Berita
Rabu, 03 Maret 2021 | 19:38 WIB
INTEGRASI DATA PERPAJAKAN
Rabu, 03 Maret 2021 | 18:36 WIB
PELAPORAN SPT
Rabu, 03 Maret 2021 | 17:45 WIB
AMERIKA SERIKAT
Rabu, 03 Maret 2021 | 17:30 WIB
KABUPATEN SERANG
Review
Rabu, 03 Maret 2021 | 15:50 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 02 Maret 2021 | 09:40 WIB
OPINI PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 10:30 WIB
TAJUK PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 09:00 WIB
ANALISIS PAJAK
Fokus
Literasi
Rabu, 03 Maret 2021 | 17:33 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 03 Maret 2021 | 16:55 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 03 Maret 2021 | 16:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Selasa, 02 Maret 2021 | 15:13 WIB
WIDJOJO NITISASTRO:
Data & Alat
Rabu, 03 Maret 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 3 MARET - 9 MARET 2021
Senin, 01 Maret 2021 | 10:15 WIB
KMK 13/2021
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Minggu, 21 Februari 2021 | 09:00 WIB
STATISTIK MUTUAL AGREEMENT PROCEDURE
Reportase
Perpajakan.id

Kepatuhan Rendah, KPK Minta Pejabat Setor LKHPN Sebelum 31 Maret 2021

A+
A-
5
A+
A-
5
Kepatuhan Rendah, KPK Minta Pejabat Setor LKHPN Sebelum 31 Maret 2021

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar (kanan) bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno melambaikan tangan saar memberi keterangan pers seusai melakukan audiensi, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (21/1/2021). KPK meminta penyelenggara negara tertib menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun pelaporan 2020 dan paling lambat disampaikan pada 31 Maret 2021. (ANTARA FOTO/Adam Bariq/hma/hp)
 

JAKARTA, DDTCNews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta penyelenggara negara untuk tertib dalam menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun pelaporan 2020 dan paling lambat disampaikan pada 31 Maret 2021.

Plt. Jubir KPK Ipi Maryati Kuding mengatakan surat edaran (SE) No.93/2021 sudah dirilis sebagai panduan penyelenggara negara menyampaikan LHKPN.

Oleh karena itu dia mengimbau seluruh pimpinan di instansi eksekutif, yudikatif, legislatif dan pimpinan BUMN dan BUMD agar segera menyampaikan LHKPN sebelum tenggat pada akhir Maret 2021.

Baca Juga: Soal Dugaan Suap Pegawai Pajak, Ini Pernyataan Sri Mulyani

"Seluruh wajib LHKPN untuk segera menyampaikan LHKPN tepat waktu melalui aplikasi elhkpn.kpk.go.id paling lambat 31 Maret 2021," katanya dalam keterangan resmi dikutip Jumat (22/1/2021).

Ipi menyampaikan terdapat perbedaan mekanisme pelaporan LHKPN pada tahun ini. Hal tersebut berlaku karena terbitnya Peraturan KPK No.2/2020 yang mengatur perubahan tata cara pendaftaran, pengumuman dan pemeriksaan LHKPN.

Karena itu, perubahan aturan diharapkan dapat diikuti oleh para penyelenggara negara. Beberapa perubahan terkait dengan tata cara penyampaian LHKPN antara lain salinan dokumen kepemilikan harta kekayaan pada lembaga keuangan tidak perlu lagi disampaikan dalam dokumen pelaporan.

Baca Juga: Simak, Ini Ketentuan Penerbitan SKPKBT dalam PP 9/2021

Selanjutnya, terdapat tambahan dokumen yang wajib dilampirkan dalam LHKPN tahun pelaporan 2020. Penyelenggara negara wajib menyampaikan 3 dokumen asli surat kuasa dalam lampiran 4 LHKPN atas nama penyelenggara negara, pasangan dan anak tanggungan berusia lebih dari 17 tahun.

Ketiga dokumen tersebut wajib dibubuhi tanda tangan di atas meterai dengan nilai Rp10.000. Selain itu, aturan baru terkait dengan tata cara penyampaian LHKPN pada tahun ini juga hanya mengenal satu macam tanda terima, yakni tanda terima lengkap.

Karena itu, KPK meminta pejabat negara perlu memastikan laporan harta yang disampaikan sudah benar, jujur dan lengkap. Lembaga antirasuah menetapkan jangka waktu maksimal 30 hari jika hasil verifikasi laporan harta dinyatakan tidak lengkap sejak laporan diterima.

Baca Juga: Ketentuan Baru Soal Penerbitan SKPKB

"Jika hingga batas waktu kelengkapan tersebut tidak dipenuhi, KPK akan mengembalikan laporan tersebut dan PN dianggap tidak menyampaikan LHKPN," terangnya.

Berdasarkan data KPK pejabat yang wajib menyampaikan laporan harta kekayaannya pada tahun ini sebanyak 378.553 orang. Sampai dengan 18 Januari 2021, baru 15,3% dari total pejabat negara yang sudah menyampaikan LHKPN.

Perincian tingkat kepatuhan menyampaikan laporan harta pada lembaga eksekutif sebesar 14,11%, yudikatif sebesar 45,88%, legislatif 5,99% dan BUMN/BUMD 13,99%. (Bsi)

Baca Juga: KPK Minta Pemda di Provinsi Ini Rampungkan Sertifikasi Aset

Topik : LHKPN, LHKPN 2020, KPK, deadline LHKPN
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 12 November 2020 | 18:39 WIB
KOTA MALANG
Selasa, 03 November 2020 | 16:48 WIB
PROVINSI SULAWESI UTARA
Kamis, 22 Oktober 2020 | 13:50 WIB
KABUPATEN BADUNG
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 11:21 WIB
KABUPATEN TEGAL
berita pilihan
Rabu, 03 Maret 2021 | 19:38 WIB
INTEGRASI DATA PERPAJAKAN
Rabu, 03 Maret 2021 | 18:36 WIB
PELAPORAN SPT
Rabu, 03 Maret 2021 | 17:45 WIB
AMERIKA SERIKAT
Rabu, 03 Maret 2021 | 17:33 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 03 Maret 2021 | 17:30 WIB
KABUPATEN SERANG
Rabu, 03 Maret 2021 | 17:10 WIB
KOTA MALANG
Rabu, 03 Maret 2021 | 16:55 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 03 Maret 2021 | 16:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI