Berita
Jum'at, 28 Januari 2022 | 17:30 WIB
KOTA MANADO
Jum'at, 28 Januari 2022 | 17:27 WIB
PENANGANAN COVID-19
Jum'at, 28 Januari 2022 | 17:00 WIB
INVESTASI
Jum'at, 28 Januari 2022 | 16:49 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA
Fokus
Data & Alat
Rabu, 26 Januari 2022 | 08:11 WIB
KURS PAJAK 26 JANUARI - 1 FEBRUARI 2022
Rabu, 19 Januari 2022 | 09:17 WIB
KURS PAJAK 19 JANUARI - 25 JANUARI 2022
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Reportase
Perpajakan.id

Penting untuk Wajib Pajak, Kelola Risiko Kepatuhan Anda

A+
A-
2
A+
A-
2
Penting untuk Wajib Pajak, Kelola Risiko Kepatuhan Anda

Assistant Manager Tax Compliance & Litigation Services DDTC Riyhan Juli Asyir memaparkan materi dalam webinar bertajuk Managing Potential Tax Risks and Request of Information (SP2DK). (tangkapan layar Zoom)

JAKARTA, DDTCNews - Otoritas telah menerapkan skema Compliance Risk Management (CRM) untuk memetakan risiko kepatuhan wajib pajak. Merespons kondisi ini, wajib pajak harus dapat mengelola risiko kepatuhannya dengan baik.

Dalam webinar bertajuk Managing Potential Tax Risks and Request of Information (SP2DK), Assistant Manager Tax Compliance & Litigation Services DDTC Riyhan Juli Asyir mengatakan ada 4 pilar dasar risiko kepatuhan. Keempatnya adalah risiko pendaftaran, pelaporan, pembayaran, dan kebenaran pelaporan.

“Pengelolaan risiko kepatuhan yang tidak baik tentu menimbulkan dampak yang kurang baik bagi wajib pajak. Hal ini juga dapat memengaruhi reputasi wajib pajak,” ujar Riyhan, Kamis (29/7/20201).

Baca Juga: Wajib Pajak UMKM Bisa Catat Omzet dan Buat Kode Billing di Fitur Ini

Penerapan CRM, sambung Riyhan, membuat wajib pajak diperlakukan lebih adil. Pasalnya, pemetaan kepatuhan wajib pajak akan berpengaruh pada perbedaan perlakuan (treatment) dari otoritas kepada wajib pajak. Simak pula ‘Pemetaan Kepatuhan Pajak Perlu Diikuti Pemberian Kepastian bagi WP’.

Dalam Renstra Ditjen Pajak (DJP) 2020-2024, otoritas akan memanfaatkan data level risiko kepatuhan wajib pajak dari CRM untuk mendukung pemeriksaan. Otoritas pada gilirannya akan memprioritaskan pengujian kepatuhan kepada wajib pajak dengan risiko tinggi dan risiko menengah.

Otoritas juga akan menigkatkan kualitas pelayanan pada wajib pajak berisiko rendah. Penanganan wajib pajak akan tepat guna dan efektif sesuai dengan level risiko wajib pajak. CRM juga membantu perencanaan pegawai otoritas sesuai dengan kebutuhan penanganan setiap level risiko kepatuhan wajib pajak.

Baca Juga: Peringatan DJP: Segera Lunasi Utang Pajak Sebelum 'Hard Collection'

Dalam kesempatan tersebut, Riyhan juga menjelaskan tentang model manajemen risiko pajak. Dia juga menjelaskan 5 faktor yang memengaruhi perilaku kepatuhan wajib pajak, yaitu bisnis, industri, sosiologis, ekonomi, dan psikologis.

“Otoritas perlu memahami faktor apa yang memengaruhi wajib pajak untuk patuh atau tidak. Ini untuk mengembangkan strategi lebih tepat, efisien, dan terarah. Makin patuh wajib pajak tentu penanganannya akan disesuaikan,” imbuh Riyhan.

Sebagai informasi, webinar yang digelar DDTC Academy ini merupakan salah satu seri dari DDTC Tax Audit & Tax Dispute Webinar Series. Acara ini diselenggarakan bersamaan dengan momentum HUT ke-14 DDTC. Ada 3 seri webinar lain yang akan diselenggarakan. Simak infonya di sini. (kaw)

Baca Juga: Sudah Bikin NPWP Tapi Kartunya Belum Dikirim? Simak Penjelasan DJP

Topik : DDTC Tax Audit & Tax Dispute Webinar Series, DDTC Academy, SP2DK, kepatuhan pajak

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Jum'at, 14 Januari 2022 | 15:27 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Cari Tahu di Sini! Apa itu LHP2DK?

Jum'at, 14 Januari 2022 | 11:42 WIB
PELAPORAN SPT

Siap-Siap, Wajib Pajak Bakal Terima Email Blast Lagi dari DJP

Jum'at, 14 Januari 2022 | 10:01 WIB
PELAPORAN SPT TAHUNAN

495 Wajib Pajak Sudah Lapor SPT Tahunan, Semuanya Lewat DJP Online

Jum'at, 14 Januari 2022 | 09:00 WIB
PELAPORAN SPT TAHUNAN

Masih Sepi, Baru 495 Wajib Pajak Lapor SPT Tahunan 2021

berita pilihan

Jum'at, 28 Januari 2022 | 17:30 WIB
KOTA MANADO

Pemkot Beri Hadiah Sepeda Motor untuk Wajib Pajak Patuh

Jum'at, 28 Januari 2022 | 17:27 WIB
PENANGANAN COVID-19

Kasus Omicron Terus Bergerak Naik, Begini Pesan Jokowi

Jum'at, 28 Januari 2022 | 17:04 WIB
PROFIL PAJAK KABUPATEN INDRAMAYU

Simak di Sini, Profil Pajak Salah Satu Daerah Penghasil Beras Nasional

Jum'at, 28 Januari 2022 | 17:00 WIB
INVESTASI

Aliran Investasi ke Sektor Manufaktur Mulai Membaik, Ini Catatan BKPM

Jum'at, 28 Januari 2022 | 16:49 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Promosi PPS Makin Kencang, Petugas Pajak Datangi Usaha Studio Foto

Jum'at, 28 Januari 2022 | 16:30 WIB
AMERIKA SERIKAT

Pajak Tinggi Tak Mampu Seret Elon Musk dari Posisi Orang Terkaya Dunia

Jum'at, 28 Januari 2022 | 16:00 WIB
KABUPATEN BATANG

Dukung Program Sertifikat Tanah, Pemda Bebaskan Pungutan BPHTB

Jum'at, 28 Januari 2022 | 15:30 WIB
TIPS PAJAK

Cara Mengaktifkan Fitur Portal Layanan di DJP Online

Jum'at, 28 Januari 2022 | 15:01 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Peserta TA Punya Harta Belum Dilaporkan, Ini Konsekuensi Tak Ikut PPS

Jum'at, 28 Januari 2022 | 15:00 WIB
UU HPP

Ada UU HPP, Bagaimana Ketentuan Lapisan Tarif PPh untuk Pesangon?