Review
Kamis, 06 Agustus 2020 | 16:26 WIB
TAJUK
Selasa, 04 Agustus 2020 | 09:19 WIB
OPINI PAJAK
Kamis, 30 Juli 2020 | 11:01 WIB
OPINI EKONOMI
Selasa, 28 Juli 2020 | 10:27 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 18:15 WIB
PERPAJAKAN INTERNASIONAL
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 18:01 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 16:11 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 14:50 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & alat
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 15:54 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Rabu, 05 Agustus 2020 | 08:57 WIB
KURS PAJAK 5 AGUSTUS-11 AGUSTUS 2020
Selasa, 04 Agustus 2020 | 16:12 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PERPAJAKAN
Minggu, 02 Agustus 2020 | 16:00 WIB
STATISTIK PAJAK KEKAYAAN
Komunitas
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 14:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 11:15 WIB
IPB ACCOUNTING COMPETITION 2020
Kamis, 06 Agustus 2020 | 18:46 WIB
UNIVERSITAS MULIA
Reportase

Ini Upaya DJP agar Pajak Tidak Dianggap Menakutkan

A+
A-
9
A+
A-
9
Ini Upaya DJP agar Pajak Tidak Dianggap Menakutkan

Dirjen Pajak Suryo Utomo dalam acara Pajak Bertutur 2020, Rabu (15/7/2020). (Twitter DJP)

JAKARTA, DDTCNews – Ditjen Pajak (DJP) kembali menyelenggarakan program Pajak Bertutur sebagai kegiatan rutin dalam setiap peringatan Hari Pajak.

Dirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan program kerja jangka panjang otoritas ini untuk menanamkan kesadaran pajak. Salah satu tujuannya adalah mengikis stigma negatif terkait pajak karena kurangnya kesadaran pentingnya pajak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Kita mau menceritakan soal pajak dengan sharing sehingga pajak tidak dimaknai sebagai suatu yang menakutkan dan sebagai bentuk hukuman, melainkan suatu kontribusi masyarakat kepada negara," katanya dalam acara Pajak Bertutur 2020, Rabu (15/7/2020).

Baca Juga: Diskon Angsuran PPh Pasal 25 dan Tarif Efektif PPN 1% Terpopuler

Menanamkan kesadaran pajak sejak dini, sambung Suryo, menjadi langkah strategis DJP untuk mendukung tugas pengamanan penerimaan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, peserta didik menjadi sasaran program pajak bertutur yang mulai digelar pada 2017 lalu.

Dia menyatakan dengan kesadaran yang terbentuk sejak dini, diharapkan tidak ada lagi pertanyaan terkait alasan keharusan pembayaran pajak ketika siswa atau mahasiswa lulus dan menjadi wajib pajak. Oleh karena itu, proses menumbuhkan kesadaran pajak ini tidak cukup jika hanya dilakukan oleh DJP.

Dukungan dari pihak lain diperlukan agar kesadaran pajak menjadi agenda besar bersama semua pemangku kepentingan di Indonesia. Kerja bersama ini tidak hanya sebatas kepada kolaborasi antarlembaga pemerintah, tapi juga kerja sama dengan pihak lain seperti lembaga pendidikan dan seluruh tenaga pengajar.

Baca Juga: Pengumuman! Aplikasi Perpajakan Daring DJP Tak Bisa Diakses Malam Ini

"Semakin dini masyarakat sadar pajak maka tidak perlu lagi ada pertanyaan ‘apa itu pajak’ dan ‘apa manfaatnya’. Ini menjadi penting untuk terus dibahasakan dan kami sadar tidak bisa sendirian melakukan ini. Jadi, kami ajak semua pihak untuk bahasakan pajak untuk guru kepada muridnya, dosen kepada mahasiswanya, dan stakeholder lainnya," papar Suryo.

Suryo menambahkan agenda kerja jangka panjang bagi DJP dengan pajak bertutur juga terus meningkat setiap tahunnya. Salah satunya jumlah relawan pajak pada 2018 yang baru 1.004 orang dan kemudian terus meningkat menjadi 7.732 relawan pajak pada tahun ini.

"Begitu juga kerja sama DPP dengan tax center yang sekarang sudah mencapai 441 perguruan tinggi," imbuhnya. (kaw)

Baca Juga: Cara Mengajukan Surat Keterangan Fiskal Lewat DJP Online

Topik : Hari Pajak, Hari Pajak 14 Juli, Dirjen Pajak, Ditjen Pajak, DJP , Pajak Bertutur, kesadaran pajak
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Rachman

Rabu, 15 Juli 2020 | 16:09 WIB
masuk pajak sama saja masuk lingkaran setan, sekarang saja saya mengajukan pengurangan angsuran pph 25 ditolak mentah mentah sama AR dengan seribu alasan padahal saya sudah melampirkan proyeksi sampai akhir tahun yg jelas jelas akan jauh lebih bayar. yg akhirnya nanti diperiksa dan cari cari kesalah ... Baca lebih lanjut
1
artikel terkait
Rabu, 05 Agustus 2020 | 12:53 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 05 Agustus 2020 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Selasa, 04 Agustus 2020 | 18:30 WIB
PERIZINAN INVESTASI
Selasa, 04 Agustus 2020 | 17:42 WIB
PMK 89/2020
berita pilihan
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 16:01 WIB
ARAB SAUDI
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 15:01 WIB
RUU OMNIBUS LAW
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 14:19 WIB
PMK 106/2020
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 14:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 13:53 WIB
PMK 106/2020
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 13:01 WIB
PMK 89/2020
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 12:01 WIB
KAMBOJA
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 11:01 WIB
KOREA SELATAN
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 10:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 09:01 WIB
PROVINSI RIAU