Fokus
Literasi
Jum'at, 18 Juni 2021 | 19:00 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:01 WIB
KAMUS PAJAK PENGHASILAN
Jum'at, 18 Juni 2021 | 16:01 WIB
TIPS PAJAK
Kamis, 17 Juni 2021 | 18:11 WIB
CUKAI (18)
Data & Alat
Kamis, 17 Juni 2021 | 18:50 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 16 Juni 2021 | 08:55 WIB
KURS PAJAK 16 JUNI 2021-22 JUNI 2021
Rabu, 09 Juni 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 9 JUNI 2021-15 JUNI 2021
Selasa, 08 Juni 2021 | 18:33 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Komunitas
Rabu, 16 Juni 2021 | 15:00 WIB
DDTC PODTAX
Rabu, 16 Juni 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Senin, 14 Juni 2021 | 14:11 WIB
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA
Sabtu, 12 Juni 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Dari Data Setoran Pajak, Ini Produk Digital Asing yang Banyak Dipakai

A+
A-
1
A+
A-
1
Dari Data Setoran Pajak, Ini Produk Digital Asing yang Banyak Dipakai

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews – Jasa periklanan yang ditawarkan perusahaan digital asing menjadi produk yang paling banyak dimanfaatkan masyarakat Indonesia.

Tren pemanfaatan ini tercermin dari jumlah setoran pajak pertambahan nilai (PPN) produk digital kepada Ditjen Pajak (DJP). Setoran disampaikan perusahaan yang ditunjuk dirjen pajak sebagai pemungut PPN produk digital pada perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE).

"Kebanyakan memang iklan, tapi kalau saya lihat film juga banyak dan ada musik juga," ujar Dirjen Pajak Suryo Utomo, Senin (10/5/2021).

Baca Juga: Sengketa Jasa Asuransi Unit Link yang Dikecualikan dari Pemungutan PPN

Dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 48/2020 diatur mengenai pengenaan PPN atas pemanfaatan barang kena pajak (BKP) tidak berwujud serta jasa kena pajak (JKP) dari luar daerah pabean oleh konsumen Indonesia melalui PMSE.

Hingga saat ini, sudah ada 65 badan usaha yang ditunjuk sebagai pemungut PPN produk digital. Produk yang disediakan beragam, mulai dari jasa periklanan digital, layanan video dan musik berbasis langganan (subscription), game, cloud computing, dan lain sebagainya.

Adapun beberapa badan usaha pemungut PPN produk digital pada PMSE yang turut menyediakan jasa periklanan digital dan banyak dimanfaatkan masyarakat Indonesia adalah Google dan Facebook.

Baca Juga: Kendala Validasi Data Kependudukan, DJP: Sedang Dikerjakan Secepatnya

Google ditunjuk sebagai pemungut produk digital pada PMSE sejak Juli 2020, sedangkan Facebook telah ditunjuk sejak Agustus 2020.

Tahun ini, hingga 30 April, setoran PPN produk digital pada PMSE yang sudah diterima DJP sudah mencapai Rp1,89 triliun. Realisasi tersebut bersumber dari 48 pemungut PPN yang telah ditunjuk. (kaw)

Baca Juga: KPP Madya Gresik Terbentuk, Pelayanan dan Pengawasan WP Lebih Efektif
Topik : PPN, produk digital, PMSE, Ditjen Pajak, DJP, Google, Facebook
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 16 Juni 2021 | 15:00 WIB
MESIR
Rabu, 16 Juni 2021 | 14:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 16 Juni 2021 | 13:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 16 Juni 2021 | 12:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
berita pilihan
Jum'at, 18 Juni 2021 | 19:00 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 18 Juni 2021 | 18:30 WIB
PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
Jum'at, 18 Juni 2021 | 18:18 WIB
DDTC NEWSLETTER
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:55 WIB
KEKAYAAN NEGARA
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:48 WIB
LAYANAN PAJAK
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:07 WIB
PMK 56/2021
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:01 WIB
KAMUS PAJAK PENGHASILAN
Jum'at, 18 Juni 2021 | 16:05 WIB
EFEK VIRUS CORONA