Review
Selasa, 14 Juli 2020 | 06:51 WIB
PERSPEKTIF
Sabtu, 11 Juli 2020 | 10:32 WIB
PERSPEKTIF
Rabu, 08 Juli 2020 | 06:06 WIB
PERSPEKTIF
Selasa, 07 Juli 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & alat
Minggu, 12 Juli 2020 | 14:15 WIB
STATISTIK PERTUKARAN INFORMASI
Rabu, 08 Juli 2020 | 15:37 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 08 Juli 2020 | 08:29 WIB
KURS PAJAK 8 JULI - 14 JULI 2020
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:31 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Reportase

Bikin Rugi Industri Dalam Negeri, Impor Produk Benang Kena BMTP

A+
A-
1
A+
A-
1
Bikin Rugi Industri Dalam Negeri, Impor Produk Benang Kena BMTP

Ilustrasi. (DDTCNews)

JAKARTA, DDTCNews—Pemerintah mengenakan bea masuk tindakan pengamanan (BMTP) terhadap impor produk benang selain benang jahit dari serat stapel sintetik dan artifisial yang termasuk dalam dalam pos tarif 5509.22.00, 5509.32.00, 5509.51.00, 5509.53.00, 5510.12.00, dan 5510.90.00

Hal tersebut tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 56/PMK.010/2020. Kebijakan ini dikeluarkan lantaran PMK No. 161/PMK.010/2019 yang mengenakan BMTP sementara (BMTPs) atas produk tersebut telah berakhir masa berlakunya.

Beleid baru tersebut juga mempertimbangkan hasil penyelidikan dari Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) yang menemukan adanya kerugian serius yang dialami industri dalam negeri akibat produk tersebut.

Baca Juga: Ini Catatan Negara Berkembang Soal Proposal Pajak Digital OECD

“Perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengamanan terhadap Impor Produk Benang (selain Benang Jahit) dari Serat Stapel Sintetik dan Artifisial,” demikian bunyi beleid tersebut seperti dikutip Jumat (29/5/2020)

Pengenaan BMTP ini merupakan pungutan tambahan atas bea masuk umum (most favoured nation/MFN) atau tambahan bea masuk preferensi untuk suatu negara yang memiliki kerja sama perdagangan dengan Indonesia dan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Tarif BMTP yang akan dikenakan tersegmentasi dalam 3 periode. Pertama, periode I (27 Mei 2020-8 November 2020) dikenakan tarif Rp1.405/Kg. Kedua, Periode II (9 November 2020-8 November 2021) dikenakan tarif Rp1.192/Kg. Ketiga, Periode III (9 November 2021-8 November 2022) dikenakan tarif Rp979/Kg.

Baca Juga: Genjot Ekonomi, Pemerintah Siapkan 10 Kawasan Ekonomi Khusus Baru

BMTP atas produk benang ini dikenakan terhadap importasi dari semua negara, kecuali terhadap produk produk benang (selain benang jahit) dari serat stapel sintetik dan artifisial yang diproduksi dari 121 negara yang tercantum dalam beleid itu.

Negara yang dikecualikan itu di antaranya adalah Argentina, Brazil, Costa Rica, Guatemala, Haiti, Hongkong, Kazakhstan, Kuwait, Liberia, Maldives, Nepal, Oman, Peru, Rusia, Saint Lucia, Samoa, Tanzania, Uruguay, Venezuela dan Zambia.

Namun, bagi importir yang berasal dari negara yang dikecualikan dari pengenaan BMTP ini atau negara yang memiliki kerja sama perdagangan dengan Indonesia, wajib menyerahkan dokumen Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin).

Baca Juga: Tidak Bisa Manfaatkan PPh Final UMKM DTP Karena KLU, Ini Solusi DJP

Beleid ini menjelaskan apabila penyelesaian kewajiban pabean dilakukan dengan pengajuan pemberitahuan pabean, BMTP ini akan berlaku sepenuhnya terhadap barang impor yang dokumen pemberitahuan pabean impornya telah mendapat nomor pendaftaran dari kantor pabean tempat penyelesaian kewajiban pabean.

Sementara itu, jika penyelesaian kewajiban pabean dilakukan tanpa pengajuan pemberitahuan pabean, BMTP berlaku untuk impor produk yang tarif dan nilai pabeannya ditetapkan oleh kantor pabean tempat penyelesaian kewajiban pabean.

Beleid ini juga mengatur pemasukan barang dari luar daerah pabean ke tempat penimbunan berikat. BMTP akan ditambahkan sebagai bea masuk yang ditangguhkan dalam dokumen pemberitahuan pabean pemasukan barang ke tempat penimbunan berikat. Beleid ini berlaku sejak 27 Mei 2020 sampai dengan 8 November 2022. (rig)

Baca Juga: Perusda Soppeng Kantongi Izin KIHT Perdana di Indonesia
Topik : bea masuk tindakan pengamanan, BMTP, barang impor, peraturan menteri keuangan, nasional
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 10 Juli 2020 | 10:21 WIB
KINERJA PENERIMAAN PAJAK
Kamis, 09 Juli 2020 | 18:22 WIB
KINERJA APBN 2020
Kamis, 09 Juli 2020 | 16:59 WIB
KINERJA PENERIMAAN PAJAK
berita pilihan
Selasa, 14 Juli 2020 | 06:51 WIB
PERSPEKTIF
Senin, 13 Juli 2020 | 19:01 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 13 Juli 2020 | 18:29 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 13 Juli 2020 | 18:25 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 13 Juli 2020 | 18:00 WIB
KABUPATEN PROBOLINGGO
Senin, 13 Juli 2020 | 17:41 WIB
PPN PRODUK DIGITAL
Senin, 13 Juli 2020 | 17:15 WIB
INSENTIF PAJAK
Senin, 13 Juli 2020 | 17:07 WIB
SURAT BERHARGA NEGARA