Berita
Sabtu, 27 Februari 2021 | 15:01 WIB
APEC 2021
Sabtu, 27 Februari 2021 | 14:01 WIB
KOTA MATARAM
Sabtu, 27 Februari 2021 | 13:01 WIB
INSENTIF PPnBM
Sabtu, 27 Februari 2021 | 12:01 WIB
INSENTIF KEPABEANAN
Fokus
Literasi
Jum'at, 26 Februari 2021 | 18:01 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:38 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Kamis, 25 Februari 2021 | 17:36 WIB
CUKAI (2)
Data & Alat
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Minggu, 21 Februari 2021 | 09:00 WIB
STATISTIK MUTUAL AGREEMENT PROCEDURE
Rabu, 17 Februari 2021 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 FEBRUARI - 23 FEBRUARI 2021
Senin, 15 Februari 2021 | 11:38 WIB
STATISTIK RASIO PAJAK
Komunitas
Sabtu, 27 Februari 2021 | 08:30 WIB
KOMIK PAJAK
Kamis, 25 Februari 2021 | 20:58 WIB
AGENDA PAJAK
Kamis, 25 Februari 2021 | 15:16 WIB
AGENDA PAJAK
Kamis, 25 Februari 2021 | 13:49 WIB
INSTITUT STIAMI
Reportase
Perpajakan.id

Bikin Faktur Pajak Masukan Palsu, Seorang Eksportir Ditangkap

A+
A-
2
A+
A-
2
Bikin Faktur Pajak Masukan Palsu, Seorang Eksportir Ditangkap

Ilustrasi. (DDTCNews)

MUMBAI, DDTCNews – Seorang eksportir ditangkap oleh unit antipengelakan pajak pertambahan nilai (PPN) dari otoritas pajak India lantaran diduga memalsukan kredit pajak masukan (input tax credit/ITC) melalui pembentukan sembilan perusahaan.

ITC merupakan salah satu opsi dari layanan PPN yang memperbolehkan para pembayar pajak untuk mengklaim kredit atas pajak yang dibayar atas suatu pembelian. Eksportir yang ditangkap tersebut bernama Santosh Kumar Singh berusia 40 tahun.

“Singh mengoperasikan sembilan perusahaan ekspor dan 44 perusahaan yang difungsikan untuk menerbitkan faktur palsu dengan nilai ITC yang tergolong besar, tanpa ada perpindahan barang yang nyata,” sebut unit anti pengelakan PPN, Rabu (13/1/2021).

Baca Juga: Agar PPnBM Mobil Ditanggung Pemerintah, PKP Wajib Lakukan Ini

Dalam investigasi otoritas pajak, sembilan perusahaan ekspor tersebut secara sengaja diciptakan untuk mengklaim ITC palsu. Hal ini terindikasi lantaran nama pemilik perusahaan tersebut memiliki nama yang sama dengan office boy dari perusahaan tersebut.

“Karyawan atau office boy tersebut tidak mengetahui bahwa mereka nama mereka dipakai sebagai pemilik perusahaan dan dibayar dengan gaji bulanan senilai Rs.10.000,” sebut unit antipengelakan PPN tersebut seperti dilansir freepressjournal.in.

Di sisi lain, Anggota Komite Pajak Barang dan Jasa India atau Goods and Services Tax (GST) Council saat ini tengah menggodok kebijakan baru guna menangkal maraknya faktur pajak palsu di negara tersebut.

Baca Juga: Baru Terbit! Kemenkeu Rilis Aturan Pemberian Insentif PPnBM Mobil DTP

Saat ini, Pemerintah India tengah menggodok sejumlah ketentuan untuk memperketat mekanisme registrasi pemungut GST atau PPN, serta mengubah beberapa klausul pada ketentuan PPN guna menangkal praktik kecurangan ini.

"Bakal ada klausul-klausul baru untuk memperketat registrasi pemungut PPN dan klausul yang mempermudah penangguhan dan pembatalan penetapan pemungut PPN," sebut seorang pejabat Kemenkeu India dikutip dari indiatimes.com.

Selain itu, Pemerintah India juga akan memanfaatkan analisis data guna mengidentifikasi wajib pajak yang melakukan kecurangan. Identifikasi berbasis data akan ditindaklanjuti dengan penangguhan penetapan pemungut PPN dan pemeriksaan fisik oleh petugas pajak.

Baca Juga: Pulihkan Pariwisata Kelautan, PPN Jasa Sewa Kapal Pesiar Dihapus

Pejabat Kementerian Keuangan mengatakan wajib pajak yang tidak tercatat melakukan pembayaran dan pelaporan pajak penghasilan akan diperiksa oleh petugas pajak sebelum dapat ditetapkan kembali untuk memungut PPN dari konsumen. (rig)

Topik : india, faktur pajak palsu, PPN, pajak internasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 23 Februari 2021 | 10:18 WIB
ESTONIA
Senin, 22 Februari 2021 | 14:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Senin, 22 Februari 2021 | 10:38 WIB
INGGRIS
Senin, 22 Februari 2021 | 10:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
berita pilihan
Sabtu, 27 Februari 2021 | 15:01 WIB
APEC 2021
Sabtu, 27 Februari 2021 | 14:01 WIB
KOTA MATARAM
Sabtu, 27 Februari 2021 | 13:01 WIB
INSENTIF PPnBM
Sabtu, 27 Februari 2021 | 12:01 WIB
INSENTIF KEPABEANAN
Sabtu, 27 Februari 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Sabtu, 27 Februari 2021 | 09:01 WIB
KOTA PADANG
Sabtu, 27 Februari 2021 | 08:30 WIB
KOMIK PAJAK
Sabtu, 27 Februari 2021 | 08:01 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN
Sabtu, 27 Februari 2021 | 07:01 WIB
SIDANG WTO
Sabtu, 27 Februari 2021 | 06:01 WIB
PMK 20/2021