Review
Rabu, 19 Januari 2022 | 15:20 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 14:15 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 11:15 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 10:15 WIB
DIRJEN PERIMBANGAN KEUANGAN ASTERA PRIMANTO BHAKTI:
Fokus
Literasi
Jum'at, 21 Januari 2022 | 19:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 21 Januari 2022 | 17:20 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 21 Januari 2022 | 17:05 WIB
PROFIL PAJAK KOTA TASIKMALAYA
Jum'at, 21 Januari 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 19 Januari 2022 | 09:17 WIB
KURS PAJAK 19 JANUARI - 25 JANUARI 2022
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Senin, 03 Januari 2022 | 10:45 WIB
KMK 70/2021
Reportase
Perpajakan.id

Investor SBN Lebih Cuan karena PPh Obligasi Turun, Saatnya Investasi?

A+
A-
2
A+
A-
2
Investor SBN Lebih Cuan karena PPh Obligasi Turun, Saatnya Investasi?

Direktur Surat Utang Negara (SUN) Ditjen Pengelolaan, Pembiayaan, dan Risiko (DJPPR) Deni Ridwan. (tangkapan layar)

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah (PP) 91/2021 telah menurunkan tarif pajak penghasilan (PPh) bunga surat berharga negara (SBN) dari 15% menjadi 10%.

Direktur Surat Utang Negara (SUN) Ditjen Pengelolaan, Pembiayaan, dan Risiko (DJPPR) Deni Ridwan mengatakan penurunan tarif pajak tersebut akan membuat investasi pada obligasi negara semakin menarik. Apalagi, jika dibandingkan dengan deposito yang tarif pajaknya masih 20%.

"Pajaknya, kalau kita punya deposito, kita dapat PPh deposito 20%. Sementara kalau bunga obligasi, sudah diturunkan dari 15% menjadi 10% mulai September ini," katanya dalam Virtual Launching ORI020, Senin (4/10/2021).

Baca Juga: Pemerintah Tawarkan ORI021 dengan Kupon 4,9%, Tertarik?

Deni mengatakan investasi pada obligasi negara, termasuk Obligasi Negara Ritel 020 (ORI020), memiliki sejumlah keuntungan dibandingkan dengan instrumen lainnya. Menurutnya, ORI020 menjadi salah satu instrumen investasi yang aman, menguntungkan, dan dapat dipesan secara mudah melalui sistem online.

Kemudian, ORI020 dapat diperdagangkan di pasar sekunder sehingga investor dapat menjualnya sewaktu-waktu. Selain itu, pemerintah juga memberikan imbal hasil atau kupon ORI020 sebesar 4,95% per tahun, lebih tinggi dibandingkan dengan bunga deposito yang saat ini berkisar 2%-3%.

Deni mengakui kupon ORI020 menurun dibandingkan dengan ORI019 dan SR015 yang baru-baru ini ditawarkan pemerintah. Menurutnya, penentuan kupon tersebut sudah mempertimbangkan kondisi market surat berharga untuk tenor 3 tahun yang memang turun.

Baca Juga: Natura Jadi Objek Pajak, Wamenkeu: Kami Tidak Main Hantam Kromo

Meski kuponnya lebih kecil, dia memastikan ORI020 tetap kompetitif dibandingkan dengan instrumen investasi lain seperti deposito. Apalagi, tarif PPh bunga obligasinya juga sudah diturunkan sehingga investor akan semakin untung atau cuan.

"Artinya, dari kupon atau yield lebih besar tapi pajaknya lebih kecil sehingga overall tentu lebih cuan," ujarnya.

Hari ini, pemerintah mulai menawarkan ORI020 dengan imbal hasil atau kupon sebesar 4,95% per tahun hingga 21 Oktober 2021. Masyarakat dapat mulai memesannya dengan minimum pemesanan Rp1 juta dan maksimum Rp2 miliar.

Baca Juga: Ini Laporan Kemenkeu Soal Realisasi Insentif Pajak Mobil 2021

Proses pemesanan pembelian ORI020 dilakukan secara online melalui 4 tahap yakni registrasi/pendaftaran, pemesanan, pembayaran, dan konfirmasi. Pemesanan pembelian dapat disampaikan melalui sistem elektronik yang disediakan mitra distribusi yang memiliki interface dengan sistem e-SBN. (sap)

Topik : ORI020, SBN, investasi, surat utang, utang pemerintah, Kemenkeu, deposito, PPh bunga obligasi

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 10 Januari 2022 | 15:13 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Bursa Disiapkan, Siap-Siap Pemerintah Bakal Pajaki Aset Kripto

Minggu, 09 Januari 2022 | 06:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Perluas Jenis Proyek yang Dibiayai Sukuk, PP 56/2011 Bakal Direvisi

Sabtu, 08 Januari 2022 | 15:00 WIB
PELAPORAN SPT TAHUNAN

Tak Hanya SPT, Wajib Pajak Perlu Lapor Realisasi Investasi Dividen

Sabtu, 08 Januari 2022 | 12:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

KPK Ingatkan Pegawai Kemenkeu Segera Lapor LHKPN Secara Akurat

berita pilihan

Senin, 24 Januari 2022 | 11:30 WIB
ORI021

Pemerintah Tawarkan ORI021 dengan Kupon 4,9%, Tertarik?

Senin, 24 Januari 2022 | 11:00 WIB
PERPRES 2/2022

Ada Soal Insentif Pajak, Jokowi Rilis Perpres Pengembangan Wirausaha

Senin, 24 Januari 2022 | 10:30 WIB
BELGIA

Banyak Fraud, Uni Eropa Ingin Ubah Ketentuan PPN

Senin, 24 Januari 2022 | 10:00 WIB
KOTA BALIKPAPAN

Kejar Penerimaan Rp850 Miliar, Pembayaran Pajak Online Dioptimalkan

Senin, 24 Januari 2022 | 09:25 WIB
DATA PPS HARI INI

Data 23 Januari 2022: Sudah 6.867 Wajib Pajak Ikut PPS

Senin, 24 Januari 2022 | 08:39 WIB
SUSUNAN DALAM SATU NASKAH KETENTUAN PERPAJAKAN

Unduh di Sini! Susunan Dalam Satu Naskah Ketentuan PPS Dirilis

Senin, 24 Januari 2022 | 08:15 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Soal Pajak Penghasilan Selain Uang atau Natura, Wamenkeu Pastikan Ini

Minggu, 23 Januari 2022 | 15:00 WIB
KP2KP MOJOSARI

Lapor SPT Tahunan Lebih Awal, Tiga Pengusaha Dapat Apresiasi

Minggu, 23 Januari 2022 | 13:00 WIB
KOTA SURAKARTA

Siap-Siap! SPPT Pajak Bumi dan Bangunan Langsung Dikirim ke Rumah