Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Ini Indikator Ekonomi Makro APBNP 2016

0
0

JAKARTA, DDTCNews – Setelah melalui berbagai pembahasan dengan komisi dan Badan Anggaran DPR, pemerintah dan DPR akhirnya menyepakati penyesuaian beberapa indikator ekonomi makro yang menjadi basis perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016.

Dalam rapat paripurna DPR pada Selasa (28/06) di Jakarta, Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro menguraikan penyesuaian atas beberapa indikator tersebut.

“Asumsi pertumbuhan ekonomi disepakati sebesar 5,2%; asumsi inflasi sebesar 4,0%; asumsi nilai tukar rupiah rata-rata sebesar Rp13.500 per dolar AS; dan asumsi tingkat suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SBN) tiga bulan rata-rata sebesar 5,5%,” jelas Menkeu.

Baca Juga: Jelang Reses, Ini RUU yang Berhasil Dilegislasi DPR

Sementara itu, asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) rata-rata sebesar US$40 per barel; asumsi lifting minyak rata-rata 820 ribu barel per hari; dan asumsi lifting gas rata-rata sebesar 1.150 ribu barel setara minyak per hari.

Pemerintah, menurut Menkeu, akan terus memantau perkembangan berbagai indikator ekonomi makro tersebut hingga akhir tahun anggaran 2016.

“Perkembangan indikator tersebut akan terus kami pantau pencapaiannya sampai dengan akhir tahun 2016, termasuk melakukan langkah-langkah antisipasi bila diperlukan, untuk menjaga stabilitas perekonomian dan pembangunan nasional,” tutur Menkeu. (Amu)

Baca Juga: DPR Ketok Palu, Pembahasan RUU KUP Molor Lagi

“Asumsi pertumbuhan ekonomi disepakati sebesar 5,2%; asumsi inflasi sebesar 4,0%; asumsi nilai tukar rupiah rata-rata sebesar Rp13.500 per dolar AS; dan asumsi tingkat suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SBN) tiga bulan rata-rata sebesar 5,5%,” jelas Menkeu.

Baca Juga: Jelang Reses, Ini RUU yang Berhasil Dilegislasi DPR

Sementara itu, asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) rata-rata sebesar US$40 per barel; asumsi lifting minyak rata-rata 820 ribu barel per hari; dan asumsi lifting gas rata-rata sebesar 1.150 ribu barel setara minyak per hari.

Pemerintah, menurut Menkeu, akan terus memantau perkembangan berbagai indikator ekonomi makro tersebut hingga akhir tahun anggaran 2016.

“Perkembangan indikator tersebut akan terus kami pantau pencapaiannya sampai dengan akhir tahun 2016, termasuk melakukan langkah-langkah antisipasi bila diperlukan, untuk menjaga stabilitas perekonomian dan pembangunan nasional,” tutur Menkeu. (Amu)

Baca Juga: DPR Ketok Palu, Pembahasan RUU KUP Molor Lagi
Topik : apbnp 2016, sidang paripurna, indikator ekonomi makro
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Sabtu, 03 November 2018 | 13:40 WIB
WORLDWIDE TAX SYSTEM
Jum'at, 27 September 2019 | 09:54 WIB
WORLD TRANSFER PRICING
Kamis, 22 November 2018 | 16:19 WIB
WORLD TRANSFER PRICING
Jum'at, 25 Agustus 2017 | 12:05 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
berita pilihan
Senin, 08 April 2019 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 08 Juli 2019 | 18:02 WIB
TRANSFER PRICING
Rabu, 02 Oktober 2019 | 19:10 WIB
REFORMASI PAJAK
Rabu, 13 Maret 2019 | 15:39 WIB
TATA PEMERINTAHAN
Sabtu, 24 September 2016 | 12:03 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Jum'at, 23 Desember 2016 | 10:15 WIB
PENAGIHAN PAJAK
Senin, 29 Oktober 2018 | 09:54 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Senin, 09 Januari 2017 | 17:06 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Kamis, 11 Agustus 2016 | 16:52 WIB
KANWIL DJP YOGYAKARTA
Kamis, 22 September 2016 | 12:01 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK