Review
Rabu, 08 Desember 2021 | 11:15 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 08 Desember 2021 | 10:15 WIB
WAKIL MENTERI KEUANGAN SUAHASIL NAZARA:
Senin, 06 Desember 2021 | 15:43 WIB
OPINI PAJAK
Kamis, 02 Desember 2021 | 14:57 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Rabu, 08 Desember 2021 | 10:45 WIB
KAMUS KEBIJAKAN FISKAL
Senin, 06 Desember 2021 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 06 Desember 2021 | 17:00 WIB
TIPS CUKAI
Jum'at, 03 Desember 2021 | 19:00 WIB
KAMUS PERPAJAKAN
Data & Alat
Rabu, 08 Desember 2021 | 08:31 WIB
KURS PAJAK 8 DESEMBER - 14 DESEMBER 2021
Rabu, 01 Desember 2021 | 08:17 WIB
KURS PAJAK 1 DESEMBER - 7 DESEMBER 2021
Rabu, 24 November 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 24 NOVEMBER - 30 NOVEMBER 2021
Rabu, 17 November 2021 | 08:51 WIB
KURS PAJAK 17 NOVEMBER - 23 NOVEMBER 2021
Reportase
Perpajakan.id

Pancing Ekspatriat, Tarif Pajak Penghasilan Bakal Dipatok 17%

A+
A-
1
A+
A-
1
Pancing Ekspatriat, Tarif Pajak Penghasilan Bakal Dipatok 17%

Ilustrasi.

BANGKOK, DDTCNews - Otoritas pajak Thailand terus mematangkan rencana penurunan tarif pajak penghasilan (PPh) orang pribadi menjadi 17% untuk para ekspatriat atau tenaga kerja asing.

Dirjen Departemen Pendapatan Ekniti Nitithanprapas mengatakan penurunan tarif tersebut dilakukan untuk menarik lebih banyak ekspatriat dengan keahlian khusus. Thailand saat ini masih membutuhkan para profesional dengan keterampilan tertentu untuk bekerja di negara tersebut.

"Para ahli asing yang akan memenuhi syarat untuk pajak lebih rendah ini harus bekerja pada bidang yang masih kekurangan. Mereka dapat bekerja di mana saja di Thailand," katanya, dikutip pada Minggu (17/10/2021).

Baca Juga: UU HKPD Sah! Pajak Hotel, Restoran Hingga Parkir Digabung Jadi Satu

Ekniti menuturkan tarif PPh orang pribadi saat ini bersifat progresif. Wajib pajak dengan penghasilan tahunan 150.001 baht—300.000 baht atau atau Rp69,2 juta—Rp125,8 juta dikenakan tarif 5%. Lalu, wajib pajak berpenghasilan di atas 5 juta baht dikenakan tarif tertinggi 35%.

Kabinet baru-baru ini telah menyepakati sejumlah langkah untuk menarik ekspatriat untuk tinggal di Thailand dalam jangka panjang. Salah satu kebijakan yang ditempuh adalah memberikan tarif PPh khusus.

Namun demikian, lanjut Ekniti, keringanan pajak penghasilan tersebut akan memiliki masa berlaku atau tidak bersifat permanen. Saat ini, pemerintah masih belum menentukan periode keringanan pajak tersebut diberikan.

Baca Juga: Transformasi Ekonomi Hijau, Begini Desain Kebijakan Fiskal Pemerintah

Selain menurunkan tarif, Kabinet juga menyetujui pengurangan bea masuk untuk beberapa barang seperti anggur, minuman beralkohol, dan cerutu hingga 50% selama 5 tahun untuk menarik lebih banyak ekspatriat ke Thailand.

Seperti dilansir bangkokpost.com, tarif bea masuk atas barang-barang tersebut saat ini masih pada kisaran 30% sampai dengan 60%. (rig)

Baca Juga: Beberkan Dampak Korupsi, Sri Mulyani: Penyakit dan Bahayanya Nyata
Topik : thailand, keringanan pajak, pajak penghasilan, ekspatriat, pajak, pajak internasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 07 Desember 2021 | 13:39 WIB
RUU HKPD

RUU HKPD Disahkan, Sri Mulyani: PAD akan Meningkat Secara Terukur

Selasa, 07 Desember 2021 | 13:00 WIB
KEBIJAKAN FISKAL

Sri Mulyani Tantang Pertamina Lakukan Budget Tagging, Ini Alasannya

Selasa, 07 Desember 2021 | 12:51 WIB
RUU HKPD

Sah! RUU HKPD Resmi Jadi Undang-Undang

berita pilihan

Rabu, 08 Desember 2021 | 12:30 WIB
KEBIJAKAN FISKAL

Transformasi Ekonomi Hijau, Begini Desain Kebijakan Fiskal Pemerintah

Rabu, 08 Desember 2021 | 12:01 WIB
HARI ANTIKORUPSI SEDUNIA

Beberkan Dampak Korupsi, Sri Mulyani: Penyakit dan Bahayanya Nyata

Rabu, 08 Desember 2021 | 12:00 WIB
PENEGAKAN HUKUM

Kasus Faktur Pajak Fiktif Rp10,2 M, Tersangka Diserahkan ke Kejaksaan

Rabu, 08 Desember 2021 | 11:15 WIB
HARTA PEJABAT NEGARA

Permudah Pegawai Lapor Harta Kekayaan, Dua Aplikasi Ini Diintegrasikan

Rabu, 08 Desember 2021 | 11:15 WIB
TAJUK PAJAK

Menjaga Ruang Fiskal Agar Bisa Tetap Responsif

Rabu, 08 Desember 2021 | 11:00 WIB
FILIPINA

Dorong Produktivitas Usaha, Keringanan Pajak Disiapkan

Rabu, 08 Desember 2021 | 10:45 WIB
KAMUS KEBIJAKAN FISKAL

Apa Itu Konsolidasi Fiskal?

Rabu, 08 Desember 2021 | 10:30 WIB
INFOGRAFIS PAJAK FOKUS AKHIR TAHUN

Perkembangan APBN Sebelum Defisit Kembali Maksimal 3% PDB

Rabu, 08 Desember 2021 | 10:15 WIB
WAKIL MENTERI KEUANGAN SUAHASIL NAZARA:

‘Pajak Itu Tidak Boleh Menghalangi Pemulihan Ekonomi’