Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Pemerintah Luncurkan Kalkulator PBB Online

0
0

LONDON, DDTCNews – Pemerintah mengumumkan telah meluncurkan kalkulator pajak online guna memudahkan dalam menghitung berapa jumlah pajak yang seharusnya dibayarkan oleh wajib pajak di ibukota Inggris ini.

Bendahara Pemerintah Kota London Martin Hayward menjelaskan bahwa salah satu fitur yang dapat digunakan dari kalkulator ini adalah wajib pajak dapat menghitung sendiri berapa tagihan pajak bumi bangunan (PBB) berdasarkan anggaran kota terbaru.

“Saat ini, wajib pajak London sudah bisa mencoba kalkulator PBB online yang tersedia di website resmi Pemerintah Kota London,” ungkap Martin, Selasa (18/10).

Baca Juga: Menkeu Rilis Penetapan Kurang Bayar & Lebih Bayar DBH pada 2019

Pada November tahun lalu, sebuah kepanitiaan dibentuk dan diberi tugas membuat kalkulator pajak online. Pemerintah yang bekerja sama dengan Open North -sebuah perusahaan swasta penyedia perangkat lunak- membutuhkan waktu hampir 1 tahun untuk membangun kalkulator PBB ini.

Kalkulator PBB ini akan dipromosikan untuk tahun pajak 2017. Untuk menggunakannya, wajib pajak dapat memilih jenis properti dan memasukkan nilai properti. Kalkulator akan menampilkan rincian estimasi tagihan PBB dengan diagram dan grafik.

Selain itu, seperti dilansir dari lfpress.com, website ini juga menyeduiakan informasi berapa banyak hasil dari pembayaran PBB yang akan dialokasikan untuk pelayanan publik.

Baca Juga: Pentingnya HPB dan Biaya Penyesuaian PBB Batu Bara

Martin memberikan contoh, seorang pemilik rumah yang membayar PBB sebesar US$1.174 (Rp15,3 juta). Dari jumlah tersebut, sebanyak US$213 (Rp3juta) untuk kepolisian, US$61 (Rp795.684) untuk transportasi publik, dan US$83 (Rp1juta) untuk perbaikan jalan. (Gfa)

“Saat ini, wajib pajak London sudah bisa mencoba kalkulator PBB online yang tersedia di website resmi Pemerintah Kota London,” ungkap Martin, Selasa (18/10).

Baca Juga: Menkeu Rilis Penetapan Kurang Bayar & Lebih Bayar DBH pada 2019

Pada November tahun lalu, sebuah kepanitiaan dibentuk dan diberi tugas membuat kalkulator pajak online. Pemerintah yang bekerja sama dengan Open North -sebuah perusahaan swasta penyedia perangkat lunak- membutuhkan waktu hampir 1 tahun untuk membangun kalkulator PBB ini.

Kalkulator PBB ini akan dipromosikan untuk tahun pajak 2017. Untuk menggunakannya, wajib pajak dapat memilih jenis properti dan memasukkan nilai properti. Kalkulator akan menampilkan rincian estimasi tagihan PBB dengan diagram dan grafik.

Selain itu, seperti dilansir dari lfpress.com, website ini juga menyeduiakan informasi berapa banyak hasil dari pembayaran PBB yang akan dialokasikan untuk pelayanan publik.

Baca Juga: Pentingnya HPB dan Biaya Penyesuaian PBB Batu Bara

Martin memberikan contoh, seorang pemilik rumah yang membayar PBB sebesar US$1.174 (Rp15,3 juta). Dari jumlah tersebut, sebanyak US$213 (Rp3juta) untuk kepolisian, US$61 (Rp795.684) untuk transportasi publik, dan US$83 (Rp1juta) untuk perbaikan jalan. (Gfa)

Topik : berita pajak internasional, profil perpajakan Inggris, kalkulator pajak, pbb
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Sabtu, 14 September 2019 | 15:45 WIB
ZONE EURO EROPA
Selasa, 23 April 2019 | 11:16 WIB
ZIMBABWE
Senin, 12 September 2016 | 17:01 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 31 Agustus 2017 | 08:54 WIB
ZIMBABWE
berita pilihan
Senin, 13 Mei 2019 | 13:33 WIB
FILIPINA
Jum'at, 12 April 2019 | 17:02 WIB
JERMAN
Jum'at, 12 April 2019 | 18:16 WIB
BREXIT
Jum'at, 12 April 2019 | 18:45 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 12 April 2019 | 19:02 WIB
FINLANDIA
Senin, 15 April 2019 | 10:30 WIB
AMERIKA SERIKAT
Senin, 15 April 2019 | 15:22 WIB
AMERIKA SERIKAT
Senin, 15 April 2019 | 18:24 WIB
NIGERIA
Senin, 15 April 2019 | 18:43 WIB
JEPANG