Berita
Kamis, 25 Februari 2021 | 19:34 WIB
PP 7/2021
Kamis, 25 Februari 2021 | 19:27 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Kamis, 25 Februari 2021 | 18:45 WIB
FILIPINA
Kamis, 25 Februari 2021 | 18:40 WIB
PERLUASAN OBJEK CUKAI
Review
Rabu, 24 Februari 2021 | 16:39 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 23 Februari 2021 | 11:05 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 21 Februari 2021 | 08:01 WIB
KEPALA KANWIL DJP KALIMANTAN BARAT AHMAD DJAMHARI:
Jum'at, 19 Februari 2021 | 15:52 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Minggu, 21 Februari 2021 | 09:00 WIB
STATISTIK MUTUAL AGREEMENT PROCEDURE
Rabu, 17 Februari 2021 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 FEBRUARI - 23 FEBRUARI 2021
Senin, 15 Februari 2021 | 11:38 WIB
STATISTIK RASIO PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Ini Catatan Apindo Soal UU Cipta Kerja Bidang Perpajakan

A+
A-
4
A+
A-
4
Ini Catatan Apindo Soal UU Cipta Kerja Bidang Perpajakan

Wakil Ketua Apindo Suryadi Sasmita saat memberikan paparan dalam webinar bertajuk "Kebijakan Pajak 2021 Pasca Omnibus Law Cipta Kerja dalam Menopang Perekonomian dan Meningkatkan Kepatuhan Wajib Pajak di Indonesia" yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Konsultan Praktisi Perpajakan Indonesia (Perkoppi), Kamis (28/1/2021).

JAKARTA, DDTCNews – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendukung adanya UU No.11/2020 tentang Cipta Kerja bidang perpajakan sebagai cara memudahkan kegiatan investasi dan memberikan kepastian hukum.

Wakil Ketua Apindo Suryadi Sasmita mengatakan pelaku usaha mengapresiasi perubahan kebijakan perpajakan dalam UU Cipta Kerja. Menurutnya, beberapa perubahan yang berdampak positif bagi pelaku usaha antara lain perubahan rezim pajak dari worldwide menjadi teritorial.

Perubahan tersebut membuat potensi pajak berganda bisa diminimalisir, terutama bagi pengusaha nasional yang akan melakukan ekspansi ke luar negeri dan investor asing yang menanamkan modal ke dalam negeri.

Baca Juga: Bebas Pajak, Impor Vaksin Covid-19 Harus Lewat Jalur Khusus

"Kebijakan worldwide ini banyak dikeluhkan pengusaha. Dengan perubahan menjadi teritorial ini maka pengusaha bisa hindari kucing-kucingan dengan pajak dan tidak ada double taxation," katanya dalam webinar yang digelar Perkoppi, Kamis (28/1/2021).

Suryadi menambahkan UU Cipta Kerja bidang perpajakan juga memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha dalam menjalankan kewajiban perpajakannya di antaranya soal perubahan skema sanksi administrasi dan perubahan administrasi dalam PPN.

Namun, terdapat beberapa fokus yang belum diakomodir dalam UU Cipta Kerja bidang perpajakan. Fokus tersebut adalah perbaikan dalam proses penegakan hukum pajak. Menurutnya, masih terjadi multiinterpretasi proses bisnis pemeriksaan dan penegakan hukum.

Baca Juga: Masuk Daftar Negara Suaka Pajak, Pemerintah Janji Lakukan Reformasi

Untuk itu, Suryadi mengusulkan otoritas membuat regulasi atau panduan terkait dengan proses bisnis pemeriksaan dan penegakan hukum berdasarkan keputusan Pengadilan Pajak sehingga ada kesamaan perlakuan pajak untuk kasus yang sudah diputus Pengadilan Pajak.

"Soal panduan untuk pemeriksa ini tidak masuk dalam UU Ciptaker. Kami ingin sekali ada PMK atau panduan berupa contoh kasus agar lebih mudah dicerna pemeriksa dan pengusaha," ujarnya.

Selain itu, Suryadi juga berharap implementasi UU Cipta Kerja bidang perpajakan dapat dilakukan secara konsistensi sehingga dapat memberikan kepastian hukum. Selanjutnya, dunia usaha berharap perizinan usaha makin mudah.

Baca Juga: Pengusaha Properti Minta Insentif Bea Meterai Diperpanjang

"Jadi permintaan utama itu konsisten dan memberikan kepastian hukum. Baru selanjutnya perizinan yang ingin semua dilakukan pada level pusat serta kebijakan tenaga kerja," tuturnya. (rig)

Topik : apindo, uu cipta kerja, klaster perpajakan, nasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 23 Februari 2021 | 14:45 WIB
JERMAN
Selasa, 23 Februari 2021 | 13:39 WIB
AMERIKA SERIKAT
Selasa, 23 Februari 2021 | 12:45 WIB
PP 9/2021
Selasa, 23 Februari 2021 | 11:30 WIB
PP 7/2021
berita pilihan
Kamis, 25 Februari 2021 | 19:34 WIB
PP 7/2021
Kamis, 25 Februari 2021 | 19:27 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Kamis, 25 Februari 2021 | 18:45 WIB
FILIPINA
Kamis, 25 Februari 2021 | 18:40 WIB
PERLUASAN OBJEK CUKAI
Kamis, 25 Februari 2021 | 18:23 WIB
LAPORAN OECD
Kamis, 25 Februari 2021 | 18:13 WIB
KABUPATEN PURBALINGGA
Kamis, 25 Februari 2021 | 17:36 WIB
CUKAI (2)
Kamis, 25 Februari 2021 | 17:30 WIB
DOMINIKA
Kamis, 25 Februari 2021 | 17:00 WIB
INGGRIS
Kamis, 25 Februari 2021 | 16:00 WIB
KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN