Berita
Senin, 24 Januari 2022 | 10:30 WIB
BELGIA
Senin, 24 Januari 2022 | 10:00 WIB
KOTA BALIKPAPAN
Senin, 24 Januari 2022 | 09:25 WIB
DATA PPS HARI INI
Senin, 24 Januari 2022 | 08:39 WIB
SUSUNAN DALAM SATU NASKAH KETENTUAN PERPAJAKAN
Review
Rabu, 19 Januari 2022 | 15:20 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 14:15 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 11:15 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 10:15 WIB
DIRJEN PERIMBANGAN KEUANGAN ASTERA PRIMANTO BHAKTI:
Fokus
Literasi
Jum'at, 21 Januari 2022 | 19:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 21 Januari 2022 | 17:20 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 21 Januari 2022 | 17:05 WIB
PROFIL PAJAK KOTA TASIKMALAYA
Jum'at, 21 Januari 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 19 Januari 2022 | 09:17 WIB
KURS PAJAK 19 JANUARI - 25 JANUARI 2022
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Senin, 03 Januari 2022 | 10:45 WIB
KMK 70/2021
Reportase
Perpajakan.id

Harga Minyak Menanjak, Setoran Pajak Perusahaan Migas Tembus Rp220 T

A+
A-
1
A+
A-
1
Harga Minyak Menanjak, Setoran Pajak Perusahaan Migas Tembus Rp220 T

Ilustrasi.

OSLO, DDTCNews - Perusahaan migas milik negara Norwegia, Equinor, memproyeksikan bakal ada lonjakan setoran pajak pada tahun. Alasannya, harga komoditas internasional yang menanjak tahun ini.

CEO Equinor Anders Opedal mengatakan laba per kuartal perusahaan mencapai rekor tertinggi. Hal tersebut berimplikasi pada total setoran pajak perusahaan kepada perbendaharaan negara.

"Kami memproyeksikan untuk membayar 130 miliar kroner Norwegia [Rp220 triliun] dalam bentuk pajak dari landas kontinen Norwegia untuk 2021," katanya dikutip pada Jumat (29/10/2021).

Baca Juga: Banyak Fraud, Uni Eropa Ingin Ubah Ketentuan PPN

Opedal mengatakan kegiatan bisnis migas pada tahun ini jauh berbeda dari tahun lalu. Pada tahun fiskal 2020, perseroan mencatat kerugian senilai 200 miliar kroner Norwegia.

Rapor merah perusahaan pada tahun lalu disebabkan pandemi Covid-19 yang membuat harga minyak dunia anjlok. Kemudian, ada investasi dalam skala besar Equinor pada proyek migas di Amerika Serikat (AS).

Pada tahun ini, harga komoditas naik signifikan khususnya untuk gas alam. Alhasil, laba usaha sebelum pajak pada kuartal III/2021 mencapai rekor tertinggi sejumlah 85 miliar kroner Norwegia. Hal tersebut melebihi proyeksi awal dengan tingkat laba senilai 70 miliar kroner Norwegia.

Baca Juga: Insentif Pajak untuk 4 Sektor Usaha Ini Diperpanjang Hingga 2023

Opedal memaparkan harga minyak Equinor naik 80% pada kuartal III/2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba perusahaan juga terdongkrak dengan harga gas alam yang naik hampir 4 kali lipat tahun ini. Kenaikan harga gas alam mencapai 370% dibandingkan tingkat harga tahun lalu.

"Ada kebutuhan besar untuk gas selama musim dingin. Kami berharap harga gas akan terus kuat," ungkapnya.

Opedal menambahkan lonjakan harga listrik di sebagian besar negara Eropa menjadi tanda masih besarnya kebutuhan migas khususnya gas alam sebagai sumber pembangkit listrik. Oleh karena itu, perusahaan tengah mengupayakan melakukan ekspor untuk memenuhi kebutuhan gas alam selama periode musim dingin.

Baca Juga: Belum Pulih, Pengusaha Minta Keringanan Pajak PBB Diperpanjang 2 Tahun

"Equinor memiliki peran penting sebagai pemasok energi yang dapat diandalkan ke Eropa dan perusahaan mencari semua kemungkinan untuk meningkatkan ekspor," terangnya seperti dilansir newsinenglish.no. (sap)

Topik : pajak internasional, pajak migas, PPh badan, Norwegia

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Cikal Restu Syiffawidiyana

Jum'at, 29 Oktober 2021 | 21:00 WIB
Pemulihan akibat dampak pademi yang terjadi dua tahun belakangan sudah mulai berangsur pulih. Kabar baik bagi Norwegia. Dan semoga menjadi kabar baik di negara lainnya. Agar pandemi ini bisa berlalu, dan kegiatan berlalu lalang secara normal.
1

ARTIKEL TERKAIT

berita pilihan

Senin, 24 Januari 2022 | 10:30 WIB
BELGIA

Banyak Fraud, Uni Eropa Ingin Ubah Ketentuan PPN

Senin, 24 Januari 2022 | 10:00 WIB
KOTA BALIKPAPAN

Kejar Penerimaan Rp850 Miliar, Pembayaran Pajak Online Dioptimalkan

Senin, 24 Januari 2022 | 09:25 WIB
DATA PPS HARI INI

Data 23 Januari 2022: Sudah 6.867 Wajib Pajak Ikut PPS

Senin, 24 Januari 2022 | 08:39 WIB
SUSUNAN DALAM SATU NASKAH KETENTUAN PERPAJAKAN

Unduh di Sini! Susunan Dalam Satu Naskah Ketentuan PPS Dirilis

Senin, 24 Januari 2022 | 08:15 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Soal Pajak Penghasilan Selain Uang atau Natura, Wamenkeu Pastikan Ini

Minggu, 23 Januari 2022 | 15:00 WIB
KP2KP MOJOSARI

Lapor SPT Tahunan Lebih Awal, Tiga Pengusaha Dapat Apresiasi

Minggu, 23 Januari 2022 | 13:00 WIB
KOTA SURAKARTA

Siap-Siap! SPPT Pajak Bumi dan Bangunan Langsung Dikirim ke Rumah

Minggu, 23 Januari 2022 | 12:00 WIB
KOREA SELATAN

Otoritas Pajak Diminta Gencarkan Pemeriksaan di Sektor Properti