Fokus
Literasi
Jum'at, 14 Januari 2022 | 21:24 WIB
PROFIL PAJAK KOTA PADANG
Jum'at, 14 Januari 2022 | 20:45 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 14 Januari 2022 | 20:36 WIB
KAMUS KEBIJAKAN FISKAL
Kamis, 13 Januari 2022 | 16:37 WIB
TAX ALLOWANCE (3)
Data & Alat
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Senin, 03 Januari 2022 | 10:45 WIB
KMK 70/2021
Rabu, 29 Desember 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 29 DESEMBER 2021 - 4 JANUARI 2022
Reportase
Perpajakan.id

BPS Beberkan Dampak Insentif PPnBM Mobil DTP terhadap Kinerja Industri

A+
A-
0
A+
A-
0
BPS Beberkan Dampak Insentif PPnBM Mobil DTP terhadap Kinerja Industri

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor industri pengolahan dan perdagangan masih menjadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar menurut lapangan usaha.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan terdapat dampak positif dalam penerapan insentif pajak penjualan barang mewah (PPnBM) pada mobil ditanggung pemerintah (DTP) terhadap kinerja industri pengolahan dan perdagangan pada kuartal III/2021. Menurutnya, subkategori dalam industri pengolahan yang berkontribusi besar dalam pertumbuhan ekonomi yakni industri alat angkutan.

"Hal ini karena adanya kebijakan dari pemerintah terkait dengan dampak pemberian insentif PPnBM, jadi alat angkutan tumbuhnya cukup tinggi," katanya, Jumat (5/11/2021).

Baca Juga: Negara Uni Eropa Punya 3 Skema Adopsi Pajak Minimum Global, Apa Saja?

Margo mengatakan subkategori industri alat angkutan mencatatkan pertumbuhan sebesar 27,84% secara tahunan pada kuartal III/2021. Pertumbuhan itu melambat dibandingkan dengan kuartal II/2021 yang mencapai 45,7%.

Secara umum, industri pengolahan mencatatkan pertumbuhan 3,68%, melambat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang mencapai 6,58%. Selain industri alat angkutan, pertumbuhan juga didorong beberapa subkategori lain seperti industri logam dasar yang tumbuh 9,52% dan industri kimia, farmasi, dan obat tradisional 9,71%.

Pada sektor perdagangan, pertumbuhannya tercatat 5,16%, melambat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang mampu tumbuh 9,45%. Margo menyebut kondisi tersebut didorong perdagangan mobil, sepeda motor, dan reparasinya yang tumbuh 14,91%.

Baca Juga: BPS: Jumlah Penduduk Miskin September 2021 Capai 26,5 Juta Orang

Menurutnya, tingginya perdagangan mobil juga karena insentif PPnBM DTP. Sementara pada perdagangan besar dan eceran, bukan mobil dan sepeda motor, hanya mampu tumbuh 3,27%.

"Itu disebabkan oleh adanya peningkatan penjualan mobil sebagai dampak adanya program relaksasi PPnBM," ujarnya.

BPS mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal III/2021 sebesar 3,51%. Menurut lapangan usaha, industri pengolahan tumbuh 3,68% dan menjadi sumber pertumbuhan paling dominan mencapai 0,75%. Sumber pertumbuhan ekonomi terbesar kemudian diikuti sektor perdagangan sebesar 0,67%.

Baca Juga: Insentif Masih Dibutuhkan, Keringanan PPN Diperpanjang Hingga Maret

Saat ini, pemerintah memberikan insentif pajak penjualan barang mewah (PPnBM) ditanggung pemerintah (DTP) 100% atas mobil berkapasitas hingga 1.500 cc hingga Desember 2021.

Sementara pada mobil dengan kapasitas mesin lebih besar, diberikan insentif PPnBM DTP 50% untuk kendaraan bermotor penumpang 4x2 dengan kapasitas mesin 1.500 sampai dengan 2.500 cc dan PPnBM DTP 25% untuk kendaraan bermotor penumpang 4x4 dengan kapasitas mesin 1.500 sampai dengan 2.500 cc. (sap)

Baca Juga: DJP Mulai Kirim Email Blast Soal PPS ke Wajib Pajak, Begini Isinya
Topik : PPnBM, pajak mobil, diskon pajak, pajak bawang mewah, nasional, mobil listrik, hybrid

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Sabtu, 15 Januari 2022 | 11:30 WIB
KABUPATEN SRAGEN

Pemutihan Denda PBB Diadakan Lagi, Warga Diimbau Lunasi Tunggakan

Sabtu, 15 Januari 2022 | 06:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Ada 3 Insentif Covid-19 yang Tak Dilanjutkan, Ternyata Ini Alasannya

berita pilihan

Senin, 17 Januari 2022 | 16:30 WIB
KONSENSUS PAJAK GLOBAL

Negara Uni Eropa Punya 3 Skema Adopsi Pajak Minimum Global, Apa Saja?

Senin, 17 Januari 2022 | 16:25 WIB
CERITA DAN HUMOR PAJAK

Urutin Dokumen, Bukan Urutin yang Lain!

Senin, 17 Januari 2022 | 16:00 WIB
ANGKA KEMISKINAN

BPS: Jumlah Penduduk Miskin September 2021 Capai 26,5 Juta Orang

Senin, 17 Januari 2022 | 14:45 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

DJP Mulai Kirim Email Blast Soal PPS ke Wajib Pajak, Begini Isinya

Senin, 17 Januari 2022 | 14:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Enam Kondisi Bukti Pot/Put Unifikasi Tetap Perlu Dibuat

Senin, 17 Januari 2022 | 13:57 WIB
PMK 186/2021

Terbit PMK Baru Soal Pengawasan Akuntan Publik, Ini yang Diatur

Senin, 17 Januari 2022 | 13:51 WIB
KEBIJAKAN MONETER

Turun, Utang Luar Negeri Indonesia Rp5.965 Triliun Per November 2021