Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Dirjen Pajak Paparkan 3 Faktor Target 2019 Tidak Bisa Dicapai

A+
A-
3
A+
A-
3

Dirjen Pajak Robert Pakpahan. 

JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah mengestimasi realisasi penerimaan negara, terutama pajak tidak mencapai target APBN 2019. Tiga faktor utama dinilai menjadi penyebabnya.

Dirjen Pajak Robert Pakpahan mengatakan outlook setoran perpajakan hanya memenuhi 93,8% dari target APBN sebesar Rp2.165,1 triliun. Dengan demikian, hitungan pemerintah shortfall pada tahun ini mencapai Rp143,3 triliun.

Estimasi tersebut sebagian besar disumbang oleh shortfall setoran pajak yang diprediksi mencapai Rp140 triliun. Realisasi setoran pajak yang dikelola oleh Ditjen Pajak (DJP) diprediksi hanya mampu memenuhi 91% dari target APBN senilai Rp1.577,5 triliun.

Baca Juga: Ini Materi Konpers DDTC Fiscal Research Soal Tantangan & Outlook Pajak

“Khusus untuk DJP diprediksi 91,1% dari target, shortfall-nya diperkirakan Rp140 triliun,” katanya di Kompleks Parlemen, Selasa (16/7/2019).

Robert menerangkan tiga faktor yang menyebabkan otoritas pajak tidak mampu memenuhi target penerimaan tahun ini. Ketiga faktor tersebut merupakan kombinasi antara iklim ekonomi yang tidak kondusif dan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah.

Pertama, harga komoditas yang tidak setinggi tahun lalu. Melandainya harga komoditas membuat realisasi penerimaan tidak setinggi tahun lalu, terutama untuk komoditas pertambangan dan perkebunan.

Baca Juga: Ini Proyeksi DDTC Fiscal Research Soal Penerimaan Pajak 2020

Kedua, volume perdagangan yang turun dan terefleksi pada turunnya aktivitas impor. Ketiga, kebijakan restitusi yang dipercepat sehingga penerimaan pajak pertambahan nilai (PPN) tertekan tahun ini.

“Penyebabnya [outlook shortfall] adalah harga komoditas yang turun drastis, kemudian impor juga turun cukup drastis. Ketiga, restitusi dipercepat juga kita berikan at the same time,” paparnya.

Seperti diketahui, jumlah setoran pajak hingga akhir Juni 2019 senilai Rp603,3 triliun. Angka tersebut tumbuh 3,75% dari periode yang sama tahun lalu dan memenuhi 38,2% dari target APBN yang senilai Rp1.577,5 triliun. (kaw)

Baca Juga: Penerimaan 2019 Lesu, Andil Perlambatan Ekonomi Global Cukup Besar

Estimasi tersebut sebagian besar disumbang oleh shortfall setoran pajak yang diprediksi mencapai Rp140 triliun. Realisasi setoran pajak yang dikelola oleh Ditjen Pajak (DJP) diprediksi hanya mampu memenuhi 91% dari target APBN senilai Rp1.577,5 triliun.

Baca Juga: Ini Materi Konpers DDTC Fiscal Research Soal Tantangan & Outlook Pajak

“Khusus untuk DJP diprediksi 91,1% dari target, shortfall-nya diperkirakan Rp140 triliun,” katanya di Kompleks Parlemen, Selasa (16/7/2019).

Robert menerangkan tiga faktor yang menyebabkan otoritas pajak tidak mampu memenuhi target penerimaan tahun ini. Ketiga faktor tersebut merupakan kombinasi antara iklim ekonomi yang tidak kondusif dan kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah.

Pertama, harga komoditas yang tidak setinggi tahun lalu. Melandainya harga komoditas membuat realisasi penerimaan tidak setinggi tahun lalu, terutama untuk komoditas pertambangan dan perkebunan.

Baca Juga: Ini Proyeksi DDTC Fiscal Research Soal Penerimaan Pajak 2020

Kedua, volume perdagangan yang turun dan terefleksi pada turunnya aktivitas impor. Ketiga, kebijakan restitusi yang dipercepat sehingga penerimaan pajak pertambahan nilai (PPN) tertekan tahun ini.

“Penyebabnya [outlook shortfall] adalah harga komoditas yang turun drastis, kemudian impor juga turun cukup drastis. Ketiga, restitusi dipercepat juga kita berikan at the same time,” paparnya.

Seperti diketahui, jumlah setoran pajak hingga akhir Juni 2019 senilai Rp603,3 triliun. Angka tersebut tumbuh 3,75% dari periode yang sama tahun lalu dan memenuhi 38,2% dari target APBN yang senilai Rp1.577,5 triliun. (kaw)

Baca Juga: Penerimaan 2019 Lesu, Andil Perlambatan Ekonomi Global Cukup Besar
Topik : penerimaan pajak, shortfall, kinerja Juni 2019, APBN Kita
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Senin, 08 April 2019 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 08 Juli 2019 | 18:02 WIB
TRANSFER PRICING
Rabu, 20 November 2019 | 17:45 WIB
INVESTASI
Rabu, 02 Oktober 2019 | 19:10 WIB
REFORMASI PAJAK
berita pilihan
Sabtu, 03 November 2018 | 13:40 WIB
WORLDWIDE TAX SYSTEM
Jum'at, 27 September 2019 | 09:54 WIB
WORLD TRANSFER PRICING
Kamis, 22 November 2018 | 16:19 WIB
WORLD TRANSFER PRICING
Jum'at, 25 Agustus 2017 | 12:05 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
Selasa, 10 Oktober 2017 | 16:01 WIB
WORKSHOP PAJAK INTERNASIONAL
Selasa, 02 Agustus 2016 | 20:02 WIB
WIEF KE-12
Selasa, 11 April 2017 | 14:01 WIB
WAMENKEU:
Kamis, 12 September 2019 | 19:08 WIB
WAFATNYA BJ HABIBIE
Rabu, 23 Oktober 2019 | 19:45 WIB
WACANA PEMBENTUKAN BADAN PENERIMAAN PAJAK
Senin, 05 Juni 2017 | 13:52 WIB
VIETNAM