JAKARTA, DDTCNews – Ditjen Pajak akan meningkatkan mutu pelayanan pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) melalui penerbitan 3 aplikasi faktu pajak elektronik (e-Faktur) yang rencananya akan dirilis pada 1 Oktober 2017.
Direktur Teknologi Informasi Perpajakan Ditjen Pajak Lusiani menyatakan 3 aplikasi tersebut meliputi e-Faktur Desktop versi 2.0, e-Faktur Web-based dan e-Faktur Host-to-Host. Ketiga aplikasi tersebut merupakan saluran pembuatan faktur pajak dan Surat Pemberitahuan Masa PPN 1111.
“Peluncuran 3 aplikasi itu menimbulkan down-time pada aplikasi e-Nofa dan e-Faktur yang akan dimulai pada 29 September 2017 mulai pukul 17.00 WIB hingga 1 Oktober 2017 pukul 07.00 WIB,” ungkapnya melalui keterangan resmi, Selasa (26/9).
Seluruh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) bisa mengunduh installer aplikasi e-Faktur Desktop versi 2.0 pada laman http://portaldjp/ per 26 September 2017 untuk didistribusikan kepada Pengusaha Kena Pajak (PKP), khususnya bagi PKP yang tidak berhasil mengunduh aplikasi itu melalui saluran online.
Sementara untuk PKP yang awalnya menggunakan aplikasi e-Faktur Desktop versi lama, bisa mengunduh e-Faktur Desktop versi 2.0 pada laman https://efaktur.pajak.go.id per 26 September 2017 sekaligus melakukan instalasi versi terbaru.
Selain itu, Lusiana menegaskan pengguna aplikasi tersebut harus melakukan back-up database terlebih dulu pada folder db yang sedang digunakan, untuk mencegah kemungkinan terjadinya kesalahan seperti corrupt database e-Faktur.
“Kemudian, wajib pajak juga perlu menyalin database pada folder db di dalam aplikasi versi lama lalu dipindahkan ke dalam folder aplikasi e-Faktur terbaru,” ungkapnya.