KEBIJAKAN PEMERINTAH

DPR Minta Dana Pendidikan Dioptimalkan untuk Pelajar Terdampak Bencana

Aurora K. M. Simanjuntak
Rabu, 07 Januari 2026 | 16.00 WIB
DPR Minta Dana Pendidikan Dioptimalkan untuk Pelajar Terdampak Bencana
<p>Ilustrasi. Sejumlah kendaraan antre melintasi Jalan Lintas Nasional Medan-Banda Aceh yang rusak akibat banjir di Desa Tualang Baro, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, Aceh, Kamis (4/12/2025). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/tom.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta pemerintah menjamin keberlanjutan pendidikan bagi anak sekolah dan mahasiswa yang terdampak bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Wakil Ketua Komisi X DPR Kurniasih Mufidayati menyarankan pemerintah mengoptimalisasi alokasi anggaran sejumlah program pendidikan tahun ini. Menurutnya, bantuan dari pemerintah dapat meringankan keluarga yang kehilangan mata pencaharian dan mengalami tekanan ekonomi yang berat akibat bencana.

"Negara harus memastikan anak-anak tetap bersekolah dan mahasiswa dapat melanjutkan studinya melalui optimalisasi PIP, KIP kuliah, bantuan UKT, dan berbagai beasiswa pendidikan lainnya," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip pada Rabu (7/1/2025).

Selain menyebabkan kerusakan fisik di berbagai daerah, Kurniasih mengatakan bencana alam berdampak besar terhadap kondisi sosial dan ekonomi keluarga yang terdampak. Artinya, kondisi keuangan dan stabilitas keluarga terdampak bisa terganggu.

Jika kondisi pascabencana tidak segera ditanggulangi, dia khawatir anak-anak atau mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan berisiko mengalami putus sekolah atau berhenti studi di jenjang perguruan tinggi.

Ada beberapa faktor penyebab putus sekolah atau berhenti kuliah akibat bencana, misal karena keterbatasan biaya, tempat tinggal, atau sedang memprioritaskan untuk bertahan hidup setelah bencana. Oleh karena itu, dukungan pemerintah melalui kebijakan di bidang pendidikan menjadi sangat penting.

Kurniasih pun mendorong pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk melakukan pendataan yang akurat dan responsif terhadap peserta didik dan mahasiswa terdampak bencana.

Dia menyarankan supaya mekanisme penyaluran bantuan lebih fleksibel, dan menyesuaikan kondisi lapangan agar tidak menghambat hak pendidikan mereka.

"Kami meminta agar kebijakan bantuan pendidikan tidak kaku secara administratif. Dalam situasi bencana, pendekatan yang digunakan harus adaptif, cepat, dan benar-benar berpihak pada keberlangsungan pendidikan anak dan mahasiswa," kata Kurniasih.

Kurniasih menambahkan pemerintah perlu menjaga akses pendidikan bagi generasi muda di wilayah terdampak bencana. Upaya ini bertujuan untuk memulihkan sumber daya manusia masa mendatang.

Menurutnya, pendidikan yang terjamin akan membantu anak-anak dan mahasiswa bangkit dari trauma, menjaga harapan, serta mempersiapkan mereka menjadi generasi yang tangguh. Dia berpandangan pendidikan adalah kunci agar anak-anak dan mahasiswa di Pulau Sumatera tetap memiliki masa depan yang lebih baik.

"Pemulihan pascabencana tidak hanya membangun kembali fisik dan infrastruktur, tetapi juga memastikan kualitas sumber daya manusia tetap terjaga," tuturnya. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.