Review
Kamis, 29 September 2022 | 16:16 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 27 September 2022 | 11:55 WIB
KONSULTASI UU HPP
Minggu, 25 September 2022 | 11:30 WIB
KEPALA BAPENDA RIAU SYAHRIAL ABDI
Kamis, 22 September 2022 | 13:53 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 30 September 2022 | 19:21 WIB
KESADARAN PAJAK
Jum'at, 30 September 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 30 September 2022 | 16:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 28 September 2022 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Data & Alat
Rabu, 28 September 2022 | 09:39 WIB
KURS PAJAK 28 SEPTEMBER - 04 OKTOBER 2022
Rabu, 21 September 2022 | 08:33 WIB
KURS PAJAK 21 SEPTEMBER - 27 SEPTEMBER 2022
Rabu, 14 September 2022 | 09:21 WIB
KURS PAJAK 14 SEPTEMBER - 20 SEPTEMBER 2022
Rabu, 07 September 2022 | 09:33 WIB
KURS PAJAK 07 SEPTEMBER - 13 SEPTEMBER
Komunitas
Sabtu, 01 Oktober 2022 | 07:00 WIB
ANIMASI PAJAK
Jum'at, 30 September 2022 | 16:15 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Jum'at, 30 September 2022 | 11:54 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Kamis, 29 September 2022 | 16:42 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Reportase

Pentingnya Mendalami Pemahaman Pajak Internasional, Termasuk P3B

A+
A-
7
A+
A-
7
Pentingnya Mendalami Pemahaman Pajak Internasional, Termasuk P3B

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews - Pada era globalisasi ini, pesatnya perkembangan teknologi telah mempermudah proses perdagangan dan investasi lintasbatas negara/internasional. Pada saat bersamaan, banyak negara, termasuk organisasi internasional seperti OECD, berusaha mengimbangi perkembangan tersebut dengan perubahan yang dinamis pada lanskap pajak dalam kegiatan bisnis internasional.

Apa itu 'pajak internasional'? Pajak internasional merupakan suatu terminologi yang merujuk pada aspek internasional dari ketentuan pajak dari masing-masing negara (Darussalam, Hutagaol, dan Septriadi, 2010).

Ketentuan tersebut dapat saja berbeda dan saling berbenturan dengan negara lainnya sehingga dapat terjadi klaim hak pemajakan terhadap suatu objek maupun subjek pajak yang sama oleh 2 negara. Klaim tersebut dapat menimbulkan pemajakan berganda.

Untuk menghindari pemajakan berganda tersebut, pemahaman pajak internasional merupakan suatu hal yang penting dimiliki sebagai alat menghadapi globalisasi dan digitalisasi. Salah satunya, pemahaman mengenai perjanjian pajak internasional yang digunakan untuk meminimalisir pemajakan berganda, yaitu perjanjian penghindaran pajak berganda (P3B).

P3B, atau dalam bahasa Inggris disebut tax treaty, adalah perjanjian perpajakan antara 2 negara mengenai hak-hak pemajakan masing-masing negara yang dibuat untuk meminimalisir pemajakan berganda.

Martin Hearson (2016) menyatakan, pada prinsipnya, P3B ditujukan untuk menentukan alokasi hal pemajakan yang timbul dari suatu transaksi yang terjadi di antara negara sumber dan negara domisili. Negara sumber adalah negara tempat sumber penghasilan berasal, sedangkan negara domisili adalah negara tempat wajib pajak berdomisili.

P3B ini membatasi ketentuan pajak domestik masing-masing negara berdasarkan hukum kebiasaan internasional. P3B antardua negara mitra perjanjian akan digunakan sebagai salah satu sumber hukum yang lebih utama dari peraturan perpajakan domestik kedua negara mitra perjanjian tersebut. Hal tersebut dikarenakan kedudukan P3B berada di atas ketentuan domestik sebagaimana P3B merupakan perjanjian yang bersifat lex specialis terhadap ketentuan domestik (lex generalis).

Setiap P3B mempunyai prinsip dasar yang hampir sama, yaitu setiap negara yang terlibat dapat menyusun P3B berdasarkan model perjanjian yang diakui secara internasional, yaitu seperti OECD Model dan UN Model. P3B tersebut mengatur berbagai pemajakan. Di antaranya seperti pemajakan penghasilan dari usaha, penghasilan dari aset tak bergerak, penghasilan dividen, penghasilan bunga, penghasilan royalti, penghasilan dari pekerjaan bebas, dan lain sebagainya.

Pemahaman lebih mendalam mengenai konsep P3B dan ketentuan dalam setiap pasalnya akan diulas secara lengkap melalui intensive course yang akan diselenggarakan oleh DDTC Academy bertajuk 'Fundamental of International Tax and Treaty Interpretation – Batch 10' mulai 27 Agustus 2022 mendatang.

Melalui kelas intensive course tersebut, para peserta akan dibekali dengan berbagai topik terkait pajak internasional, mulai dari landasan konseptual hingga perkembangan terkini. Struktur P3B serta interpretasinya akan menjadi satu dari banyak topik kelas intensive course yang akan dibawakan oleh para pengajar bersertifikat dan berpengalaman dengan isu-isu pajak internasional.

Pada kelas intensive course kali ini, peserta juga akan memperoleh 2 buku terbitan DDTC sekaligus secara gratis, yaitu buku Konsep dan Aplikasi Pajak Penghasilan dan Susunan dalam Satu Naskah Undang-Undang Pajak Terbaru.

Informasi selengkapnya, baca di laman berikut. Segera daftarkan diri Anda pada program Intensive Course: Fundamental of International Tax and Treaty Interpretation (Batch 10) melalui link berikut:

https://academy.ddtc.co.id/intensive_course

Membutuhkan bantuan mengenai program ini? Hubungi Hotline DDTC Academy +62812-8393-5151 (Vira), email [email protected] (Vira), atau melalui akun Instagram DDTC Academy (@ddtcacademy). (sap)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : DDTC Academy, agenda pajak, kursus pajak, seminar pajak, intensive course, pajak internasional, P3B, tax treaty

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

berita pilihan

Minggu, 02 Oktober 2022 | 10:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Kapan Faktur Pajak Dibuat? Simak Lagi Aturannya di Sini

Minggu, 02 Oktober 2022 | 10:00 WIB
VIETNAM

Harga Masih Tinggi, Kadin Usulkan Pajak BBM Dihapus Sementara

Minggu, 02 Oktober 2022 | 09:30 WIB
PROVINSI PAPUA

Cegah Registrasi Kendaraan Dihapus, WP Diimbau Ikut Pemutihan Pajak

Minggu, 02 Oktober 2022 | 09:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pemerintah Bakal Siapkan Skema Pengamanan Penerimaan Pajak

Minggu, 02 Oktober 2022 | 07:00 WIB
KPP PRATAMA PAMEKASAN

One on One dengan Wajib Pajak, Fiskus Datangi Pabrik Rokok

Minggu, 02 Oktober 2022 | 06:00 WIB
PENERIMAAN NEGARA

Risiko Gejolak Harga Komoditas Bayangi Prospek Pendapatan Negara 2023

Sabtu, 01 Oktober 2022 | 16:35 WIB
KONSENSUS PAJAK GLOBAL

Penuh Tantangan, Presidensi G-20 Bisa Percepat Implementasi 2 Pilar

Sabtu, 01 Oktober 2022 | 16:25 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Penghitungan PPN Atas Penyediaan Jasa Pembayaran

Sabtu, 01 Oktober 2022 | 14:30 WIB
SKOTLANDIA

Skotlandia Ogah Ikuti Langkah Inggris Pangkas Tarif PPh OP