Berita
Minggu, 17 Januari 2021 | 13:01 WIB
KEBIJAKAN EKONOMI
Minggu, 17 Januari 2021 | 12:01 WIB
KENYA
Minggu, 17 Januari 2021 | 11:30 WIB
PODTAX
Minggu, 17 Januari 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Review
Rabu, 13 Januari 2021 | 15:23 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 12 Januari 2021 | 12:27 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 10 Januari 2021 | 09:01 WIB
KEPALA KANWIL DJP JAKARTA PUSAT ESTU BUDIARTO:
Rabu, 06 Januari 2021 | 16:38 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:37 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:20 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 15 Januari 2021 | 15:31 WIB
TIPS PAJAK
Kamis, 14 Januari 2021 | 17:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Data & Alat
Rabu, 13 Januari 2021 | 17:05 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 13 Januari 2021 | 09:30 WIB
KURS PAJAK 13 JANUARI - 19 JANUARI 2021
Jum'at, 08 Januari 2021 | 18:40 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 06 Januari 2021 | 17:06 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Komunitas
Minggu, 17 Januari 2021 | 08:01 WIB
BUDIJANTO ARDIANSJAH:
Sabtu, 16 Januari 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Jum'at, 15 Januari 2021 | 16:30 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Rabu, 13 Januari 2021 | 11:15 WIB
DDTC PODTAX
Reportase
Perpajakan.id

Apa Itu Land Value Tax (LVT)?

A+
A-
1
A+
A-
1
Apa Itu Land Value Tax (LVT)?
Ilustrasi

SETIAP negara memiliki beragam jenis bentuk pajak yang dikenakan atas tanah dan bangunan. Land Value Tax (LVT) merupakan salah satu jenisnya. Ide penggunaan LVT ini telah dicetuskan sejak lebih dari 150 tahun silam, dan sudah lebih dari 30 negara di seluruh dunia menerapkan LVT.

LVT merupakan pajak atas nilai tanah yang menjadi alternatif dari pajak bumi dan bangunan (PBB) dengan karakteristik yang berbeda, sebab LVT hanya melihat nilai dari lahan tanpa memerhatikan nilai bangunan maupun pemanfaatan lahan tersebut.

Artinya, tidak ada jumlah pajak yang berbeda baik jika tanah tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi atau dibiarkan menganggur. Bagi pemilik tanah menganggur, LVT akan memberikan beban yang progresif karena pemilik tidak memiliki manfaat atau penghasilan apapun dari tanah tersebut.

Baca Juga: Apa Itu Bukti Pemotongan/Pemungutan Unifikasi?

Ilustrasinya, pada dua bidang tanah di lokasi yang sama, di atas tanah yang pertama dibangun gedung bertingkat, sedangkan yang lain dibiarkan kosong. Besaran LVT yang harus dibayarkan masing-masing pemilik tanah itu sama. Namun, bagi pemilik tanah yang kosong, LVT tentu akan terasa lebih berat.

Dengan cara kerja seperti itu, LVT dapat mendorong alokasi pemanfaatan tanah yang lebih baik, menghindari penumpukan tanah menganggur. Pada gilirannya, pemanfaatan tanah tersebut akan mengundang investasi, tenaga kerja, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pemikiran mengenai perlunya LVT dipopulerkan terutama oleh Henry George (1839-1897) melalui risalahnya yang paling terkenal, Progress and Poverty (1879). Risalahnya inilah yang memengaruhi berbagai negara di dunia untuk menerapkan LVT.

Baca Juga: Apa Itu Mesin Teraan Meterai dan Meterai Teraan?

(Baca: Begini Sejarah Lahirnya LVT)

George berpendapat bahwa nilai tanah tergantung pada kualitas alami yang dikombinasikan dengan aktivitas ekonomi, termasuk investasi publik. Sewa atas tanah yang bernilai ekonomis itu merupakan sumber terbaik dari penerimaan pajak.

Menurut Dye dan England (2010), LVT juga bersifat netral karena tidak mendistorsi keputusan jenis dan besaran investasi atas lahan. Berbeda dengan hampir seluruh pajak lainnya, LVT tidak bersifat menghambat, melainkan justru mendorong produktivitas ekonomi.

Baca Juga: Apa Itu Konsinyasi?

Secara umum, LVT merupakan pungutan pajak yang bersifat berkala (tahunan). Selain itu, LVT menjadi salah satu alat kebijakan ekonomi yang dapat digunakan untuk mendukung tujuan pembangunan negara. Hal ini dapat memberikan keuntungan bagi pemerintah, perencana kota dan masyarakat.

Terdapat tiga komponen utama yang diperlukan untuk menentukan basis dari LVT, yaitu sebagai berikut:

  • Menetapkan pemilik atas tanah, karena LVT dikenakan pada pemilik tanah bukan yang menempati tanah tersebut.
  • Melakukan survei atas penggunaan lahan dan mengidentifikasi penggunaan dari setiap lahan.
  • Penilaian tanah pada umumya dilakukan berdasarkan penggunaannya. Namun, pada sebagian tanah yang belum digunakan, penilaian dilakukan berdasarkan lokasi tanah tersebut berada, atau berdasarkan fungsi komersil atas potensi penggunaan tanah tersebut di masa depan.* (Berbagai sumber)

Baca Juga: Apa Itu Retribusi Perizinan Tertentu?
Topik : kamus pajak, land value tax, lvt, pajak tanah progresif
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 25 November 2020 | 16:22 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 20 November 2020 | 20:30 WIB
KAMUS PAJAK DAERAH
Rabu, 18 November 2020 | 18:21 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Senin, 16 November 2020 | 17:51 WIB
KAMUS PAJAK DAERAH
berita pilihan
Minggu, 17 Januari 2021 | 13:01 WIB
KEBIJAKAN EKONOMI
Minggu, 17 Januari 2021 | 12:01 WIB
KENYA
Minggu, 17 Januari 2021 | 11:30 WIB
PODTAX
Minggu, 17 Januari 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Minggu, 17 Januari 2021 | 10:01 WIB
INSENTIF PAJAK
Minggu, 17 Januari 2021 | 09:01 WIB
KEUANGAN DAERAH
Minggu, 17 Januari 2021 | 08:01 WIB
BUDIJANTO ARDIANSJAH:
Minggu, 17 Januari 2021 | 07:01 WIB
KOTA BOGOR
Minggu, 17 Januari 2021 | 06:01 WIB
DISTRIBUSI VAKSIN
Sabtu, 16 Januari 2021 | 16:01 WIB
KEPATUHAN PAJAK