Review
Jum'at, 05 Maret 2021 | 08:55 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 03 Maret 2021 | 15:50 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 02 Maret 2021 | 09:40 WIB
OPINI PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 10:30 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Data & Alat
Jum'at, 05 Maret 2021 | 17:54 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 03 Maret 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 3 MARET - 9 MARET 2021
Senin, 01 Maret 2021 | 10:15 WIB
KMK 13/2021
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Reportase
Perpajakan.id

Bahas Prospek Pajak, DDTC Fiscal Research Rilis Laporan Terbaru

A+
A-
4
A+
A-
4
Bahas Prospek Pajak, DDTC Fiscal Research Rilis Laporan Terbaru

Tampilan sampul depan Indonesia Taxation Quarterly Report (Q2-2020) bertajuk Tax Revenue Prospect during Economic Recovery

JAKARTA, DDTCNews – DDTC Fiscal Research kembali merilis Indonesia Taxation Quarterly Report. Dalam laporan kuartal II/2020 ini, ada sejumlah topik yang dibahas, salah satunya terkait dengan prospek penerimaan pajak di tengah upaya pemulihan ekonomi nasional.

Indonesia Taxation Quarterly Report (Q2-2020) bertajuk Tax Revenue Prospect during Economic Recovery resmi dirilis hari ini, Rabu (2/9/2020). Laporan ini melanjutkan komitmen DDTC dalam menyediakan informasi terkini untuk para pemangku kepentingan pajak di Indonesia. Unduh laporan terbaru di sini.

Managing Partner DDTC Darussalam mengatakan instrumen pajak selalu hadir di masa-masa sulit dan tidak pasti, termasuk pada kondisi saat ini. Kebijakan pajak memainkan peran penting tidak hanya untuk membiayai program pemulihan ekonomi, tetapi juga sebagai alat meringankan beban bagi masyarakat dan dunia usaha yang terdampak.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Kuncinya Ada di Investasi

“Publikasi ini terutama menyajikan laporan tentang prospek penerimaan pajak selama masa pemulihan ekonomi,” ujar Darussalam dalam laporan tersebut.

Serupa dengan laporan kuartal-kuartal sebelumnya, Indonesia Taxation Quarterly Report (Q2-2020) dimulai dengan pemaparan mengenai perkembangan terkini dari perekonomian dan APBN, tidak terkecuali terkait dengan pengaruh pandemi Covid-19 terhadap perekonomian Indonesia.

Selain itu, ada dua isu strategis lain yang menjadi topik bahasan. Kali ini, sesuai dengan judul laporan, DDTC Fiscal Research menguraikan hasil analisisnya tentang proses penerimaan pajak ke depan. Meskipun kuartal kedua tahun ini ditandai dengan penurunan ekonomi yang siginifikan. Namun, masih ada optimisme bahwa krisis ini tidak akan bertahan lama.

Baca Juga: Bisnis Terdampak Pandemi Covid-19, Penyusunan TP Doc Ikut Terpengaruh

Dalam RAPBN 2021, pemerintah menetapkan asumsi pertumbuhan ekonomi mencapai 4,5%-5,5%. IMF pun juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan rebound hingga 6,1%, lebih tinggi dari proyeksi rata-rata secara global, yaitu 5,4%. Indonesia diprediksi sebagai salah satu negara yang akan cepat pulih dan menguat ekonominya.

Terakhir, DDTC Fiscal Research menyuguhkan topik mengenai modernisasi administrasi pajak. Sebagaimana diketahui, pandemi Covid-19 menimbulkan tantangan bagi otoritas pajak untuk mempercepat laju pemanfaatan teknologi dalam sistem perpajakan. Terutama semakin minim dan terbatasnya pelayanan pajak secara tatap muka.

Beragamnya kebijakan pajak dan terobosan teknologi administrasi pajak dalam waktu singkat pada gilirannya berpotensi menimbulkan asimetri informasi. Tidak semua wajib pajak dapat merespons perubahan tersebut dengan cepat dan tepat. Transformasi sistem perpajakan membutuhkan kerja sama dan koordinasi yang sangat baik antara wajib pajak dan otoritas pajak untuk membangun sistem perpajakan yang stabil.

Baca Juga: Rekor Tertinggi Lagi, Cadangan Devisa Dipengaruhi Penerimaan Pajak

Masing-masing pihak tersebut memiliki peran yang sama dalam mendorong stabilitas dan inovasi yang konsisten di dunia perpajakan. Dalam hal ini, modernisasi administrasi perpajakan harus memfasilitasi pengembangan kepatuhan pajak berkelanjutan yang didorong rasa saling percaya, transparansi, dan kepastian.

Sekadar informasi, kehadiran Indonesia Taxation Quarterly Report menjadi wujud nyata salah satu visi DDTC, yaitu untuk mengeliminasi asimetri informasi pajak. Sebagai institusi pajak berbasis riset dan pengetahuan, laporan rutin kuartalan itu diharapkan juga berpengaruh dan berkontribusi bagi Indonesia dalam menentukan arah kebijakan pajaknya di masa mendatang.*

Baca Juga: DJP Awasi Wajib Pajak Orang Kaya, Selebgram, dan Youtuber
Topik : DDTC Fiscal Research, DDTC, virus Corona, pemulihan ekonomi, penerimaan pajak, kajian pajak, riset
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 24 Februari 2021 | 14:31 WIB
DDTC PODTAX
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:19 WIB
STIMULUS FISKAL
Rabu, 24 Februari 2021 | 08:29 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Rabu, 24 Februari 2021 | 07:45 WIB
KARTU PRAKERJA
berita pilihan
Jum'at, 05 Maret 2021 | 20:22 WIB
KABUPATEN BANDUNG BARAT
Jum'at, 05 Maret 2021 | 20:06 WIB
INSENTIF PAJAK
Jum'at, 05 Maret 2021 | 19:54 WIB
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Jum'at, 05 Maret 2021 | 19:24 WIB
INSENTIF PAJAK
Jum'at, 05 Maret 2021 | 18:35 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 05 Maret 2021 | 18:03 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 05 Maret 2021 | 17:54 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 05 Maret 2021 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 05 Maret 2021 | 17:08 WIB
INSENTIF PAJAK