Review
Minggu, 19 September 2021 | 09:00 WIB
Dir. Kepabeanan Internasional dan Antar-Lembaga DJBC Syarif Hidayat:
Rabu, 15 September 2021 | 11:45 WIB
TAJUK
Rabu, 08 September 2021 | 18:19 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 September 2021 | 17:06 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 15 September 2021 | 11:00 WIB
STATISTIK FISKAL DAERAH
Rabu, 15 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 15 - 21 SEPTEMBER 2021
Rabu, 08 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 8 - 14 SEPTEMBER 2021
Rabu, 01 September 2021 | 11:15 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Komunitas
Selasa, 21 September 2021 | 17:20 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Selasa, 21 September 2021 | 16:55 WIB
TRANSFER PRICING
Selasa, 21 September 2021 | 12:15 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Senin, 20 September 2021 | 16:04 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Reportase
Perpajakan.id

Penduduk Miskin Indonesia 27,54 Juta Orang, Ini Data Terbaru BPS

A+
A-
1
A+
A-
1
Penduduk Miskin Indonesia 27,54 Juta Orang, Ini Data Terbaru BPS

Kepala BPS Margo Yuwono menyampaikan data perkembangan jumlah penduduk miskin di Indonesia. (tangkapan layar Youtube)

JAKARTA, DDTCNews – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin pada Maret 2021 sebanyak 27,54 juta orang.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan penduduk miskin tersebut setara 10,14% dari jumlah penduduk, turun 0,05 poin persentase terhadap posisi September 2020 yang sebesar 10,19%. Menurutnya, jumlah kemiskinan di perkotaan menunjukkan kenaikan sedangkan di perdesaan justru menurun.

"Ini menunjukkan berbagai program desa atau dana desa berdampak baik dalam memberantas kemiskinan di perdesaan," katanya, dikutip pada Jumat (16/7/2021).

Baca Juga: Neraca Perdagangan Agustus 2021 Surplus US$4,74 M, Begini Perinciannya

Margo mengatakan jumlah penduduk miskin di perkotaan tercatat 7,89% pada Maret 2021 atau naik 0,01 poin persentase dari posisi September 2020 sebanyak 7,88%. Sementara itu, persentase penduduk miskin perdesaan turun menjadi 13,10% dari sebelumnya 13,20%.

Garis Kemiskinan pada Maret 2021 tercatat sebesar Rp472.525 per kapita per bulan, naik 2,96% dibandingkan dengan garis kemiskinan pada September 2020 sebesar Rp458.947 per kapita per bulan. Komposisinya terdiri atas garis kemiskinan makanan Rp349.474 (73,96%) dan garis kemiskinan bukan makanan Rp123.051,00 (26,04%).

Garis kemiskinan yakni suatu nilai pengeluaran minimum kebutuhan makanan dan nonmakanan yang harus dipenuhi agar tidak dikategorikan miskin. Penduduk dengan rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan akan masuk dalam kelompok miskin.

Baca Juga: Waduh, Ketimpangan Horizontal Pajak Daerah Masih Besar

Adapun secara rata-rata, rumah tangga miskin di Indonesia pada Maret 2021 memiliki 4,49 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya garis kemiskinan per rumah tangga miskin secara rata-rata adalah sebesar Rp2.121.637 per rumah tangga miskin per bulan.

Selain angka kemiskinan, BPS juga memaparkan data ketimpangan atau gini ratio pada Maret 2021. Margo menyebut ketimpangan pada Maret 2021 sebesar 0,384 atau naik dari posisi Maret 2020 yang sebesar 0,381.Namun, angka ketimpangan tersebut turun dibandingkan dengan posisi September 2020 yang sebesar 0,385.

Ketimpangan di perkotaan pada Maret 2021 tercatat sebesar 0,401, naik dibanding posisi September 2020 yang sebesar 0,399 dan Maret 2020 sebesar 0,393. Sementara di perdesaan, ketimpangan pada Maret 2021 sebesar 0,315, turun dibandingkan dengan posisi September 2020 sebesar 0,319 dan Maret 2020 sebesar 0,317.

Baca Juga: Memungut Pajak Kekayaan dari Crazy Rich Asians

Jika dilihat berdasarkan pada wilayah, peningkatan ketimpangan tertinggi terjadi di Jawa Barat, yakni 0,412 pada Maret 2021 atau naik 0,014 poin dari posisi September 2020 yang sebesar 0,359. Sementara itu, penurunan ketimpangan tertinggi tercatat di Kalimantan Selatan, yakni 0,330 atau turun 0,021 poin dari 0,351 pada September 2020. (kaw)

Topik : kemiskinan, ketimpangan, gini ratio, BPS

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 02 Juni 2021 | 13:04 WIB
INDEKS HARGA KONSUMEN

Permintaan Naik Selama Ramadan, Inflasi Mei 2021 Sebesar 0,32%

Selasa, 01 Juni 2021 | 07:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Sri Mulyani Minta RUU HKPD Segera Disahkan untuk Tekan Ketimpangan

Kamis, 20 Mei 2021 | 12:50 WIB
KINERJA EKONOMI

Harga Komoditas Melonjak, Kinerja Ekspor April 2021 Positif

Rabu, 05 Mei 2021 | 18:10 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Yakin PDB Kuartal II/2021 Mulai Positif, Ini Alasan Menko Airlangga

berita pilihan

Rabu, 22 September 2021 | 07:00 WIB
KEBIJAKAN CUKAI

Gandeng Bea Cukai, Kemenperin Optimalkan Serapan Tembakau Lokal

Selasa, 21 September 2021 | 19:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Peroleh Insentif Fiskal Beragam, Industri Furnitur Sanggup Tumbuh 8%

Selasa, 21 September 2021 | 18:49 WIB
PAJAK PERTAMBAHAN NILAI

Begini Ketentuan PPN Penjualan Motor atau Mobil Bekas

Selasa, 21 September 2021 | 18:30 WIB
THAILAND

Tingkatkan Sektor Litbang, Thailand Rilis Aturan Baru Soal Tax Holiday

Selasa, 21 September 2021 | 18:06 WIB
LAYANAN PAJAK

DJP Minta Wajib Pajak Lapor Jika Temui Ini Saat Manfaatkan Layanan

Selasa, 21 September 2021 | 17:30 WIB
PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL

OECD Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Jadi 3,7% Tahun Ini

Selasa, 21 September 2021 | 17:20 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021

Transparansi dan Upaya Mendapat Kepercayaan Wajib Pajak

Selasa, 21 September 2021 | 17:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Turun ke Lapangan, Begini Cara Ditjen Pajak Olah Data yang Dikumpulkan

Selasa, 21 September 2021 | 16:55 WIB
TRANSFER PRICING

Tak Cuma Pajak, Isu Transfer Pricing Juga Sentuh Aspek Bisnis & Hukum

Selasa, 21 September 2021 | 16:30 WIB
AMERIKA SERIKAT

Dinilai Diskriminatif, Usulan Insentif Pajak Ditentang Toyata & Honda