Review
Kamis, 21 Oktober 2021 | 07:00 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:30 WIB
KONSULTASI PAJAK
Senin, 18 Oktober 2021 | 11:42 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 17 Oktober 2021 | 09:00 WIB
Kepala KPP Madya Dua Jakarta Selatan II Kurniawan:
Fokus
Data & Alat
Rabu, 20 Oktober 2021 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 20 OKTOBER - 26 OKTOBER 2021
Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 13 OKTOBER - 19 OKTOBER 2021
Rabu, 06 Oktober 2021 | 08:53 WIB
KURS PAJAK 6-12 OKTOBER 2021
Rabu, 22 September 2021 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 22 - 28 SEPTEMBER 2021
Reportase
Perpajakan.id

Menristek Klaim Terima Puluhan Proposal yang Minta Supertax Deduction

A+
A-
0
A+
A-
0
Menristek Klaim Terima Puluhan Proposal yang Minta Supertax Deduction

Menteri Riset dan Teknologi Bambang P.S. Brodjonegoro. (Foto: Youtube Metrotv)

JAKARTA, DDTCNews - Menteri Riset dan Teknologi Bambang P.S. Brodjonegoro menyebut telah menerima puluhan proposal mengenai penelitian dan pengembangan (litbang) yang menginginkan insentif supertax deduction.

Bambang mengatakan insentif itu diberikan untuk mendukung kegiatan litbang. Dengan insentif tersebut, pengusaha memperoleh pengurangan penghasilan bruto hingga 300%, yakni 100% dari jumlah biaya yang dikeluarkan dan tambahan 200% dari akumulasi biaya yang dikeluarkan.

"Sebenarnya saat ini sudah puluhan proposal yang masuk ke kantor kami. Namun tentunya kami akan benar-benar selektif," katanya dalam sebuah webinar, Rabu (27/1/2021).

Baca Juga: Besaran Supertax Deduction atas Kegiatan Litbang Tertentu

Bambang mengatakan kementeriannya akan berhati-hati dalam memberikan supertax deduction. Dia akan memastikan proposal litbang merupakan bidang prioritas yang ditetapkan dan telah memenuhi kaidah dari litbang, sesuai dengan PMK 153/2020.

Ia menargetkan pemberian insentif supertax deduction kepada beberapa perusahaan bisa dilakukan tahun ini. Secara umum, Bambang menyebut Kemenristek telah membuat sistem pendaftaran insentif supertax deduction bersama Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Ditjen Pajak (DJP).

Ketiga institusi tersebut telah menyiapkan rantai perizinan dari hulu hingga hilir, yang memudahkan pengusaha mengajukan supertax deduction.
Sayangnya, hingga kini pengajuan proposal litbang masih harus dikirimkan manual ke Kemenristek karena Online Single Submission belum siap.

Baca Juga: Syarat dan Ketentuan Memperoleh Insentif Supertax Deduction Litbang

Menurut Bambang, pemerintah akan terus menyosialisasikan insentif supertax deduction tersebut kepada para pengusaha. Alasannya, kebanyakan pengusaha masih meraba-raba soal kriteria litbang yang bisa memperoleh insentif pajak tersebut.

"Yang menarik itu, banyak perusahaan-perusahaan besar [yang mengajukan proposal supertax deduction]. Ini adalah sinyal bagus. Kami harap akan menular ke perusahaan-perusahaan lainnya di Indonesia," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani indrawati merilis PMK 153/2020 yang mengatur teknis pengajuan supertax deduction pada kegiatan litbang.

Baca Juga: Besaran Insentif Supertax Deduction Kegiatan Litbang

Pengusaha wajib menyampaikan proposal kegiatan litbang yang setidaknya memuat nomor dan tanggal proposal kegiatan litbang; nama dan nomor pokok wajib pajak (NPWP); fokus, tema, dan topik litbang; target capaian kegiatan litbang; serta nama dan NPWP dari rekanan litban.

Pengusaha juga harus melaporkan perkiraan waktu yang dibutuhkan sampai mencapai hasil akhir yang diharapkan dari kegiatan litbang; perkiraan jumlah pegawai dan/atau pihak lain yang terlibat dalam kegiatan litbang; serta perkiraan biaya dan tahun pengeluaran biaya.

Terdapat 11 fokus yang meliputi 105 tema litbang yang dapat mengajukan insentif pajak tersebut. Fokus bidangnya yakni pangan; farmasi, kosmetik, dan alat kesehatan; serta tekstil, kulit, alas kaki, dan aneka.

Baca Juga: Ini Penyebab Supertax Deduction atas Kegiatan Vokasi Tidak Diberikan

Kemudian, ada alat transportasi; elektronika dan telematika; energi; barang modal, komponen, dan bahan penolong; agroindustri; logam dasar dan bahan galian bukan logam; kimia dasar berbasis migas dan batu bara; serta pertahanan dan keamanan. (Bsi)

Topik : bappenas, supertax deduction, insentif litbang

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 03 Juni 2021 | 10:30 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL

Pemerintah Targetkan 3 Juta Lapangan Kerja Baru pada 2022

Rabu, 02 Juni 2021 | 12:31 WIB
POLITEKNIK NEGERI MANADO

Mengingatkan, Ada Insentif Pajak Pendidikan Vokasi yang Bisa Dipakai

Selasa, 04 Mei 2021 | 15:40 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Besok Diumumkan BPS, Pemerintah Proyeksi PDB Kuartal I Masih Minus

Selasa, 20 April 2021 | 17:26 WIB
KEBIJAKAN FISKAL

Penerapan Pajak Karbon di Indonesia, Ini Penjelasan Kepala Bappenas

berita pilihan

Senin, 25 Oktober 2021 | 13:47 WIB
APBN KITA

Soal Kenaikan Tarif Cukai Rokok 2022, Begini Penjelasan Pemerintah

Senin, 25 Oktober 2021 | 13:30 WIB
FILIPINA

Kegiatan Ekonomi Membaik, Setoran 'Pajak Dosa' Meningkat 19%

Senin, 25 Oktober 2021 | 13:22 WIB
UU HPP

Soal UU HPP, Dirjen Pajak: Pemerintah Lakukan Persiapan

Senin, 25 Oktober 2021 | 13:17 WIB
APBN KITA

Penerimaan PPh OP Masih Minus 0,3%, Begini Penjelasan Dirjen Pajak

Senin, 25 Oktober 2021 | 13:00 WIB
KABUPATEN MOJOKERTO

Jadi Temuan BPK, Penagihan Tunggakan Pajak Digencarkan

Senin, 25 Oktober 2021 | 12:57 WIB
APBN KITA

Tren Penerimaan Membaik, Dirjen Pajak Targetkan Tak Ada Shortfall 

Senin, 25 Oktober 2021 | 12:35 WIB
APBN KITA

Per September 2021, Setoran Pajak Seluruh Sektor Usaha Terus Membaik

Senin, 25 Oktober 2021 | 12:30 WIB
IRLANDIA

Irlandia Sepakati Konsensus Global, Akankah Google Cs Betah?

Senin, 25 Oktober 2021 | 12:19 WIB
APBN KITA

Penerimaan PPh Badan Tumbuh 7%, Pemulihan Dunia Usaha Berlanjut