Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

OJK Minta Pelaku Keuangan Siap Tampung Dana

0
0

JAKARTA, DDTCNews – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta supaya pelaku industri keuangan mempersiapkan diri untuk menampung dana hasil pengampunan pajak, khususnya kepada para broker efek dan bankir.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad mengatakan OJK telah memperhitungkan dana hasil repatriasi yang masuk akan banyak jumlahnya. Karena itu, OJK butuh bantuan dari berbagai industri keuangan untuk menampung dana tersebut, termasuk juga menampung dana deklarasi.

“Tidak hanya untuk deklarasi pengampunan pajak saja, tetapi juga repatriasi pengampunan pajak. Jadi kita secara keseluruhan industri keuangan telah menyiapkan diri termasuk bank, pasar modal, juga industri keuangan yang non-bank,” ujar Muliaman, Jakarta, Selasa (12/7).

Baca Juga: Pakistan akan Terapkan Tax Amnesty

Hingga saat ini, lanjut Muliaman, persiapan para industri keuangan sudah baik, dan masih menunggu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dari Menteri Keuangan.

PMK berperan untuk mempermudah menjawab tekanan dari berbagai pertanyaan teknis dari para calon peserta pengampunan pajak. “Kabarnya PMK akan selesai sekitar satu atau dua hari kedepan,” tambahnya.

Selain itu, sosialisasi juga sudah dilakukan kepada seluruh pelaksana industri keuangan, mulai dari para manajer investasi, bankir, dan broker yang siap menawarkan produk jasa keuangannya, termasuk Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mempersiapkan program pengampunan pajak.

Baca Juga: DPR: Relaksasi Ini Seharusnya Dijalankan Setelah Tax Amnesty

 “Saya minta persiapan mereka kalau nanti diperlukan layanan keuangan terutama dalam konteks tax amnesty. PMK itu akan memberikan outlet kalau repatriasi masuk ke layanan bank atau investasi pasar modal,” pungkas Muliaman. (Amu)

“Tidak hanya untuk deklarasi pengampunan pajak saja, tetapi juga repatriasi pengampunan pajak. Jadi kita secara keseluruhan industri keuangan telah menyiapkan diri termasuk bank, pasar modal, juga industri keuangan yang non-bank,” ujar Muliaman, Jakarta, Selasa (12/7).

Baca Juga: Pakistan akan Terapkan Tax Amnesty

Hingga saat ini, lanjut Muliaman, persiapan para industri keuangan sudah baik, dan masih menunggu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dari Menteri Keuangan.

PMK berperan untuk mempermudah menjawab tekanan dari berbagai pertanyaan teknis dari para calon peserta pengampunan pajak. “Kabarnya PMK akan selesai sekitar satu atau dua hari kedepan,” tambahnya.

Selain itu, sosialisasi juga sudah dilakukan kepada seluruh pelaksana industri keuangan, mulai dari para manajer investasi, bankir, dan broker yang siap menawarkan produk jasa keuangannya, termasuk Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mempersiapkan program pengampunan pajak.

Baca Juga: DPR: Relaksasi Ini Seharusnya Dijalankan Setelah Tax Amnesty

 “Saya minta persiapan mereka kalau nanti diperlukan layanan keuangan terutama dalam konteks tax amnesty. PMK itu akan memberikan outlet kalau repatriasi masuk ke layanan bank atau investasi pasar modal,” pungkas Muliaman. (Amu)

Topik : tax amnesty, dana repatriasi, instrumen keuangan
artikel terkait
Senin, 08 April 2019 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 15 Juni 2018 | 18:05 WIB
KREDIT PAJAK
Rabu, 06 Maret 2019 | 11:54 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Kamis, 31 Januari 2019 | 17:33 WIB
INSENTIF FISKAL
berita pilihan
Selasa, 19 Februari 2019 | 15:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 24 Juni 2017 | 10:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK 2017
Senin, 06 Mei 2019 | 14:30 WIB
PMK 49/2019
Jum'at, 26 Oktober 2018 | 15:43 WIB
PEKAN INKLUSI 2018
Jum'at, 25 Agustus 2017 | 12:05 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
Rabu, 24 Agustus 2016 | 10:48 WIB
RAKORNAS APIP
Senin, 06 Mei 2019 | 18:37 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Rabu, 10 April 2019 | 16:37 WIB
KEBIJAKAN EKONOMI
Senin, 18 Maret 2019 | 16:49 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Selasa, 18 September 2018 | 10:43 WIB
BERITA PAJAK HARI INI