APBN 2026

Dibiayai Pajak, Anggaran MBG Sudah Serap Rp44 Triliun hingga 9 Maret

Aurora K. M. Simanjuntak
Jumat, 13 Maret 2026 | 17.30 WIB
Dibiayai Pajak, Anggaran MBG Sudah Serap Rp44 Triliun hingga 9 Maret
<p>Ilustrasi. Pekerja memperlihatkan sejumlah paket makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Lumajang, Jawa Timur, Kamis (5/3/2026). ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/foc.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah telah menggelontorkan belanja senilai Rp44 triliun untuk menjalankan program makan bergizi gratis (MBG) sejak 1 Januari sampai dengan 9 Maret 2026.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan anggaran tersebut dikucurkan untuk 61,6 juta penerima MBG. Program ini mencakup berbagai daerah di Indonesia dan disalurkan melalui 25.082 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur umum.

"Realisasinya Rp44 triliun ini angka hingga 9 Maret, yang sebaran penerimanya ada di seluruh Indonesia, seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan dan jumlah penerimanya jutaan," katanya, dikutip pada Jumat (13/3/2026).

Suahasil menyampaikan bahwa penerima program MBG terdiri atas siswa-siswi sekolah, ibu hamil, ibu menyusui dan lansia. Secara demografis, penerima MBG paling banyak berada di Pulau Jawa, yakni mencapai 35,47 juta orang.

Disusul penerima MBG di Pulau Sumatera sebanyak 12,63 juta orang. Lalu, Pulau Sulawesi sebanyak 4,49 juta orang, Bali dan Nusa Tenggara sebanyak 3,52 juta orang, Maluku-Papua sebanyak 2,88 juta orang, serta penerima di Pulau Kalimantan sebanyak 2,63 juta orang.

"Tentu ini akan terus kita pastikan supaya dijalankan dengan tata kelola yang baik, efisien dan anggarannya tersedia untuk makan bergizi gratis," kata Suahasil.

Secara keseluruhan, Kementerian Keuangan mencatat realisasi belanja barang pemerintah mencapai Rp67,6 triliun hingga akhir Februari 2026. Kinerja belanja itu melonjak 269,4% dibandingkan dengan belanja barang pada periode yang sama tahun lalu.

Sebagian besar belanja pemerintah, yakni Rp39 triliun, dikucurkan untuk program MBG. Namun, jika MBG tidak ikut diperhitungkan sebagai belanja barang maka realisasi belanja barang pada Januari-Februari 2026 mencapai Rp28,6 triliun, atau tumbuh 58,9%.

"Kalau tahun lalu tidak terlalu besar MBG-nya, baru Rp300 miliar. Kalau tahun ini sudah Rp39 triliun selama Januari dan Februari. MBG ini kira-kira Rp19 triliun sebulan," tutur Suahasil. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.