Fokus
Literasi
Jum'at, 12 Agustus 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK DAERAH
Rabu, 10 Agustus 2022 | 17:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 08 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & Alat
Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:07 WIB
KURS PAJAK 10 AGUSTUS - 16 AGUSTUS 2022
Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 3 AGUSTUS - 9 AGUSTUS 2022
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KMK 39/2022
Rabu, 27 Juli 2022 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 27 JULI - 2 AGUSTUS 2022
Reportase

BPS Beberkan Dampak Insentif PPnBM Mobil DTP terhadap Kinerja Industri

A+
A-
0
A+
A-
0
BPS Beberkan Dampak Insentif PPnBM Mobil DTP terhadap Kinerja Industri

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor industri pengolahan dan perdagangan masih menjadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar menurut lapangan usaha.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan terdapat dampak positif dalam penerapan insentif pajak penjualan barang mewah (PPnBM) pada mobil ditanggung pemerintah (DTP) terhadap kinerja industri pengolahan dan perdagangan pada kuartal III/2021. Menurutnya, subkategori dalam industri pengolahan yang berkontribusi besar dalam pertumbuhan ekonomi yakni industri alat angkutan.

"Hal ini karena adanya kebijakan dari pemerintah terkait dengan dampak pemberian insentif PPnBM, jadi alat angkutan tumbuhnya cukup tinggi," katanya, Jumat (5/11/2021).

Baca Juga: Ada Pajak Minimum, Beban Pajak Korporasi AS Bakal Tembus US$223 Miliar

Margo mengatakan subkategori industri alat angkutan mencatatkan pertumbuhan sebesar 27,84% secara tahunan pada kuartal III/2021. Pertumbuhan itu melambat dibandingkan dengan kuartal II/2021 yang mencapai 45,7%.

Secara umum, industri pengolahan mencatatkan pertumbuhan 3,68%, melambat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang mencapai 6,58%. Selain industri alat angkutan, pertumbuhan juga didorong beberapa subkategori lain seperti industri logam dasar yang tumbuh 9,52% dan industri kimia, farmasi, dan obat tradisional 9,71%.

Pada sektor perdagangan, pertumbuhannya tercatat 5,16%, melambat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang mampu tumbuh 9,45%. Margo menyebut kondisi tersebut didorong perdagangan mobil, sepeda motor, dan reparasinya yang tumbuh 14,91%.

Baca Juga: APBN Cetak Surplus Lagi, Pembiayaan Utang Turun 49,5 Persen

Menurutnya, tingginya perdagangan mobil juga karena insentif PPnBM DTP. Sementara pada perdagangan besar dan eceran, bukan mobil dan sepeda motor, hanya mampu tumbuh 3,27%.

"Itu disebabkan oleh adanya peningkatan penjualan mobil sebagai dampak adanya program relaksasi PPnBM," ujarnya.

BPS mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal III/2021 sebesar 3,51%. Menurut lapangan usaha, industri pengolahan tumbuh 3,68% dan menjadi sumber pertumbuhan paling dominan mencapai 0,75%. Sumber pertumbuhan ekonomi terbesar kemudian diikuti sektor perdagangan sebesar 0,67%.

Baca Juga: Muncul Kasus e-Meterai Palsu, Peruri Ungkap Modusnya

Saat ini, pemerintah memberikan insentif pajak penjualan barang mewah (PPnBM) ditanggung pemerintah (DTP) 100% atas mobil berkapasitas hingga 1.500 cc hingga Desember 2021.

Sementara pada mobil dengan kapasitas mesin lebih besar, diberikan insentif PPnBM DTP 50% untuk kendaraan bermotor penumpang 4x2 dengan kapasitas mesin 1.500 sampai dengan 2.500 cc dan PPnBM DTP 25% untuk kendaraan bermotor penumpang 4x4 dengan kapasitas mesin 1.500 sampai dengan 2.500 cc. (sap)

Baca Juga: Pentingnya Mendalami Pemahaman Pajak Internasional, Termasuk P3B
Topik : PPnBM, pajak mobil, diskon pajak, pajak bawang mewah, nasional, mobil listrik, hybrid

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 10 Agustus 2022 | 12:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

NIK Sebagai NPWP Permudah DJP Awasi Wajib Pajak

Rabu, 10 Agustus 2022 | 11:00 WIB
KOTA NEGARA

Pemutihan dan Diskon PBB Diadakan, Berlaku Sampai Desember 2022

Rabu, 10 Agustus 2022 | 10:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Soal Implementasi Pajak Karbon pada Tahun Ini, Begini Pernyataan BKF

Rabu, 10 Agustus 2022 | 10:00 WIB
PROVINSI SUMATRA UTARA

Pemutihan Pajak Tak Efektif, Gubernur Edy Dukung Penghapusan Data STNK

berita pilihan

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 19:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Ada Pajak Minimum, Beban Pajak Korporasi AS Bakal Tembus US$223 Miliar

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KP2KP PINRANG

Tak Hanya Kumpulkan Data, Kantor Pajak Juga 'Tandai' Kedai Kekinian WP

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 18:11 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Semua Sistem DJP Bakal Pakai NIK Sebagai Basis Data Wajib Pajak OP

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 18:09 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA

Peta PBB Bisa Diakses di Aplikasi 'Jakarta Satu', Ada ID Objek Pajak

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 18:00 WIB
APBN 2022

APBN Cetak Surplus Lagi, Pembiayaan Utang Turun 49,5 Persen

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 17:23 WIB
KP2KP PANGKAJENE

Belum Tuntas Lapor SPT, Pemilik Kedai Makan Didatangi Petugas Pajak

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 17:00 WIB
PAJAK DAERAH

BPKP Sebut Banyak Pemda Tak Serius Tetapkan Angka Target Pajak

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 16:30 WIB
METERAI ELEKTRONIK

Muncul Kasus e-Meterai Palsu, Peruri Ungkap Modusnya

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 15:45 WIB
DDTC ACADEMY - INTENSIVE COURSE

Pentingnya Mendalami Pemahaman Pajak Internasional, Termasuk P3B

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK DAERAH

Cara Blokir STNK Secara Online di Provinsi Jawa Barat