dukung Relaksasi Bea Masuk atas Barang-Barang Asal China

Senin, 23 Mei 2022 | 16:45 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Sri Mulyani Sebut Inflasi April 2022 Tertinggi dalam 2 Tahun Terakhir