Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Program Pengungkapan Sukarela Diusulkan Lagi

0
0

ROMA, DDTCNews – Pemerintah Italia mengusulkan untuk meluncurkan kembali program pengungkapan sukarela (voluntary disclosure program/VDP) pada tahun depan. Program ini menawarkan opsi berupa deklarasi aset domestik, termasuk kas dan obligasi.

Seperti yang diumumkan dalam pembahasan rancangan anggaran keuangan tahun 2017, pada Sabtu 15 Oktober lalu, Menteri Ekonomi dan Keuangan Pier Carlo Padoan mengatakan VDP akan kembali dibuka dan diperkirakan dapat menghasilkan €1,6 miliar atau Rp37 triliun bagi penerimaan negara.

“VDP diharapkan dapat mulai diterapkan pada 1 Januari 2017. Sebelumnya VDP yang telah dilaksanakan dan berakhir pada 30 November 2015 lalu telah berhasil menghasilkan tambahan penerimaan pajak senilai €4 miliar (Rp57 triliun),” pungkasnya.

Baca Juga: Reformasi Pajak Diklaim Ringankan Beban Masyarakat

Nantinya wajib pajak yang akan mengikuti VDP ini diharuskan membayar sejumlah pajak atas aset yang dideklarasikannya. Kendati demikian, VDP ini tidak menghilangkan kewajiban wajib pajak untuk membayar sanksi.

"Wajib pajak hanya dapat engurangi sebagian besar dari sanksi administrasi dan pidana," ujarnya.

Dalam ketentuan baru, deklarasi kas yang belum dilaporkan sebelumnya di Italia akan dikenakan potongan pajak 35%, dan akan dilakukan investigasi oleh Lembaga Penerimaan Italia untuk memastikan aset tersebut bukan berasal dari penipuan atau pencucian uang.

Baca Juga: Negara Ini Ambil Posisi Non-Binding Terkait Laba Usaha BUT

Perdana Menteri Matteo Renzi dan Menteri Ekonomi dan Keuangan Pier Carlo Padoan, seperti dilansir dalam tax-news.com, telah menekankan bahwa ketentuan VDP masih belum dapat dibandingkan dengan ketentuan dalam tax amnesty atau pengampunan pajak. (Amu)

“VDP diharapkan dapat mulai diterapkan pada 1 Januari 2017. Sebelumnya VDP yang telah dilaksanakan dan berakhir pada 30 November 2015 lalu telah berhasil menghasilkan tambahan penerimaan pajak senilai €4 miliar (Rp57 triliun),” pungkasnya.

Baca Juga: Reformasi Pajak Diklaim Ringankan Beban Masyarakat

Nantinya wajib pajak yang akan mengikuti VDP ini diharuskan membayar sejumlah pajak atas aset yang dideklarasikannya. Kendati demikian, VDP ini tidak menghilangkan kewajiban wajib pajak untuk membayar sanksi.

"Wajib pajak hanya dapat engurangi sebagian besar dari sanksi administrasi dan pidana," ujarnya.

Dalam ketentuan baru, deklarasi kas yang belum dilaporkan sebelumnya di Italia akan dikenakan potongan pajak 35%, dan akan dilakukan investigasi oleh Lembaga Penerimaan Italia untuk memastikan aset tersebut bukan berasal dari penipuan atau pencucian uang.

Baca Juga: Negara Ini Ambil Posisi Non-Binding Terkait Laba Usaha BUT

Perdana Menteri Matteo Renzi dan Menteri Ekonomi dan Keuangan Pier Carlo Padoan, seperti dilansir dalam tax-news.com, telah menekankan bahwa ketentuan VDP masih belum dapat dibandingkan dengan ketentuan dalam tax amnesty atau pengampunan pajak. (Amu)

Topik : berita pajak internasional, program pengungkapan sukarela, voluntary disclosure program, italia
artikel terkait
Sabtu, 10 September 2016 | 14:01 WIB
IRLANDIA
Rabu, 27 Desember 2017 | 11:18 WIB
INGGRIS
Kamis, 08 September 2016 | 17:20 WIB
AMERIKA SERIKAT
Sabtu, 08 Oktober 2016 | 14:30 WIB
AZERBAIJAN
berita pilihan
Jum'at, 15 Maret 2019 | 17:07 WIB
BELANDA
Jum'at, 15 Maret 2019 | 16:27 WIB
OMAN
Jum'at, 15 Maret 2019 | 10:44 WIB
THAILAND
Kamis, 14 Maret 2019 | 13:45 WIB
UNI EMIRAT ARAB
Kamis, 14 Maret 2019 | 11:46 WIB
KAZAKHSTAN
Kamis, 14 Maret 2019 | 11:00 WIB
NEGARA SUAKA PAJAK
Rabu, 13 Maret 2019 | 15:35 WIB
TIONGKOK