Fokus
Literasi
Jum'at, 12 Agustus 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK DAERAH
Rabu, 10 Agustus 2022 | 17:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 08 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & Alat
Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:07 WIB
KURS PAJAK 10 AGUSTUS - 16 AGUSTUS 2022
Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 3 AGUSTUS - 9 AGUSTUS 2022
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KMK 39/2022
Rabu, 27 Juli 2022 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 27 JULI - 2 AGUSTUS 2022
Reportase

Apa Itu Surat Keputusan Perhitungan Pemberian Imbalan Bunga?

A+
A-
0
A+
A-
0
Apa Itu Surat Keputusan Perhitungan Pemberian Imbalan Bunga?

PEMBERIAN imbalan bunga kepada wajib pajak melewati serangkaian proses, salah satunya penerbitan Surat Keputusan Pemberian lmbalan Bunga (SKPIB). Terbitnya SKPIB tersebut membuat besaran imbalan bunga yang diberikan kepada wajib pajak dapat diketahui.

Sebelum diberikan kepada wajib pajak bersangkutan, imbalan bunga itu harus diperhitungkan terlebih dahulu dengan utang pajak/pajak yang akan terutang. Berdasarkan perhitungan tersebut selanjutnya akan diterbitkan SKPPIB. Lantas, apa itu SKPPIB?

Definisi
SEBELUMNYA ketentuan mengenai tata cara pemberian imbalan bunga ada pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.226/PMK.03/2013 s.t.d.t.d PMK No.65/PMK.03/2018. Namun, pada 17 Februari 2021 pemerintah mencabut aturan itu dan menggantikannya dengan PMK No. 18/PMK.03/2021.

Baca Juga: Apa Itu Nilai Buku dalam Pengalihan Harta?

Merujuk Pasal 1 angka 42 PMK 18/2021 Surat Keputusan Perhitungan Pemberian Imbalan Bunga (SKPPIB) adalah surat keputusan yang digunakan sebagai dasar untuk memperhitungkan imbalan bunga dalam SKPIB dengan utang pajak dan/atau pajak yang akan terutang.

Ketentuan mengenai format SKPPIB tercantum dalam Lampiran XXIV PMK 18/2021. SKPPIB ini diterbitkan berdasarkan nota penghitungan (nothit) perhitungan pemberian imbalan bunga. Nothit itu memuat perhitungan pemberian imbalan bunga dengan utang pajak/pajak yang akan terutang.

Hal ini berkaitan dengan ketentuan dalam Pasal 93 ayat (1) PMK 18/2021 yang mengharuskan pemberian imbalan bunga kepada wajib pajak diperhitungkan terlebih dahulu dengan utang pajak yang diadministrasikan di KPP tempat wajib pajak terdaftar dan/atau tempat PKP dikukuhkan.

Baca Juga: Apa Itu Fringe Benefit Tax?

Utang pajak tersebut termasuk yang berada di KPP tempat wajib pajak cabang terdaftar dan di KPP tempat objek pajak PBB diadministrasikan. Perincian jenis-jenis utang pajak yang turut diperhitungkan tertuang dalam Pasal 93 ayat (2) pmk 18/2021.

Dalam hal setelah dilakukan perhitungan dengan utang pajak, masih terdapat sisa imbalan bunga yang harus dibayarkan, maka atas permohonan wajib pajak, sisa imbalan bunga tersebut dapat diperhitungkan dengan dua hal.

Pertama, pajak yang akan terutang atas nama wajib pajak. Kedua, utang pajak dan/atau pajak yang akan terutang atas nama wajib pajak lain. Ketentuan mengenai format nothit perhitungan pemberian imbalan bunga tercantum dalam Lampiran XXIII PMK 18/2021

Baca Juga: Apa Itu Stelsel Akrual dan Stelsel Kas?

Adapun nothit tersebut berbeda dengan nothit pemberian imbalan bunga yang menjadi dasar penerbitan SKPIB. Selanjutnya, berdasarkan nothit perhitungan pemberian imbalan bunga akan diterbitkan SKPPIB.

Saat diterbitkannya SKPPIB tersebut maka pelunasan utang pajak dan/atau pajak yang akan terutang melalui perhitungan kelebihan imbalan bunga turut diakui. Ketentuan lebih lanjut mengenai SKPPIB dapat disimak dalam PMK 18/2021.

Simpulan
INTINYA SKPPIB adalah surat keputusan yang digunakan sebagai dasar untuk memperhitungkan imbalan bunga dalam SKPIB dengan utang pajak dan/atau pajak yang akan terutang. Ketentuan mengenai format SKPPIB tercantum dalam Lampiran XXIV PMK 18/2021. (Bsi)

Baca Juga: Apa Itu SKT PBB?

Topik : SKPPIB, Surat Keputusan Perhitungan Pemberian Imbalan Bunga, definisi

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 19 April 2021 | 17:25 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Global Minimum Tax?

Jum'at, 16 April 2021 | 17:15 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Depresiasi Aset Tetap?

Rabu, 14 April 2021 | 16:48 WIB
KAMUS PABEAN

Apa Itu Bea Masuk Imbalan?

Senin, 12 April 2021 | 17:44 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Bea Keluar?

berita pilihan

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 19:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Ada Pajak Minimum, Beban Pajak Korporasi AS Bakal Tembus US$223 Miliar

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KP2KP PINRANG

Tak Hanya Kumpulkan Data, Kantor Pajak Juga 'Tandai' Kedai Kekinian WP

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 18:11 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Semua Sistem DJP Bakal Pakai NIK Sebagai Basis Data Wajib Pajak OP

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 18:09 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA

Peta PBB Bisa Diakses di Aplikasi 'Jakarta Satu', Ada ID Objek Pajak

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 18:00 WIB
APBN 2022

APBN Cetak Surplus Lagi, Pembiayaan Utang Turun 49,5 Persen

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 17:23 WIB
KP2KP PANGKAJENE

Belum Tuntas Lapor SPT, Pemilik Kedai Makan Didatangi Petugas Pajak

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 17:00 WIB
PAJAK DAERAH

BPKP Sebut Banyak Pemda Tak Serius Tetapkan Angka Target Pajak

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 16:30 WIB
METERAI ELEKTRONIK

Muncul Kasus e-Meterai Palsu, Peruri Ungkap Modusnya

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 15:45 WIB
DDTC ACADEMY - INTENSIVE COURSE

Pentingnya Mendalami Pemahaman Pajak Internasional, Termasuk P3B

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK DAERAH

Cara Blokir STNK Secara Online di Provinsi Jawa Barat