Review
Rabu, 02 Desember 2020 | 15:04 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 29 November 2020 | 09:01 WIB
SEKJEN ASOSIASI PERTEKSTILAN INDONESIA RIZAL TANZIL RAKHMAN:
Rabu, 25 November 2020 | 15:33 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 18 November 2020 | 16:01 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 02 Desember 2020 | 17:31 WIB
STATISTIK PAJAK KONSUMSI
Rabu, 02 Desember 2020 | 09:18 WIB
KURS PAJAK 2 DESEMBER - 8 DESEMBER 2020
Jum'at, 27 November 2020 | 17:22 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Rabu, 25 November 2020 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2020
Komunitas
Rabu, 02 Desember 2020 | 15:20 WIB
PODTAX
Rabu, 02 Desember 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Selasa, 01 Desember 2020 | 17:14 WIB
KONFERENSI NASIONAL PERPAJAKAN
Selasa, 01 Desember 2020 | 17:00 WIB
IAIN SULTAN AMAI GORONTALO
Reportase
Glosarium

Mengenal ‘Moneyland’, Tempat Berlindungnya Pelaku Kejahatan Keuangan

A+
A-
1
A+
A-
1
Mengenal ‘Moneyland’, Tempat Berlindungnya Pelaku Kejahatan Keuangan

BUKU berjudul Moneyland: Why Thieves & Crooks Now Rule the World & How to Take it Back karya Oliver Bullough ini membuka sisi gelap dari globalisasi keuangan yang minim transparansi dan dikuasai pemerintahan sarat oligarki serta para pelaku kejahatan.

Tujuan mendasar Bullough adalah untuk menggali berbagai istilah seperti offshore, tax havens, atau shell company yang berkembang dalam beberapa dekade terakhir, Menurutnya, keberadaan itu semua telah sangat merusak banyak negara yang relatif miskin tetapi menguntungkan tempat-tempat yang kaya.

Pada bagian awal, penulis menggambarkan cara para penjahat menyembunyikan kekayaan mereka di negara-negara yang disebut dengan istilah ‘moneyland’. Pada intinya, negara-negara tersebut malah cenderung melindungi mereka dengan menyusun aturan-aturan yang dapat menguntungkan kedua belah pihak.

Baca Juga: Mengintip Regulasi Anti-Penghindaran Pajak di Berbagai Negara

Penulis mendefinisikan ‘moneyland’ tidak hanya sebagai negara suaka pajak atau semacamnya, tetapi juga negara-negara yang melindungi para penjahat keuangan ataupun orang-orang yang memiliki status dan kekayaan tinggi.

Lebih lanjut, Bullough menuntun pembaca untuk memahami beberapa istilah yang ada dengan kejadian masa lampau. Misalnya, istilah offshore muncul sejak adanya stasiun radio yang dapat melakukan siaran terhadap warga Inggris di luar yurisdiksi karena rasa frustasi masyarakat kala itu terhadap BBC sebagai satu-satunya pemegang hak siar di Inggris.

Konsep seperti ini pada akhirnya diterapkan oleh dunia perbankan di Inggris pada1950-an dengan memisahkan akun transaksi keuangan. Dengan kata lain, akun yang melibatkan transaksi-transaksi ‘normal’ atau yang disebut dengan onshore dipisahkan dari akun yang melibatkan transaksi-transaksi ‘gelap’ yang disebut dengan offshore.

Baca Juga: Meninjau Studi Komparatif atas Pajak Penghasilan di Berbagai Negara

Selanjutnya, penulis juga menjabarkan tindakan penyalahgunaan kekuasaan yang terjadi di Ukraina. Menurutnya, sistem kesehatan tidak didesain untuk kepentingan masyarakat, melainkan hanya sebagai mesin penghasil uang dari pihak-pihak yang berkepentingan.

Hal tersebut ditandai dengan melambungnya harga obat-obatan yang dijual ke masyarakat luas meskipun pihak rumah sakit telah mendapatkan bantuan terhadap fasilitas dan infrastruktur dari pemerintah setempat.

Pada bagian lain, penulis juga menceritakan bagaimana ‘moneyland’ lebih berpihak pada masyarakat yang berstatus dan kaya dengan praktik-praktik seperti penjualan paspor, perlindungan kekayaan, hingga perlindungan terhadap reputasi mereka.

Baca Juga: Apakah Perjanjian Pajak dapat Menjembatani Ilmu Hukum dan Ekonomi?

Sebagai contoh, seseorang berkewarganegaraan Palestina dapat memiliki paspor Republik Dominika dengan merogoh kocek hingga puluhan ribu dolar Amerika Serikat, belum termasuk biaya-biaya lainnya. Negara-negara lain seperti Antigua dan Barbuda, Santa Lusia dan Grenada, Santa Kitts, Malta, serta Siprus juga telah meraup jutaan euro dari adanya praktik serupa.

Selain itu, orang kaya di negara-negara ‘moneyland’ juga meminimalkan kontribusi pajak mereka dengan mendirikan perwalian di tempat-tempat rahasia. Shell company atau perusahaan cangkang dibentuk dan direformasi dengan sangat cepat sehingga terus menyulitkan otoritas yang berwenang untuk dapat melacak asetnya.

Pada bagian akhir, penulis memaparkan tindakan Amerika Serikat melawan praktik-praktik tersebut, salah satunya dengan menyasar berbagai bank di Swiss. Di samping itu, dibahas pula kecerdikan dari para pengacara dan bankir untuk membuat ‘moneyland’ lebih kuat dan lebih aman dari sebelumnya.

Baca Juga: Mengupas Celah Hukum dan Cara Korporasi Menghindari Pajak

Buku ini sangat bagus untuk menambah wawasan pembaca mengenai seluk-beluk kejahatan keuangan yang terjadi saat ini atau pada masa-masa sebelumnya. Penulis memaparkan istilah-istilah yang ada dengan cara yang menarik dan disertai dengan praktiknya di berbagai negara yang dilandaskan atas fakta-fakta yang terjadi di lapangan.

Pada intinya, pesan Oliver Bullough dalam buku ini tertuang dalam satu kalimat kiasan, yaitu “uang mengalir melintasi perbatasan, tetapi hukum tidak”. Tertarik membaca buku ini? Silakan datang ke DDTC Library!

Baca Juga: Hubungan Antara Kekuasaan Negara dan Pajak, Seperti Apa Historisnya?
Topik : buku, buku pajak, moneyland, kejahatan keuangan, kejahatan pajak, tax havens. DDTC Library
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 24 September 2020 | 16:12 WIB
PENELITIAN PERPAJAKAN
Rabu, 23 September 2020 | 13:30 WIB
PENEGAKAN PAJAK
Selasa, 22 September 2020 | 15:43 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 18 September 2020 | 09:36 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
berita pilihan
Rabu, 02 Desember 2020 | 18:59 WIB
KAMUS PAJAK DAERAH
Rabu, 02 Desember 2020 | 18:12 WIB
PMK 184/2020
Rabu, 02 Desember 2020 | 18:01 WIB
UU CIPTA KERJA
Rabu, 02 Desember 2020 | 17:31 WIB
STATISTIK PAJAK KONSUMSI
Rabu, 02 Desember 2020 | 17:00 WIB
AUSTRALIA
Rabu, 02 Desember 2020 | 16:31 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 02 Desember 2020 | 16:21 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 02 Desember 2020 | 16:14 WIB
KINERJA BPKP
Rabu, 02 Desember 2020 | 15:59 WIB
TIPS PAJAK