Fokus
Data & Alat
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Selasa, 10 Mei 2022 | 14:30 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase
Perpajakan ID

Begini Cara Lengkap Membeli dan Menggunakan Meterai Elektronik

A+
A-
20
A+
A-
20
Begini Cara Lengkap Membeli dan Menggunakan Meterai Elektronik

Ilustrasi meterai digital.

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah resmi meluncurkan meterai elektronik. Masyarakat sudah bisa membubuhkan dokumen elektronik mereka dengan meterai elektronik yang dibeli resmi melalui laman pos.e-meterai.co.id.

Pembayaran bea meterai menggunakan meterai elektronik dilakukan dengan membubuhkan meterai elektronik pada dokumen yang terutang bea meterai melalui sistem meterai elektronik.

Lantas bagaimana cara membeli dan memakai meterai elektronik ini? Berikut adalah urutan lengkap cara membeli meterai elektronik dan membubuhkannya ke atas dokumen elektronik:

Baca Juga: Update PPh Final Jasa Konstruksi PP 9/2022, Akses di e-Bupot Unifikasi

1. Buka laman pos.e-meterai.co.id

2. Login dengan memasukkan alamat email dan password. Jika belum terdaftar maka klik 'daftar'. Berikut urutan pendaftaran:

- Ada 3 opsi pendaftaran: personal, enterprise, dan wholesale. Misalnya kita klik personal untuk penggunaan orang pribadi.
- Unggah dokumen berupa copy KTP dengan ukuran file maksimum 1 MB.
- Isi data diri: NIK, nama, email, password, alamat, NPWP, pekerjaan, dan data lainnya.
- Verifikasi akan dikirim lewat email. Buka email, dan klik tautan verifikasi.
- Jika verifikasi berhasil, login kembali dan masukkan OTP yang dikirim lewat email dan SMS.

Baca Juga: Penghapusan NPWP Orang Pribadi yang Meninggal Dunia, Begini Caranya

3. Setelah proses pendaftaran dan login berhasil, maka Anda akan dihadapkan pada 2 opsi: 'Pembelian' dan 'Pembubuhan'. Jika Anda baru pertama kali memakai, maka klik dulu 'Pembelian' untuk membeli meterai elektronik. Urutannya:

- Untuk membeli, klik 'Pembelian'
- Isi kuota pembelian, dan pilih metode pembayaran. Pembayaran dengan QR code bisa dilakukan lewat Gopay, OVO, LinkAJA, dan platform pembayaran lainnya. Pembayaran ditujukan ke 'Peruri Digital'.
- Jika sudah, muncul 'Pembayaran Sukses'.

4. Setelah meterai elektronik berhasil dibeli maka berlanjut ke pembubuhan.

Baca Juga: Upload Faktur Pajak Kena Reject dan Muncul ETAX-API-1001? Coba Ini

-Klik 'Pembubuhan'. Kemudian lengkapi seluruh informasi, tanggal penerbitan dokumen, nomor dokumen, dan tipe dokumen (surat perjanjian, akta notaris, akta pejabat, surat berharga, dokumen transaksi, dokumen lelang, dokumen pernyataan jumlah uang lebih dari Rp5 juta, dan dokumen lainnya).

Urutan pembubuhan:
- Unggah dokumen. Caranya, klik tombol upload dan pilih dokumen yang ingin dibubuhkan, pastikan file memiliki format PDF.
- Pilih posisi. Pilih halaman dan posisi pembubuhan dengan menggeser icon e-meterai yang ada di layar.
- Isi PIN. Masukkan 6 digit angka sebagai PIN Anda. Jangan sebarkan nomor PIN Anda ke siapapun.
- Pembubuhan. Klik tombol sumbit untuk melakukan pembubuhan e-meterai.
- Unduh. Download atau unduh kembali file Anda. Kini dokumen Anda telah sukses dibubuhkan e-meterai. (sap)

Baca Juga: Kumpulkan WP Prominen, DJP Kembali Ingatkan Segera Ikut PPS
Topik : meterai elektronik, bea cukai, e-meterai, Ditjen Pajak, bea meterai

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 19 Mei 2022 | 10:15 WIB
DATA PPS HARI INI

Ditjen Pajak Kumpulkan PPh Final Rp9 Triliun dari WP yang Ikut PPS

Kamis, 19 Mei 2022 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Percepat Layanan Bea Cukai, Sri Mulyani Ingin Bangun Infrastruktur Ini

Kamis, 19 Mei 2022 | 08:54 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Telat Upload Faktur Pajak? Coba Langkah Alternatif dari DJP Ini

berita pilihan

Senin, 23 Mei 2022 | 18:25 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Catat! DJP Makin Gencar Kirim Email Imbauan PPS Berbasis Data Rekening

Senin, 23 Mei 2022 | 18:09 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Perhatian! DJP Evaluasi e-Bupot, Ada Klasifikasi Jumlah Bukti Potong

Senin, 23 Mei 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu PPFTZ 01, PPFTZ 02, dan PPFTZ 03?

Senin, 23 Mei 2022 | 17:39 WIB
KINERJA FISKAL

APBN Surplus Rp103,1 Triliun Per April 2022, Begini Kata Sri Mulyani

Senin, 23 Mei 2022 | 17:25 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Batas Akhir SPT Tahunan, Penerimaan PPh Badan April 2022 Tumbuh 105,3%

Senin, 23 Mei 2022 | 17:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Penerimaan Pajak Tumbuh 51,49% di April 2022, Sri Mulyani: Sangat Kuat

Senin, 23 Mei 2022 | 17:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Yellen Dukung Relaksasi Bea Masuk atas Barang-Barang Asal China

Senin, 23 Mei 2022 | 16:45 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Sri Mulyani Sebut Inflasi April 2022 Tertinggi dalam 2 Tahun Terakhir