Review
Jum'at, 23 Juli 2021 | 09:15 WIB
OPINI PAJAK
Kamis, 15 Juli 2021 | 15:09 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 14 Juli 2021 | 10:30 WIB
DIREKTUR PENYULUHAN, PELAYANAN, DAN HUMAS DJP NEILMALDRIN NOOR:
Rabu, 14 Juli 2021 | 09:20 WIB
PERSPEKTIF
Fokus
Data & Alat
Rabu, 21 Juli 2021 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 21 JULI 2021-27 JULI 2021
Kamis, 15 Juli 2021 | 18:15 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 14 Juli 2021 | 13:30 WIB
KURS PAJAK 14 JULI 2021-20 JULI 2021
Rabu, 07 Juli 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 7 JULI 2021-13 JULI 2021
Reportase
Perpajakan.id

Masih Terdampak Pandemi, Pengusaha Waralaba Minta Relaksasi Pajak

A+
A-
0
A+
A-
0
Masih Terdampak Pandemi, Pengusaha Waralaba Minta Relaksasi Pajak

Ilustrasi.

MANILA, DDTCNews – Asosiasi Waralaba Filipina (Philippine Franchise Association/PFA) meminta keringanan pajak waralaba kepada pemerintah karena masih terdampak pandemi Covid-19.

Presiden PFA Sherill Quintana mengatakan 79% pelaku usaha waralaba mengaku telah mengalami kerugian akibat pandemi Covid-19. Menurutnya, pengenaan pajak waralaba menyebabkan tekanan yang dialami pengusaha makin berat.

"Banyak dari kami di sektor ini harus membayar pajak menggunakan kinerja usaha tahun 2019 sebagai dasar penilaian pajak," katanya, dikutip pada Kamis (24/6/2021).

Baca Juga: Mendag Lutfi Sebut Carbon Border Tax Bakal Ganggu Perdagangan Dunia

Quintana menuturkan pengusaha waralaba membutuhkan bantuan tambahan dari pemerintah agar dapat bertahan melewati pandemi. Hal ini dikarenakan 94% pelaku waralaba sempat menutup usaha karena lonjakan kasus Covid-19 tahun lalu.

Dia menambahkan pelaku usaha mengharapkan bantuan terkait dengan keringanan ketetapan pajak waralaba. Selama ini, pelaku usaha waralaba akan memperoleh ketetapan pajak yang harus dilunasi untuk perpanjangan izin usaha mereka.

Pemerintah mengatur pajak waralaba disetorkan kepada unit pemerintah daerah di wilayah masing-masing. Namun, menurutnya, pemerintah dapat memberikan bantuan sehingga pengenaan pajak waralaba tidak terlalu membebani pelaku usaha.

Baca Juga: Pajak Karbon Diterapkan, Beban Eksportir Bakal Naik Belasan Triliun

"Saya berharap kami mendapatkan bantuan dalam hal ini," ujarnya seperti dilansir philstar.com.

Pengusaha waralaba sebelumnya telah menikmati program bantuan dari pemerintah. Misal, pinjaman untuk memulai kembali usaha, program penanganan Covid-19 dari Departemen Ketenagakerjaan, serta relaksasi kredit di bank melalui UU Bayanihan untuk Pemulihan. (rig)

Baca Juga: Atasi Perubahan Iklim, Sri Mulyani Paparkan Sederet Kebijakan Pajak
Topik : filipina, pajak waralaba, dunia usaha, relaksasi pajak, insentif pajak, pajak internasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

berita pilihan

Selasa, 27 Juli 2021 | 19:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Mendag Lutfi Sebut Carbon Border Tax Bakal Ganggu Perdagangan Dunia

Selasa, 27 Juli 2021 | 18:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Awasi Kinerja Keuangan Daerah, Kemendagri Bikin Aplikasi Khusus

Selasa, 27 Juli 2021 | 18:13 WIB
PELAYANAN PAJAK

DJP: 3 Layanan Elektronik Ini Tidak Dapat Diakses Sementara

Selasa, 27 Juli 2021 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN BEA MASUK

Ekspor Produk Kayu Ini Bebas Bea Masuk Antidumping ke India

Selasa, 27 Juli 2021 | 17:54 WIB
CHINA

China Tolak Rencana Pengenaan Carbon Border Tax

Selasa, 27 Juli 2021 | 16:36 WIB
KOTA BALIKPAPAN

Mulai Bulan Depan, Penagihan Pajak Digencarkan

Selasa, 27 Juli 2021 | 16:30 WIB
KANWIL DJP BALI

Kemplang Pajak Lewat Bitcoin, Pengusaha Dihukum 2,5 Tahun Penjara

Selasa, 27 Juli 2021 | 16:00 WIB
KABUPATEN MALANG

Apresiasi Pembayar Pajak, Pemkot Adakan Acara Bagi-Bagi Hadiah