Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Pajak Minuman Soda Diterapkan

0
0

PHILADELPHIA, DDTCNews – Philadelphia baru saja mengesahkan ketentuan pajak atas minuman soda. Penerapan pajak itu akan menambah biaya produksi minuman soda sebesar $1,5 sen pada setiap ons gula ataupun pemanis buatan yang digunakan.

Jim Kinney Walikota Philadelphia mengatakan pajak atas minuman soda ini diberlakukan guna mengurangi tingkat penyakit diabetes dan obesitas. Pajak tersebut akan diberlakukan mulai 1 Januari 2017.

“Dengan berlakunya pajak ini, estimasi peningkatan penerimaan bisa mencapai $91 juta per tahun,” kata Kinney.

Baca Juga: Pemerintah Tambah Jenis Produk Berpemanis yang Kena Cukai

Kinney menambahkan, estimasi peningkatan penerimaan hingga $91 juta itu akan digunakan untuk dana pendidikan, investasi ke tempat rekreasi, dan menambah dana umum kota. Dana ini juga digunakan sebagai kredit pajak bagi industri retail yang menjual minuman sehat.

Sebelumnya, seperti dilansir dari money.cnn.com, Kinney mengajukan tarif sebesar $3 sen per ons. Namun, setelah dibahas bersama dengan Dewan Kota Philadelphia, akhirnya disepakati tarif yang akan diberlakukan adalah $1,5 sen per ons.

Beberapa waktu yang lalu, Berkeley telah lebih dahulu mengenakan pajak atas minuman soda. Karena itu, Philadelphia menjadi kota kedua di Amerika Serikat yang menerapkan pajak atas minuman soda, setelah Berkeley.

Baca Juga: KAPj IAI Gelar Konferensi Pajak Internasional 2019, Berminat?

Sementara itu, Pemerintah Arab Saudi juga dikabarkan segera menyusul Philadelphia dalam penerapan pajak atas minuman soda. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan penerimaan pemerintah dan melepaskan ketergantungan pada penerimaan dari sektor minyak saja. (Amu)

“Dengan berlakunya pajak ini, estimasi peningkatan penerimaan bisa mencapai $91 juta per tahun,” kata Kinney.

Baca Juga: Pemerintah Tambah Jenis Produk Berpemanis yang Kena Cukai

Kinney menambahkan, estimasi peningkatan penerimaan hingga $91 juta itu akan digunakan untuk dana pendidikan, investasi ke tempat rekreasi, dan menambah dana umum kota. Dana ini juga digunakan sebagai kredit pajak bagi industri retail yang menjual minuman sehat.

Sebelumnya, seperti dilansir dari money.cnn.com, Kinney mengajukan tarif sebesar $3 sen per ons. Namun, setelah dibahas bersama dengan Dewan Kota Philadelphia, akhirnya disepakati tarif yang akan diberlakukan adalah $1,5 sen per ons.

Beberapa waktu yang lalu, Berkeley telah lebih dahulu mengenakan pajak atas minuman soda. Karena itu, Philadelphia menjadi kota kedua di Amerika Serikat yang menerapkan pajak atas minuman soda, setelah Berkeley.

Baca Juga: KAPj IAI Gelar Konferensi Pajak Internasional 2019, Berminat?

Sementara itu, Pemerintah Arab Saudi juga dikabarkan segera menyusul Philadelphia dalam penerapan pajak atas minuman soda. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan penerimaan pemerintah dan melepaskan ketergantungan pada penerimaan dari sektor minyak saja. (Amu)

Topik : berita pajak internasional, pajak internasional, pajak minuman soda, pajak gula
Komentar
Dapatkan hadiah berupa merchandise DDTCNews masing-masing senilai Rp250.000 yang diberikan kepada dua orang pemenang. Redaksi akan memilih pemenang setiap dua minggu sekali, dengan berkomentar di artikel ini! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Jum'at, 20 September 2019 | 14:55 WIB
AFRIKA SELATAN
Jum'at, 20 September 2019 | 14:26 WIB
KENYA
Jum'at, 20 September 2019 | 11:57 WIB
BRASIL
Kamis, 19 September 2019 | 15:23 WIB
LATVIA
berita pilihan
Rabu, 29 Maret 2017 | 15:50 WIB
MALAYSIA
Jum'at, 24 Maret 2017 | 10:56 WIB
AMERIKA SERIKAT
Selasa, 14 Februari 2017 | 11:55 WIB
THAILAND
Kamis, 06 Juli 2017 | 08:11 WIB
ETHIOPIA
Kamis, 18 Mei 2017 | 17:02 WIB
SPANYOL
Jum'at, 05 Agustus 2016 | 07:32 WIB
AUSTRALIA
Rabu, 22 Maret 2017 | 15:36 WIB
INDIA
Kamis, 03 November 2016 | 07:07 WIB
KENYA
Rabu, 28 September 2016 | 17:07 WIB
PAKISTAN
Rabu, 24 Agustus 2016 | 14:11 WIB
FILIPINA