Review
Sabtu, 11 Juli 2020 | 10:32 WIB
PERSPEKTIF
Rabu, 08 Juli 2020 | 06:06 WIB
PERSPEKTIF
Selasa, 07 Juli 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 07 Juli 2020 | 09:06 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Data & alat
Minggu, 12 Juli 2020 | 14:15 WIB
STATISTIK PERTUKARAN INFORMASI
Rabu, 08 Juli 2020 | 15:37 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 08 Juli 2020 | 08:29 WIB
KURS PAJAK 8 JULI - 14 JULI 2020
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:31 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Reportase

Diperpanjang, Pelayanan Tatap Muka DJP Berhenti Sampai 14 Juni 2020

A+
A-
50
A+
A-
50
Diperpanjang, Pelayanan Tatap Muka DJP Berhenti Sampai 14 Juni 2020

Ilustrasi. Gedung DJP. 

JAKARTA, DDTCNews – Meskipun sebagian pegawai Ditjen Pajak (DJP) sudah bekerja dari kantor (work from home/WFH) mulai 2 Juni 2020, pelayanan langsung atau tatap muka kepada wajib pajak masih dihentikan sementara.

Awalnya, sesuai SE-23/PJ/2020, penghentian pelayanan perpajakan secara langsung atau tatap muka selesai pada hari ini, Jumat (29/5/2020). Namun, dalam informasi melalui poster yang beredar di media sosial, penghentian pelayanan tatap muka diperpanjang hingga 14 Juni 2020.

Kasubdit Humas Perpajakan Ani Natalia mengonfirmasi informasi tersebut. Dia mengatakan pelayanan tatap muka memang masih dihentikan. Pada saat yang sama, otoritas tengah mempersiapkan protokol menghadapi new normal jika nantinya pelayanan langsung sudah bisa dibuka kembali.

Baca Juga: Netflix Cs Ditunjuk Jadi Pemungut PPN, Ini Respons Asosiasi E-Commerce

“Benar, layanan tatap muka masih belum bisa kami buka. Kami sedang mempersiapkan protokol pelayanan saat new normal nanti. Semoga dalam dua minggu ke depan kondisinya [perkembangan Covid-19] membaik sehingga kita makin percaya diri untuk membuka pelayanan langsung,” jelas Ani.

Dia mengatakan keputusan DJP mempertimbangkan kondisi keselamatan wajib pajak maupun pegawai DJP. Meskipun demikian, seluruh pelayanan secara elektronik atau online bisa tetap dimaksimalkan oleh wajib pajak.

“Wajib pajak masih tetap bisa memanfaatkan layanan online, termasuk lewat whatsapp, email, dan saluran lainnya. Jadi, DJP tetap berupaya maksimal memberi pelayanan kepada wajib pajak,” imbuh Ani. Simak pula artikel ‘Ketentuan Layanan Pajak DJP Selama Masa Pencegahan Virus Corona’ .

Baca Juga: Tidak Bisa Manfaatkan PPh Final UMKM DTP Karena KLU, Ini Solusi DJP

Sebagai informasi, seperti diberitakan sebelumnya, dalam Surat Edaran Dirjen Pajak No. SE-30/PJ/2020 disebutkan ketentuan terkait panduan pelaksanaan tugas dan fungsi serta upaya peningkatan kewaspadaan selama masa pencegahan penyebaran Covid-19 tetap berlaku.

Ketentuan itu adalah pertama, Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-13/PJ/2020. Kedua, Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-15/PJ/2020. Ketiga, Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-16/PJ/2020. Keempat, Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-18/PJ/2020. (kaw)


Baca Juga: DJP: PMK Perpanjangan Insentif Pajak UMKM Segera Terbit
Topik : Ditjen Pajak, WFH, virus Corona, work from home, SPT, pelayanan tatap muka, DJP
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 09 Juli 2020 | 15:10 WIB
INSENTIF PAJAK
Kamis, 09 Juli 2020 | 14:45 WIB
KINERJA FISKAL
Kamis, 09 Juli 2020 | 14:29 WIB
PELAYANAN PAJAK
Kamis, 09 Juli 2020 | 13:41 WIB
KINERJA FISKAL
berita pilihan
Senin, 13 Juli 2020 | 19:01 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 13 Juli 2020 | 18:29 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 13 Juli 2020 | 18:25 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 13 Juli 2020 | 18:00 WIB
KABUPATEN PROBOLINGGO
Senin, 13 Juli 2020 | 17:41 WIB
PPN PRODUK DIGITAL
Senin, 13 Juli 2020 | 17:15 WIB
INSENTIF PAJAK
Senin, 13 Juli 2020 | 17:07 WIB
SURAT BERHARGA NEGARA
Senin, 13 Juli 2020 | 16:15 WIB
INSENTIF PAJAK