Review
Rabu, 27 Mei 2020 | 06:06 WIB
Seri Tax Control Framework (9)
Selasa, 26 Mei 2020 | 14:16 WIB
Seri Tax Control Framework (8)
Selasa, 26 Mei 2020 | 10:01 WIB
OPINI PAJAK
Senin, 25 Mei 2020 | 09:30 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & alat
Minggu, 24 Mei 2020 | 12:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:59 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 20 MEI-2 JUNI 2020
Reportase

Begini Isi Revisi P3B India-Korea Selatan

A+
A-
0
A+
A-
0
Begini Isi Revisi P3B India-Korea Selatan

NEW DELHI, DDTCNews – PemerintahIndia merilis rincian tentang revisi perjanjian penghindaran pajak berganda (P3B) atau tax treaty antara India denga Korea Selatan yang sudah berlaku sejak 16 September 2016.

Menurut pernyataan resmi dari Kementerian Keuangan India, revisi yang dilakukan pada tax treaty tersebut berisikan tambahan pasal baru tentang penyelesaian sengketa di bawah prosedur persetujuan bersama (mutual agreement procedur), treaty shopping, dan penurunan tarif withholding tax.

“Revisi tax treaty India-Korea Selatan yang telah ditandatangani sejak 18 Mei 2015, sudah mulai diberlakukan saat penyelesaian persyaratan prosedural oleh kedua negara. Ketentuan baru ini akan mulai efektif di India sehubungan dengan penghasilan yang diperoleh pada tahun fiskal 1 April 2017,” ungkap pernyataan resmi Kementerian Keuangan, Rabu (26/10).

Baca Juga: Dirjen Pajak Rilis Surat Edaran Berlakunya P3B Indonesia & Tajikistan

Revisi tax treaty ini berisikan tambahan Pasal baru yakni Pasal 9(2) yang memungkinkan wajib pajak untuk menyelesaikan sengketa di bawah prosedur persetujuan bersama (mutual agreement procedur/MAP) dalam kasus transfer pricing dan yang sehubungan dengan kesepakatan harga transfer (advance pricing agreements/APA).

Berdasarkan revisi ini, permintaan MAP dalam kasus transfer pricing dapat dipertimbangkan jika permintaan disajikan setelah tanggal 12 September 2016, dan dalam waktu 3 tahun sejak tanggal diterimanya pemberitahuan dari tindakan yang menimbulkan pajak yang tidak sesuai dengan perjanjian pajak.

Selanjutnya, revisi tax treaty ini juga menyisipkan pasal baru mengenai pembatasan manfaat untuk memastikan bahwa manfaat dari perjanjian yang diberikan hanya untuk warga asli dari kedua negara, untuk mencegah treaty shopping.

Baca Juga: Tahapan Proses Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda Antarnegara

Tax treaty juga menyediakan perpajakan berdasarkan sumber keuntungan modal yang timbul dari pemindahtanganan saham yang terdiri dari lebih dari 5% dari modal saham. Selain itu revisi ini juga memberikan pengurangan tarif pajak bagi royalti, biaya jasa teknik dan pendapatan bunga dari 15% menjadi 10%.

Terakhir, seperti dilansir dalam indialivetoday, revisi juga menambahkan paragraf mengenai pertukaran informasi yang diperbarui sejalan dengan standar internasional yang dapat memberikan pertukaran informasi seluas mungkin.

Revisi tax treaty ini bertujuan untuk menghindari beban pajak berganda bagi wajib pajak dari kedua negara dalam rangka untuk mempromosikan dan merangsang aliran investasi, teknologi dan jasa antara India dan Korea Selatan, serta memberikan kepastian pajak untuk warga kedua negara.

Baca Juga: P3B Tak Masuk Penghitungan Belanja Perpajakan, Ini Penjelasan BKF

Berbicara mengenai P3B atau tax treaty, terdapat lebih dari 3000 perjanjian pajak bilateral disimpulkan oleh berbagai negara di seluruh dunia. Mengingat pentingnya memahami penafsiran dan pengaplikasian dari P3B, DDTC Tax Academy pun menyelenggarakan kursus Tax Treaty Interpretation and Application – Executive Class (Batch 5) yang dirancang bagi peserta yang ingin memiliki keahlian dalam hukum pajak internasional dengan kombinasi antara teori dan praktek dalam pengalaman konkret berdasarkan kasus nyata. (Amu)

Topik : berita pajak internasional, perjanjian penghindaran pajak berganda, p3b india-korea selatan
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 19 Februari 2019 | 11:06 WIB
CHINA
Jum'at, 08 Februari 2019 | 11:13 WIB
PRANCIS
Rabu, 06 Februari 2019 | 15:49 WIB
BELGIA
Senin, 04 Februari 2019 | 15:05 WIB
AMERIKA SERIKAT
berita pilihan
Selasa, 26 Mei 2020 | 19:30 WIB
AUDIT BPK
Selasa, 26 Mei 2020 | 18:53 WIB
AUDIT
Selasa, 26 Mei 2020 | 18:06 WIB
CUKAI EMISI KARBON
Selasa, 26 Mei 2020 | 17:17 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Selasa, 26 Mei 2020 | 17:11 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Selasa, 26 Mei 2020 | 16:41 WIB
KOTA SUKABUMI
Selasa, 26 Mei 2020 | 16:27 WIB
KABUPATEN BULUNGAN
Selasa, 26 Mei 2020 | 16:14 WIB
FILIPINA
Selasa, 26 Mei 2020 | 16:01 WIB
EKONOMI DIGITAL
Selasa, 26 Mei 2020 | 16:00 WIB
KONSULTASI