JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah mencatat sudah ada 70 juta orang yang memanfaatkan program cek kesehatan gratis pada tahun lalu.
Menurut Presiden Prabowo Subianto, hasil cek kesehatan dimaksud menjadi cerminan dari tantangan kesehatan masyarakat ke depan.
"[Sebanyak] 70 juta rakyat kita sudah dicek kesehatan gratis pertama kali dalam sejarah, dan yang kita temukan hasilnya lumayan menantang," ujar Prabowo, dikutip pada Selasa (3/2/2026).
Secara terperinci, pemerintah menemukan 6 dari 100 bayi yang mengikuti cek kesehatan gratis ternyata memiliki berat lahir yang rendah. Tak hanya itu, sebanyak 1.615 bayi baru lahir ternyata kekurangan enzim pelindung sel darah merah.
Selanjutnya, 31% anak berusia 1 hingga 6 tahun yang mengikuti cek kesehatan gratis diketahui memiliki gigi berlubang. Sebanyak lebih dari 140.000 anak berusia 2 tahun juga masih kekurangan berat badan.
Kemudian, pemerintah mencatat 1 dari 5 remaja peserta cek kesehatan gratis memiliki tekanan darah di atas normal. Selain itu, 1 dari 4 remaja tercatat mengalami anemia, serta 47% anak usia sekolah dan remaja peserta cek kesehatan gratis memiliki gigi berlubang.
Lebih lanjut, pemerintah menemukan 1 dari 3 peserta dewasa cek kesehatan gratis mengalami obesitas sentral. Sebanyak 7 juta peserta dewasa cek kesehatan gratis juga memiliki tekanan darah di atas normal.
Terakhir, lebih dari 100.000 peserta dewasa cek kesehatan gratis diketahui memiliki kadar gula darah di atas normal.
Berkaca pada kondisi ini, Kementerian Kesehatan akan menggeser fokus cek kesehatan gratis dari skrining ke pencegahan dan penanganan yang terintegrasi.
Dengan pergeseran fokus ini, pemerintah akan memberikan pengobatan gratis selama 15 hari pertama bagi masyarakat yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan ketika mengikuti cek kesehatan gratis.
Penanganan diberikan melalui jaminan kesehatan nasional (JKN). Dalam hal masyarakat belum menjadi peserta BPJS Kesehatan, mereka akan diarahkan untuk mendaftarkan diri sebagai peserta.
Anggaran yang dialokasikan untuk pelaksanaan program cek kesehatan gratis pada 2026 mencapai Rp2,6 triliun. Anggaran untuk program ini berasal dari pos kesehatan di APBN 2026.
Perlu diketahui, pajak merupakan sumber penerimaan yang paling dominan di Indonesia, di mana sekitar 70% dari APBN bersumber dari penerimaan pajak. (dik)
