Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Realisasi PAD Baru 48%

0
0

MEDAN, DDTCNews – Berdasarkan laporan realisasi semester pertama APBD 2016 yang disampaikan Pemprov Sumatera Utara kepada DPRD Sumut, dari target pendapatan asli daerah (PAD) Pemprov Sumut sebesar Rp4,63 triliun, hingga semester I ini baru terealisasi Rp2,21 triliun atau 48%.

Perinciannya, realisasi pendapatan pajak daerah Rp1,84 tiliun, retribusi Rp15,31 miliar, hasil pengelolaan kekeayaan daerah yang dipisahkan Rp243,08 miliar, dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah Rp110,94 miliar.

Menanggapi laporan realisasi semester pertama APBD 2016 tersebut, anggota badan anggaran DPRD Sumut Muhri Fauzi Hafiz mengatakan realisasi pos pendapatan asli daerah buruk. “Mestinya sudah 70% realisasinya, makanya kamis pesimis,” ujarnya di Medan, Rabu (7/9).

Baca Juga: Dipatok Turun, Pemkab Optimistis Capai Target PAD

Dia menambahkan Dinas Pendapatan Daerah memang harus bekerja keras mengupayakan penerimaan PAD yang lebih besar. Realisasi yang relatif rendah itu, katanya seperti dikutip sumutdaily.com, harus diantisipasi Dispenda Sumut dengan bersikap proaktif.

“Jika melihat angka realisasi semester pertama tersebut, Saya khawatir akan terjadi lagi rasionalisasi target PAD seperti tahun 2015 lalu, yang jika itu terjadi bisa merugikan kita semua," ujar anggota Fraksi Partai Demokrat ini.

Dia mengingatkan pemerintah pusat sudah mengingatkan akan ada penundaan pembayaran DAU yang mencapai sebesar kurang lebih Rp290 miliar. Keadaan ini tentu akan menyulitkan Sumut jika Dispenda tidak menyambut kebijakan itu dengan upaya kerja keras dan profesional.

Baca Juga: Bekasi Optimistis Realisasikan Target PAD Rp2,4 Triliun

“Kepala dinas pendapatan yang baru, Sarmadan Hasibuan, yang sudah ditunjuk oleh saudara Gubernur harus menunjukkan performa diri yang baik dengan bukti kinerja bagus, yaitu meningkatkan PAD kita. Jangan dirasionalisasi lagi targetnya," kata Muhri. (Bsi)

Menanggapi laporan realisasi semester pertama APBD 2016 tersebut, anggota badan anggaran DPRD Sumut Muhri Fauzi Hafiz mengatakan realisasi pos pendapatan asli daerah buruk. “Mestinya sudah 70% realisasinya, makanya kamis pesimis,” ujarnya di Medan, Rabu (7/9).

Baca Juga: Dipatok Turun, Pemkab Optimistis Capai Target PAD

Dia menambahkan Dinas Pendapatan Daerah memang harus bekerja keras mengupayakan penerimaan PAD yang lebih besar. Realisasi yang relatif rendah itu, katanya seperti dikutip sumutdaily.com, harus diantisipasi Dispenda Sumut dengan bersikap proaktif.

“Jika melihat angka realisasi semester pertama tersebut, Saya khawatir akan terjadi lagi rasionalisasi target PAD seperti tahun 2015 lalu, yang jika itu terjadi bisa merugikan kita semua," ujar anggota Fraksi Partai Demokrat ini.

Dia mengingatkan pemerintah pusat sudah mengingatkan akan ada penundaan pembayaran DAU yang mencapai sebesar kurang lebih Rp290 miliar. Keadaan ini tentu akan menyulitkan Sumut jika Dispenda tidak menyambut kebijakan itu dengan upaya kerja keras dan profesional.

Baca Juga: Bekasi Optimistis Realisasikan Target PAD Rp2,4 Triliun

“Kepala dinas pendapatan yang baru, Sarmadan Hasibuan, yang sudah ditunjuk oleh saudara Gubernur harus menunjukkan performa diri yang baik dengan bukti kinerja bagus, yaitu meningkatkan PAD kita. Jangan dirasionalisasi lagi targetnya," kata Muhri. (Bsi)

Topik : sumut, pad, realisasi
artikel terkait
Selasa, 21 Juni 2016 | 18:35 WIB
DI YOGYAKARTA
Kamis, 14 Juli 2016 | 11:07 WIB
KOTA SAMARINDA
Kamis, 14 Juli 2016 | 12:02 WIB
KOTA MAKASSAR
Kamis, 14 Juli 2016 | 14:02 WIB
KOTA BANDAR LAMPUNG
berita pilihan
Selasa, 14 Mei 2019 | 17:34 WIB
KOTA PALEMBANG
Rabu, 15 Mei 2019 | 16:45 WIB
KABUPATEN INDRAMAYU
Senin, 20 Mei 2019 | 15:40 WIB
PROVINSI JAWA BARAT
Selasa, 21 Mei 2019 | 10:04 WIB
KABUPATEN MALANG
Kamis, 23 Mei 2019 | 16:44 WIB
KABUPATEN SIAK
Jum'at, 24 Mei 2019 | 14:29 WIB
PROVINSI SULAWESI SELATAN
Selasa, 30 April 2019 | 17:45 WIB
KOTA MALANG
Kamis, 30 November 2017 | 09:55 WIB
KOTA MEDAN
Senin, 11 Desember 2017 | 15:30 WIB
KOTA BANDAR LAMPUNG
Jum'at, 11 November 2016 | 20:22 WIB
PROVINSI RIAU