KEBIJAKAN PAJAK

Shortfall Pajak Diprediksi Lebih Besar Tahun Ini, Ini Kata Purbaya

Aurora K. M. Simanjuntak
Selasa, 16 Desember 2025 | 10.45 WIB
Shortfall Pajak Diprediksi Lebih Besar Tahun Ini, Ini Kata Purbaya
<p>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/12/2025). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nz</p>

JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi penerimaan pajak 2025 berpotensi mengalami pelebaran selisih antara realisasi dan target penerimaan pajak atau biasa disebut dengan shortfall pajak.

Meski penerimaan pajak tahun ini berpotensi lebih menyusut dibandingkan dengan proyeksi awal, Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah shortfall lebih parah.

"[Penerimaan pajak] shortfall, tapi kan ada effort-effort untuk itu di 2 bulan terakhir. [Shortfall] melebar, ya lebar tapi enggak melebar lebih parah," katanya, dikutip pada Selasa (16/12/2025).

Perlu diketahui, pemerintah memang memperkirakan realisasi penerimaan pajak pada tahun ini tidak akan mencapai target yang ditetapkan. Pemerintah memproyeksikan penerimaan pajak hingga akhir tahun ini mencapai Rp2.076,9 triliun.

Angka proyeksi tersebut sebesar 94,86% dari target penerimaan pajak yang ditetapkan dalam APBN 2025 senilai Rp2.189,31 triliun.

Purbaya belum mengkalkulasi angka kekurangan atau shortfall terbaru mengingat setoran pajaknya masih terus masuk ke kas negara, sehingga belum bisa dipastikan angka penerimaannya saat ini.

Namun, dia berkomitmen akan melakukan perubahan mulai tahun depan dengan mengevaluasi dan mengawasi kinerja pajak nasional secara lebih serius.

"Angkanya masih gerak, yang jelas tahun depan akan berubah saya akan lihat betul pajak seperti apa, saya akan hands on," tuturnya.

Purbaya sebelumnya mengatakan pemerintah telah melakukan beberapa upaya guna mengoptimalkan penerimaan pajak sekaligus mencegah shortfall bertambah besar. Salah satunya ialah dengan memacu aktivitas ekonomi dalam 2 bulan sebelum tutup tahun.

Kemudian, pemerintah juga menggelontorkan stimulus berupa insentif pajak dan bantuan sosial, lalu menempatkan dana pemerintah senilai Rp200 triliun ke perbankan guna mendorong pembiayaan sektor riil.

Selain itu, pemerintah juga terus melakukan perbaikan administrasi dan organisasi pajak. Dari sisi administrasi, dia mengebut perbaikan coretax system, bahkan mendatangkan ahli teknologi informasi dari luar Kementerian Keuangan.

Dari sisi organisasi, menteri keuangan juga mendukung upaya dirjen pajak melakukan 'bersih-bersih' pegawai yang melakukan penyelewengan. Dia juga menyediakan kanal Lapor Pak Purbaya melalui WhatsApp yang menjadi wadah pengaduan masyarakat, termasuk soal fiskus. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Pejuang Cinta
baru saja
Mau shortfall juga oknum2 AR udah numpuk uang cash dirumah hasil meras pengusaha Tapi gatau ya masih ada apa udah abis, soalnya disumpahin semampus mampusnya oleh WP korban nya