Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Periode Pemberian Insentif Pajak Mobil Listrik Diperpanjang

A+
A-
3
A+
A-
3
Periode Pemberian Insentif Pajak Mobil Listrik Diperpanjang

Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz. 

BERLIN, DDTCNews – Kementerian Keuangan Jerman berencana memperpanjang insentif pajak bagi mobil listrik yang digunakan sebagai mobil perusahaan. Tak hanya perpanjangan, langkah-langkah lain guna meningkatkan penjualan mobil listrik juga dijalankan.

Selain mobil listrik, tiket angkutan umum untuk karyawan yang dikeluarkan oleh pemberi kerja juga akan sepenuhnya dibebaskan dari pajak. Hal ini berdasarkan langkah-langkah baru yang diusulkan oleh Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz.

“Ini adalah kebijakan industri yang benar-benar akan mendukung iklim kita. Kami juga melakukan ini agar lebih banyak kendaraan listrik yang dapat menjangkau pasar mobil bekas secara lebih cepat,” kata Scholz, seperti dikutip pada Kamis (1/8/2019).

Baca Juga: Diminta Ikut Sosialisasikan Super Tax Deduction, Pemda Dapat Apa?

Scholz telah memperkenalkan paket pajak bernilai miliaran euro untuk mempromosikan mobil listrik kepada kabinet. Regulasi yang memberikan pembaruan berupa perpanjangan insentif pajak untuk mobil listrik dan hibrida tersebut telah disepakati di tingkat kabinet pada Rabu lalu. Insentif yang semula berakhir pada 2021 ini akan diperpanjang hingga 2020.

Secara lebih rinci Scholz mengusulkan untuk memperluas peraturan khusus bagi karyawan Jerman yang menggunakan mobil listrik perusahaan mereka secara pribadi. Penduduk Jerman yang menggunakan mobil listrik perusahaan hanya perlu membayar pajak 0,5% dari harga yang tercantum per bulan. Tarif ini 50% lebih rendah dibandingkan pajak pada mobil berbahan bakar bensin atau diesel.

The German Association of the Automotive Industry (VDA) menyambut baik kebijakan ini. Adanya perpanjangan insentif akan dapat memberi perusahaan dan konsumen keamanan dalam perencanaan. Selain itu, kebijakan ini akan berdampak positif pada permintaan mobil listrik.

Baca Juga: Jerman Berharap Ada Pembahasan Pajak Digital

Penggunaan mobil listrik sebagi kendaraan perusahaan dapat berperan sebagai perintis dalam upaya meningkatkan mobil listrik. Terlebih, dalam dua hingga tiga tahun terakhir, pembelian mobil listrik hanya didominasi oleh orang pribadi.

“Pada paruh pertama 2019, pendataan baru untuk pembelian mobil perusahaan dengan penggerak listrik di Jerman naik 58% menjadi sekitar 16.900 mobil,” dengan penjelasan VDA, seperti dilansir xinhuanet.com. (MG-nor/kaw)

Baca Juga: Ketentuan Laporan Penerima Tax Allowance Berubah, Hati-Hati Diperiksa

“Ini adalah kebijakan industri yang benar-benar akan mendukung iklim kita. Kami juga melakukan ini agar lebih banyak kendaraan listrik yang dapat menjangkau pasar mobil bekas secara lebih cepat,” kata Scholz, seperti dikutip pada Kamis (1/8/2019).

Baca Juga: Diminta Ikut Sosialisasikan Super Tax Deduction, Pemda Dapat Apa?

Scholz telah memperkenalkan paket pajak bernilai miliaran euro untuk mempromosikan mobil listrik kepada kabinet. Regulasi yang memberikan pembaruan berupa perpanjangan insentif pajak untuk mobil listrik dan hibrida tersebut telah disepakati di tingkat kabinet pada Rabu lalu. Insentif yang semula berakhir pada 2021 ini akan diperpanjang hingga 2020.

Secara lebih rinci Scholz mengusulkan untuk memperluas peraturan khusus bagi karyawan Jerman yang menggunakan mobil listrik perusahaan mereka secara pribadi. Penduduk Jerman yang menggunakan mobil listrik perusahaan hanya perlu membayar pajak 0,5% dari harga yang tercantum per bulan. Tarif ini 50% lebih rendah dibandingkan pajak pada mobil berbahan bakar bensin atau diesel.

The German Association of the Automotive Industry (VDA) menyambut baik kebijakan ini. Adanya perpanjangan insentif akan dapat memberi perusahaan dan konsumen keamanan dalam perencanaan. Selain itu, kebijakan ini akan berdampak positif pada permintaan mobil listrik.

Baca Juga: Jerman Berharap Ada Pembahasan Pajak Digital

Penggunaan mobil listrik sebagi kendaraan perusahaan dapat berperan sebagai perintis dalam upaya meningkatkan mobil listrik. Terlebih, dalam dua hingga tiga tahun terakhir, pembelian mobil listrik hanya didominasi oleh orang pribadi.

“Pada paruh pertama 2019, pendataan baru untuk pembelian mobil perusahaan dengan penggerak listrik di Jerman naik 58% menjadi sekitar 16.900 mobil,” dengan penjelasan VDA, seperti dilansir xinhuanet.com. (MG-nor/kaw)

Baca Juga: Ketentuan Laporan Penerima Tax Allowance Berubah, Hati-Hati Diperiksa
Topik : Jerman, mobil listrik, insentif
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Rabu, 18 Desember 2019 | 11:37 WIB
INSENTIF FISKAL
Rabu, 18 Desember 2019 | 13:44 WIB
INSENTIF FISKAL
Selasa, 17 Desember 2019 | 18:15 WIB
PERGERAKAN SUMBER DAYA MANUSIA
Selasa, 17 Desember 2019 | 18:35 WIB
INSENTIF FISKAL
berita pilihan
Jum'at, 21 Februari 2020 | 07:01 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Kamis, 20 Februari 2020 | 19:36 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Kamis, 20 Februari 2020 | 19:11 WIB
KOTA BOGOR
Kamis, 20 Februari 2020 | 18:03 WIB
ALOKASI DANA TRANSFER
Kamis, 20 Februari 2020 | 17:50 WIB
PROFIL PAJAK KOTA SURABAYA
Kamis, 20 Februari 2020 | 17:15 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:45 WIB
INSENTIF PAJAK
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:26 WIB
SELEKSI CALON PROFESIONAL DDTC
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:18 WIB
LOMBA MENULIS ARTIKEL PAJAK
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:07 WIB
INDEKS KERAHASIAAN FINANSIAL GLOBAL