PENERIMAAN PAJAK

PPh Badan Tertekan, Sektor Ini Sekarang Jadi Harapan DJP

Dian Kurniati | Rabu, 18 Maret 2020 | 18:40 WIB
PPh Badan Tertekan, Sektor Ini Sekarang Jadi Harapan DJP

Dirjen Pajak Suryo Utomo.

JAKARTA, DDTCNews - Ditjen Pajak (DJP) terus mencari cara untuk mempertahankan penerimaan pajak, meski beberapa jenis pajak mengalami tekanan akibat virus Corona, seperti pajak penghasilan (PPh) badan dan PPh impor.

Dirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan DJP kini mengharapkan bisnis industri manufaktur yang mendapatkan stimulus fiskal tetap bisa tumbuh di tengah merebaknya wabah virus Corona.

Menurut Suryo, DJP tetap bisa mengharapkan penerimaan dari pajak pertambahan nilai (PPN) dari industri manufaktur tersebut, meski PPh badan dan PPh impor mereka tak menggembirakan.

Baca Juga:
Optimistis soal Target Penerimaan Pajak 2024, DJP Siap Cetak Quattrick

"Itu sektor yang memang memberikan kontribusi untuk PPN. Jadi stimulus tadi akan berdampak pada [penerimaan] pajak, khusus PPN akan paling tidak bisa terjaga," katanya melalui konferensi video, Rabu (18/3/2020).

Suryo mengakui virus Corona akan berdampak pada pelemahan penerimaan pajak tahun ini. Apalagi, pemerintah juga memberikan sejumlah stimulus fiskal, terutama pada 19 sektor industri manufaktur untuk menjaga perekonomian tetap tumbuh di tengah wabah tersebut.

Meski demikian, Suryo memastikan DJP akan mengupayakan target penerimaan pajak senilai Rp1.642 bisa tercapai. Stimulus fiskal yang diberikan itu juga diharapkan bisa efektif mendorong pertumbuhan industri manufaktur, agar tetap ada potensi pajak yang dikumpulkan.

Baca Juga:
DJP: Coretax Bakal Potret Profil Risiko WP Berdasarkan 2 Data Ini

Selain itu, sambungnya, industri manufaktur yang berjalan juga akan memunculkan sumber penerimaan PPN, yang dipungut dari setiap produk yang beredar di Indonesia.

Suryo menjelaskan tekanan virus Corona telah terasa pada penerimaan pajak Februari 2020. Dalam 2 bulan pertama tahun ini, realisasi penerimaan pajak terkontraksi 5% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Realisasi penerimaan pajak tercatat Rp152,9 triliun atau 9,3% terhadap target APBN 2020 senilai Rp1.642,6 triliun.

Sementara itu, pada periode yang sama tahun 2019, realisasi penerimaan pajak mencapai Rp160,9 triliun atau 10,2% terhadap target Rp1.577,6 triliun. Realisasi tersebut tumbuh 4,7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. (Bsi)


Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

KOMENTAR
0
/1000

Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

18 Maret 2020 | 20:54 WIB

dengan adanya pengurangan aktivitas ekonomi karena wabah corona tentunya menjadi kabar buruk terhadap penerimaan negara dari sektor sektor jenis pajak yang strategis. selain itu, kredibilitas DJP sebagai wadah dalam menggunakan pajak sebagai instrumen perlu menemukan solusi yang dapat menggebrak penerimaan pajak tax expenditure short-time seperti Tax Amnesty

ARTIKEL TERKAIT
BERITA PILIHAN
Selasa, 20 Februari 2024 | 19:00 WIB RESENSI BUKU

Dampak Digitalisasi terhadap Urusan Pajak Perusahaan dan Otoritas

Selasa, 20 Februari 2024 | 18:00 WIB KEBIJAKAN KEPABEANAN

Dapat Kiriman Hadiah dari Luar Negeri, Tetap Harus Bayar Bea Masuk?

Selasa, 20 Februari 2024 | 17:30 WIB PENGAWASAN CUKAI

Desak Mobil ke Rest Area Tol, Bea Cukai Amankan 300.000 Rokok Ilegal

Selasa, 20 Februari 2024 | 17:00 WIB KEBIJAKAN PAJAK

DJP: Koreksi Harga Transfer Tak Serta Merta Berujung Penyesuaian PPN

Selasa, 20 Februari 2024 | 15:45 WIB PMK 9/2024

Pemerintah Beri Insentif PPnBM DTP atas Mobil Listrik CBU dan CKD

Selasa, 20 Februari 2024 | 15:36 WIB PMK 172/2023

Indikator Harga Transaksi Independen, Data Pembanding Bisa Tahun Jamak

Selasa, 20 Februari 2024 | 15:30 WIB PERPRES 79/2023

Pemerintah Revisi Aturan Kendaraan Listrik, Termasuk Insentif Pajak

Selasa, 20 Februari 2024 | 15:13 WIB PEREKONOMIAN INDONESIA

Pebisnis Wait and See, Jokowi Berharap Investasi Meningkat Usai Pemilu