Review
Rabu, 20 Januari 2021 | 14:18 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 19 Januari 2021 | 09:24 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 13 Januari 2021 | 15:23 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 12 Januari 2021 | 12:27 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Kamis, 21 Januari 2021 | 17:38 WIB
PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (3)
Kamis, 21 Januari 2021 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 18:01 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 17:57 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & Alat
Rabu, 20 Januari 2021 | 16:43 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 20 JANUARI - 26 JANUARI 2021
Senin, 18 Januari 2021 | 09:10 WIB
STATISTIK PAJAK KONSUMSI
Rabu, 13 Januari 2021 | 17:05 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Daya Beli Lemah, Sri Mulyani Proyeksi Inflasi 2020 Sangat Rendah

A+
A-
1
A+
A-
1
Daya Beli Lemah, Sri Mulyani Proyeksi Inflasi 2020 Sangat Rendah

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (tangkapan layar Youtube)

JAKARTA, DDTCNews – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksi tingkat inflasi sepanjang 2020 hanya akan sebesar 1,5%.

Sri Mulyani menyebut proyeksi inflasi tersebut menjadi yang terendah dalam 6 tahun terakhir. Menurutnya, inflasi yang rendah disebabkan oleh melemahnya daya beli masyarakat akibat pandemi Covid-19.

"Outlook 2020, kami perkirakan inflasi 1,5%. Sangat rendah dalam 6 tahun terakhir. Jauh lebih rendah, single digit, dan sangat rendah," katanya melalui konferensi video, Selasa (1/12/2020).

Baca Juga: 70,72% Penduduk Berusia Produktif, Ini Hasil Sensus Terbaru BPS

Sri Mulyani mengatakan pandemi Covid-19 telah menyebabkan daya beli masyarakat menurun tajam di hampir semua negara di dunia, termasuk Indonesia. Hal itu misalnya tercermin dari laju inflasi dan kontraksi pada pertumbuhan ekonomi.

Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan tingkat inflasi pada November 2020 sebesar 0,28%. Sementara itu, inflasi secara secara tahun berjalan tercatat hanya 1,23%.

Indonesia juga sempat mengalami deflasi dalam 3 bulan berturut-turut, yakni sepanjang Juli hingga September 2020. Pada Oktober 2020, indeks harga konsumen (IHK) mulai kembali naik (inflasi) walaupun dengan angka yang kecil, yakni 0,07%.

Baca Juga: Sri Mulyani: Kita Tetap Beri Berbagai Insentif Fiskal

Sri Mulyani menyebut inflasi yang rendah pada satu sisi lainnya memang berdampak pada efek beban dana (cost of fund) yang rendah. Meski demikian, pemerintah tetap akan mewaspadai dampaknya terhadap daya beli masyarakat.

"Kami tetap perlu berhati-hari melihat dari sisi demand yang harus perlu diperkuat," ujarnya. (kaw)

Baca Juga: Ini Harapan Sri Mulyani Seusai Joe Biden Dilantik
Topik : inflasi, IHK, BPS, Kemenkeu, Sri Mulyani, daya beli
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 12 Januari 2021 | 09:14 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Senin, 11 Januari 2021 | 11:00 WIB
PMK 226/2020
Jum'at, 08 Januari 2021 | 18:59 WIB
KEKAYAAN NEGARA
Jum'at, 08 Januari 2021 | 16:02 WIB
PMK 236/2020
berita pilihan
Jum'at, 22 Januari 2021 | 13:45 WIB
PENEGAKAN HUKUM
Jum'at, 22 Januari 2021 | 13:35 WIB
PELAYANAN PAJAK
Jum'at, 22 Januari 2021 | 13:26 WIB
UU CIPTA KERJA
Jum'at, 22 Januari 2021 | 12:15 WIB
MALAYSIA
Jum'at, 22 Januari 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Jum'at, 22 Januari 2021 | 09:00 WIB
DANA TABUNGAN PERUMAHAN
Jum'at, 22 Januari 2021 | 08:45 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Kamis, 21 Januari 2021 | 18:33 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Kamis, 21 Januari 2021 | 18:21 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
Kamis, 21 Januari 2021 | 18:08 WIB
PPh DIVIDEN