Fokus
Literasi
Jum'at, 14 Januari 2022 | 21:24 WIB
PROFIL PAJAK KOTA PADANG
Jum'at, 14 Januari 2022 | 20:45 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 14 Januari 2022 | 20:36 WIB
KAMUS KEBIJAKAN FISKAL
Kamis, 13 Januari 2022 | 16:37 WIB
TAX ALLOWANCE (3)
Data & Alat
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Senin, 03 Januari 2022 | 10:45 WIB
KMK 70/2021
Rabu, 29 Desember 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 29 DESEMBER 2021 - 4 JANUARI 2022
Reportase
Perpajakan.id

Dorong Ekonomi Kuartal IV, Sri Mulyani Tegaskan Akselerasi Dana PEN

A+
A-
2
A+
A-
2
Dorong Ekonomi Kuartal IV, Sri Mulyani Tegaskan Akselerasi Dana PEN

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan akan memanfaatkan sisa waktu 1 bulan yang tersisa untuk mengoptimalkan pemanfaatan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2021.

Sri Mulyani mengatakan realisasi dana PEN terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, pemanfaatan dana PEN juga berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi kuartal IV/2021.

"Untuk tahun ini, yang hanya tersisa 1 bulan, kami terus mengimplementasikan program PEN dan menyelesaikan belanja pemerintah untuk memulihkan ekonomi pada kuartal IV," katanya, Selasa (30/11/2021).

Baca Juga: Tak Lunasi Tunggakan, Tanah Milik Wajib Pajak di Jateng Disita DJP

Menkeu menuturkan Indonesia mengalami dampak berat akibat pandemi Covid-19, baik dari aspek kesehatan, sosial, dan ekonomi. Pemerintah pun mengalokasikan dana PEN untuk mempercepat penanganan pandemi, memberikan bantuan sosial, dan memberikan insentif usaha.

Hingga 19 November 2021, dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang sudah terserap Rp495,77 triliun atau 67% dari pagu Rp744,77 triliun. Kemenkeu memperkirakan penyerapan dana PEN akan sekitar Rp707 triliun atau 95% dari pagu pada akhir tahun.

Realisasi dana PEN untuk program kesehatan tercatat senilai Rp135,53 triliun atau 63% dari pagu Rp214,96 triliun. Realisasi itu utamanya untuk diagnostik, perawatan pasien, insentif dan santunan tenaga kesehatan, dan vaksinasi.

Baca Juga: DJP Mulai Kirim Email Blast Soal PPS ke Wajib Pajak, Begini Isinya

Pada klaster perlindungan sosial, realisasinya mencapai Rp140,5 triliun atau 76% dari pagu Rp186,64 triliun. Pemanfaatannya antara lain untuk program keluarga harapan, kartu sembako, BLT dana desa, dan bantuan subsidi upah.

Lalum, realisasi dana PEN untuk program prioritas kementerian/lembaga (K/L) baru Rp74,44 triliun atau 64% dari pagu Rp117,94 triliun. Penggunaannya antara lain untuk program padat karya K/L, dukungan pariwisata, ketahanan pangan, ICT, serta pengembangan kawasan strategis.

Selanjutnya, realisasi stimulus UMKM dan korporasi telah mencapai Rp81,83 triliun atau 50% dari pagu Rp162,40 triliun. Realisasi tersebut berupa bantuan ultramikro, imbal jasa penjaminan (IJP) UMKM, serta penempatan dana pada bank untuk penyaluran kredit UMKM.

Baca Juga: Terbit PMK Baru Soal Pengawasan Akuntan Publik, Ini yang Diatur

Terakhir, terdapat klaster insentif usaha yang realisasinya sudah mencapai Rp62,47 triliun atau setara 99,4% dari pagu Rp62,83 triliun. Dengan realisasi tersebut, pagu yang tersisa kini hanya sekitar Rp360 miliar.

Insentif usaha yang diberikan di antaranya berupa PPh Pasal 21 ditanggung pemerintah (DTP), PPh final UMKM DTP, pembebasan PPh Pasal 22 impor, pembebasan bea masuk, pengurangan angsuran PPh Pasal 25, restitusi PPN dipercepat, serta PPN atas sewa unit di mal DTP.

Selain itu, ada insentif untuk mendorong konsumsi kelas menengah, yakni pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) DTP untuk kendaraan bermotor (mobil) dan PPN DTP untuk rumah.

Baca Juga: Jual Ratusan Ribu Data Pribadi, 2 Pegawai Kantor Pajak Ditangkap

Sri Mulyani juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2021 akan sekitar 3,5%—4,0%. Menurutnya, proyeksi itu mencerminkan optimisme setelah ekonomi Indonesia dihantam Covid-19 varian Delta, walaupun lebih rendah dari target dalam UU APBN sebesar 5%.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi 4% sepanjang 2021 akan tercapai jika ekonomi kuartal IV/2021 mampu tumbuh di atas 5%. (rig)

Baca Juga: Anggaran Program PEN 2022 Dinaikkan Jadi Rp451 Triliun
Topik : menkeu sri mulyani, pemulihan ekonomi, pandemi covid-19, PEN, pertumbuhan ekonomi

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Sabtu, 15 Januari 2022 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Kemenkeu: Indonesia Berbeda, Saat Krisis Malah Mereformasi Pajak

Sabtu, 15 Januari 2022 | 07:30 WIB
KOTA MAKASSAR

Cegah Kebocoran Pajak, Pemda Awasi Restoran Pakai CCTV

Sabtu, 15 Januari 2022 | 06:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Ada 3 Insentif Covid-19 yang Tak Dilanjutkan, Ternyata Ini Alasannya

Jum'at, 14 Januari 2022 | 21:59 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Pakai NPPN? Sekarang Bisa Beritahukan Lewat 2 Saluran Kring Pajak Ini

berita pilihan

Senin, 17 Januari 2022 | 17:21 WIB
PENEGAKAN HUKUM

Tak Lunasi Tunggakan, Tanah Milik Wajib Pajak di Jateng Disita DJP

Senin, 17 Januari 2022 | 17:17 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Beban Ditjen Pajak Bertambah Terus, Coretax System Mutlak Diperlukan

Senin, 17 Januari 2022 | 17:00 WIB
INGGRIS

Perusahaan Leasing Peringatkan Pemilik Kendaraan Soal Tarif Cukai

Senin, 17 Januari 2022 | 16:30 WIB
KONSENSUS PAJAK GLOBAL

Negara Uni Eropa Punya 3 Skema Adopsi Pajak Minimum Global, Apa Saja?

Senin, 17 Januari 2022 | 16:25 WIB
CERITA DAN HUMOR PAJAK

Urutin Dokumen, Bukan Urutin yang Lain!

Senin, 17 Januari 2022 | 16:00 WIB
ANGKA KEMISKINAN

BPS: Jumlah Penduduk Miskin September 2021 Capai 26,5 Juta Orang

Senin, 17 Januari 2022 | 14:45 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

DJP Mulai Kirim Email Blast Soal PPS ke Wajib Pajak, Begini Isinya