Review
Kamis, 24 September 2020 | 09:50 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 14:02 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 22 September 2020 | 20:22 WIB
REPORTASE DARI TILBURG BELANDA
Selasa, 22 September 2020 | 09:39 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 25 September 2020 | 19:00 WIB
MARGARET THATCHER:
Jum'at, 25 September 2020 | 17:44 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 25 September 2020 | 16:44 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 25 September 2020 | 15:49 WIB
TIPS PAJAK
Data & alat
Jum'at, 25 September 2020 | 19:31 WIB
STATISTIK PENANGANAN COVID-19
Rabu, 23 September 2020 | 18:13 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 23 SEPTEMBER-29 SEPTEMBER 2020
Jum'at, 18 September 2020 | 15:48 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Komunitas
Jum'at, 25 September 2020 | 16:00 WIB
LOMBA MENULIS ARTIKEL PAJAK 2020
Jum'at, 25 September 2020 | 15:00 WIB
UNIVERSITAS PADJADJARAN
Jum'at, 25 September 2020 | 10:44 WIB
UNIVERSITAS PADJADJARAN
Kamis, 24 September 2020 | 13:16 WIB
UNIVERSITAS LAMPUNG
Kolaborasi
Selasa, 22 September 2020 | 13:50 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 September 2020 | 11:00 WIB
KONSULTASI
Selasa, 15 September 2020 | 13:45 WIB
KONSULTASI
Selasa, 15 September 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI
Reportase

Jokowi: Jangan Lupa Keluar dari Middle Income Trap

A+
A-
0
A+
A-
0
Jokowi: Jangan Lupa Keluar dari Middle Income Trap

Presiden Joko Widodo. (Foto: Antara)

JAKARTA, DDTCNews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan para menterinya agar tetap memasukkan agenda strategis dalam penyusunan RAPBN 2021, terutama mengenai upaya keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

Jokowi mengatakan belanja RAPBN 2021 akan diarahkan untuk penciptaan lapangan kerja dan penguatan perekonomian. Menurutnya upaya keluar dari middle income trap tetap akan berjalan meskipun tahun depan pemerintah Fokus pada pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.

"Saya ingin menekankan lagi walaupun kita menghadapi situasi sulit, kita juga tidak boleh melupakan agenda-agenda strategis besar bangsa kita, terutama dalam langkah-langkah untuk bisa kita keluar dari middle income trap," katanya dalam rapat terbatas, Selasa (29/7/2020).

Baca Juga: Disetujui Banggar, RUU APBN 2021 Dibawa Ke Rapat Paripurna

Jokowi mengatakan instrumen belanja pada APBN masih akan menjadi daya ungkit utama dalam memulihkan perekonomian dari tekanan pandemi pada tahun depan.

Ia menyebutkan kontribusi APBN terhadap produk domestik bruto (PDB) hanya 14,5%, sehingga dia ingin semua belanja pemerintah dilakukan secara efektif untuk menyokong perekonomian.

Menurutnya, program prioritas pemerintah 2021 yakni memulihkan perekonomian pascapandemi virus Corona. Kemudian penguatan transformasi di berbagai sektor, terutama reformasi di bidang kesehatan, pangan, energi, pendidikan, serta teknologi informasi

Baca Juga: Banggar Masukkan Klausul Baru Soal Perpajakan Dalam RUU APBN 2021

Namun secara bersamaan, Jokowi juga ingin APBN tetap menjadi penyokong pemulihan sektor swasta serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada tahun depan.

Pemulihan pada sektor swasta, sambungnya, akan langsung memberikan dampak yang lebih besar pada penciptaan lapangan kerja dan perekonomian nasional.

Ia menilai penciptaan lapangan kerja tersebut merupakan upaya paling efektif untuk keluar dari middle income trap, setelah World Bank menetapkan World Bank resmi menaikkan status Indonesia dari lower middle income country menjadi upper middle income country pada 1 Juli 2020.

Baca Juga: Ada Risiko Shortfall, Target Penerimaan Perpajakan 2021 Dipangkas

"Indonesia telah masuk meraih predikat pada upper middle income country. Namun, kita tahu tantangan untuk keluar dari middle income trap ini masih besar dan panjang," ujarnya.

Jokowi akan menyampaikan RAPBN Tahun Anggaran 2021 saat membacakan nota keuangan dalam sidang paripurna DPR RI, 14 Agustus 2020. Selain asumsi dasar makro, nota keuangan juga berisi target-target pembangunan pada 2021.

Pemerintah dan DPR telah menyepakati target pembangunan 2021 yakni tingkat pengangguran 7,7%-9,1%, tingkat kemiskinan 9,2%-9,7%, gini ratio 0,377-0,379, serta indeks pembangunan manusia 72,78-72,95, nilai tukar petani 102-104, dan nilai tukar nelayan 102-104. (Bsi)

Baca Juga: FIFA U-20 World Cup 2021, Jokowi Minta Menkeu Berikan Fasilitasi Pajak

Topik : Jokowi, RAPBN 2021, middle income trap
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 11 September 2020 | 10:47 WIB
PENERIMAAN PAJAK
Kamis, 10 September 2020 | 11:16 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Rabu, 09 September 2020 | 14:06 WIB
RAPBN 2021
Rabu, 09 September 2020 | 08:23 WIB
RAPBN 2021
berita pilihan
Jum'at, 25 September 2020 | 19:31 WIB
STATISTIK PENANGANAN COVID-19
Jum'at, 25 September 2020 | 19:30 WIB
RAPBN 2021
Jum'at, 25 September 2020 | 19:00 WIB
MARGARET THATCHER:
Jum'at, 25 September 2020 | 17:45 WIB
RAPBN 2021
Jum'at, 25 September 2020 | 17:44 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 25 September 2020 | 17:03 WIB
KARTU PRAKERJA
Jum'at, 25 September 2020 | 16:51 WIB
RAPBN 2021
Jum'at, 25 September 2020 | 16:44 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 25 September 2020 | 16:00 WIB
LOMBA MENULIS ARTIKEL PAJAK 2020
Jum'at, 25 September 2020 | 15:49 WIB
TIPS PAJAK