Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Pengujian Kewajaran Transaksi Guarantee Fee

2
2

PADA pertengahan tahun 2018, OECD mengeluarkan Public Discussion Draft BEPS Actions 8-10 Financial Transactions. Salah satu topik yang dibahas dalam draf diskusi ini adalah penerapan prinsip kewajaran dan kelaziman atas transaksiguarantee fee.

Transaksi guarantee fee muncul sebagai kompensasi atas penjaminan pinjaman yang dilakukan oleh pihak penjamin, yang dalam hal ini umumnya adalah pihak induk perusahaan kepada anak perusahaan sebagai pihak yang mengajukan pinjaman kepada lembaga keuangan independen.

Salah satu aspek yang menjadi isu dalam transaksi di atas adalah kewajaran guarantee fee yang dikenakan oleh induk perusahaan kepada anak perusahaan. Dalam draf diskusi yang disusun oleh BEPS disebutkan terdapat lima metode yang dapat digunakan, yaitu (i) CUP method, (ii) yield approach,(iii) cost approach, (iv) valuation of expected loss approach, dan (v) capital support method.

Pada kesempatan ini, penulis akan membatasi pembahasan kepada metode yang dianggap paling dapat diandalkan dan paling umum digunakan, yaitu CUP method dan yield approach.

CUP Method

Cara melakukan pengujian dengan CUP method adalah dengan membandingkan pembayaran guarantee fee yang dilakukan kepada pihak afiliasi dengan pembayaran guarantee fee dalam transaksi yang independen. Pengujian ini dapat menggunakan pembanding internal maupun pembanding eksternal. Pembanding internal dapat digunakan ketika terdapat pembayaran guarantee fee sebanding yang dilakukan kepada pihak independen. Jika pembanding internal tidak dapat digunakan maka pembanding eksternal dapat digunakan dengan mengakses database terkait perjanjianguarantee fee independen.

Dalam melakukan pencarian pembanding baik secara internal maupun eksternal terdapat tiga faktor kesebandingan yang perlu diperhatikan yaitu (i) profil risiko dari penerima pinjaman, (ii) ketentuan dalam perjanjian guarantee fee, dan (iii) ketentuan dalam perjanjian pinjaman. Apabila faktor kesebandingan ini dapat terpenuhi maka pengujian dengan CUP method merupakan pendekatan yang paling dapat diandalkan dalam menentukan kewajaran pembayaran guarantee fee. Hanya saja dalam praktiknya penerapan metode ini memiliki tantangan terutama dalam hal menemukan perjanjian yang benar-benar sebanding.

Yield Approach

Metode yield approach dilakukan dengan mengukur manfaat yang didapatkan oleh pihak anak perusahaan atas penggunaan jaminan dari induk perusahaan. Manfaat dalam konteks ini dapat diukur dengan cara membandingkan tingkat bunga pinjaman dengan adanya jaminan dan tingkat bunga pinjaman tanpa adanya jaminan.

Cara melakukan pendekatan ini adalah dengan menghitung credit rating anak perusahaan secara stand-alone dan creditrating anak perusahaan setelah mendapatkan jaminan dari induk perusahaan. Berdasarkan analisis credit rating akan diketahui berapa tingkat bunga pinjaman yang didapatkan sesuai masing-masing credit rating. Selanjutnya, dilakukan perbandingan antara selisih tingkat bunga yang diperoleh dengan tingkat guarantee fee yang dibayarkan anak perusahaan. Selisih tingkat bunga pinjaman ini kemudian akan dibandingkan dengan jumlah guarantee fee yang dibayarkan oleh anak perusahaan kepada induk perusahaan. Berikut contoh atas pendekatan di atas.

Credit rating anak perusahaan secara stand-alone adalah BB dan tingkat bunga pinjaman yang diperoleh adalah 13%. Jika memakai jaminan dari induk perusahaan maka credit rating akan meningkat menjadi AA dan tingkat bunga pinjaman menurun menjadi 10%. Pada transaksi ini, anak perusahaan membayar guarantee fee sebesar 1% kepada induk perusahaan serta diketahui bahwa total manfaat bersih yang didapat anak perusahaan adalah 2%.

Berdasarkan contoh di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa guarantee fee sebesar 1% yang dibayarkan anak perusahaan sudah wajar karena lebih kecil dari penghematan tingkat bunga pinjaman sebesar 3%. Hal ini sesuai dengan prinsip bahwa suatu perusahaan akan memiliki motivasi untuk melakukan transaksi guarantee fee jika total biaya pinjaman yang dikeluarkan lebih rendah dari total biaya pinjaman yang didapatkan tanpa jaminan.

Penjelasan di atas mengkonfirmasi bahwa metode yang paling diandalkan untuk pengujian kewajaran transaksiguarantee fee adalah CUP method. Tantangan dalam penerapan metode ini adalah pemenuhan syarat tingkat kesebandingan yang tinggi. Selain CUP Method pengujian transaksi guarantee fee juga dapat dilakukan dengan pengukuran manfaat yang diperoleh penerima jaminan dengan yield approach.

Topik : analisis pajak, transfer pricing, guarantee fee
Komentar
Dapatkan hadiah berupa merchandise DDTCNews masing-masing senilai Rp250.000 yang diberikan kepada dua orang pemenang. Redaksi akan memilih pemenang setiap dua minggu sekali, dengan berkomentar di artikel ini! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Selasa, 17 September 2019 | 14:11 WIB
ANALISIS TRANSFER PRICING
Selasa, 17 September 2019 | 10:15 WIB
ANALISIS TRANSFER PRICING
Senin, 16 September 2019 | 14:15 WIB
ANALISIS PAJAK
Senin, 16 September 2019 | 12:15 WIB
ANALISIS PAJAK
berita pilihan
Rabu, 07 Desember 2016 | 20:05 WIB
RUU KUP: KEBERATAN & BANDING
Rabu, 14 Desember 2016 | 18:30 WIB
RUU KUP: HUKUM ACARA PIDANA
Selasa, 13 Desember 2016 | 14:41 WIB
RUU KUP - TERMINOLOGI PAJAK
Kamis, 26 Januari 2017 | 16:55 WIB
RUU KUP - POLA PEMIDANAAN
Kamis, 26 Januari 2017 | 17:15 WIB
RUU KUP - POLA PEMIDANAAN
Rabu, 18 Januari 2017 | 14:37 WIB
RUU KUP - KEWENANGAN PENYIDIK PAJAK
Kamis, 29 Desember 2016 | 15:30 WIB
RUU KUP - DELIK & SANKSI PIDANA
Jum'at, 29 Desember 2017 | 17:10 WIB
REFLEKSI 2017 & OUTLOOK PERPAJAKAN 2018 (Bagian II-Habis)
Kamis, 28 Desember 2017 | 17:48 WIB
REFLEKSI 2017 & OUTLOOK PERPAJAKAN 2018 (Bagian I)
Selasa, 16 Oktober 2018 | 09:15 WIB
PERPAJAKAN INDONESIA