Review
Kamis, 24 September 2020 | 09:50 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 14:02 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 22 September 2020 | 20:22 WIB
REPORTASE DARI TILBURG BELANDA
Selasa, 22 September 2020 | 09:39 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 25 September 2020 | 19:00 WIB
MARGARET THATCHER:
Jum'at, 25 September 2020 | 17:44 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 25 September 2020 | 16:44 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 25 September 2020 | 15:49 WIB
TIPS PAJAK
Data & alat
Jum'at, 25 September 2020 | 19:31 WIB
STATISTIK PENANGANAN COVID-19
Rabu, 23 September 2020 | 18:13 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 23 SEPTEMBER-29 SEPTEMBER 2020
Jum'at, 18 September 2020 | 15:48 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Komunitas
Jum'at, 25 September 2020 | 16:00 WIB
LOMBA MENULIS ARTIKEL PAJAK 2020
Jum'at, 25 September 2020 | 15:00 WIB
UNIVERSITAS PADJADJARAN
Jum'at, 25 September 2020 | 10:44 WIB
UNIVERSITAS PADJADJARAN
Kamis, 24 September 2020 | 13:16 WIB
UNIVERSITAS LAMPUNG
Kolaborasi
Selasa, 22 September 2020 | 13:50 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 September 2020 | 11:00 WIB
KONSULTASI
Selasa, 15 September 2020 | 13:45 WIB
KONSULTASI
Selasa, 15 September 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI
Reportase

Ujian Terakhir

A+
A-
0
A+
A-
0
Ujian Terakhir

Ilustrasi. (baltimoresun.com)

SEORANG pengacara, seorang dokter, dan seorang akuntan, secara sukarela mendaftarkan diri untuk bergabung menjadi agen intelejen. Ketiganya dinyatakan telah lulus semua tes yang dipersyaratkan, dan tinggal menunggu satu tes terakhir atau tes final.

Ketiganya berada di ruang tunggu siap untuk menjalani ujian terakhir mereka. Pertama, pengacara diberikan pistol dan disuruh masuk ke ruangan untuk mengeksekusi mata-mata yang duduk di kursi. Pengacara masuk ke ruangan, melihat mata-mata itu duduk di kursi dengan mata tertutup kain.

Kemudian ia mengangkat kain penutup mata orang tersebut, dan melihat orang itu ternyata adalah istrinya! Dia bergegas meninggalkan ruangan dan mengatakan tidak bisa menembaknya. Pengacara lalu diberitahu ia telah gagal dalam tes dan tidak bisa menjadi agen intelejen.

Baca Juga: Masih Ada Tantangan Dalam Penerapan PPN PMSE, Ini Kata DJP

Selanjutnya giliran kedua, dokter diberikan pistol dan disuruh mengeksekusi mata-mata di dalam ruangan. Dokter masuk ke ruangan, melihat mata-mata itu duduk di kursi dengan mata tertutup kain. Dia juga mengangkat kain penutupnya dan melihat orang itu adalah istrinya.

Dengan sangat kaget bercampur heran, ia kemudian meninggalkan ruangan dan mengatakan sama sekali tidak bisa menembaknya. Sama seperti pengacara, dokter tersebut juga diberitahu ia telah gagal dan tidak bisa menjadi agen intelejen.

Giliran ketiga, sang akuntan diberikan pistol dan ia pun masuk ke ruangan. Tiba-tiba terdengar suara tembakan. Setelah itu ada gemerisik dan gedoran. Tidak berapa lama, akuntan pun keluar. “Seseorang mengosongkan pistolku sehingga aku harus mencekiknya,” katanya. (Bsi)

Baca Juga: Penerapan PSAK 72 Diyakini Permudah Kerja Otoritas dan Praktisi Pajak

Topik : anekdot pajak, akuntan, intelejen
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 12 Juli 2019 | 15:33 WIB
ANEKDOT PAJAK
Senin, 13 Mei 2019 | 14:33 WIB
PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN
Rabu, 08 Mei 2019 | 14:43 WIB
KOMPETISI AKUNTANSI
Jum'at, 12 April 2019 | 16:48 WIB
ANEKDOT PAJAK
berita pilihan
Jum'at, 25 September 2020 | 19:31 WIB
STATISTIK PENANGANAN COVID-19
Jum'at, 25 September 2020 | 19:30 WIB
RAPBN 2021
Jum'at, 25 September 2020 | 19:00 WIB
MARGARET THATCHER:
Jum'at, 25 September 2020 | 17:45 WIB
RAPBN 2021
Jum'at, 25 September 2020 | 17:44 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 25 September 2020 | 17:03 WIB
KARTU PRAKERJA
Jum'at, 25 September 2020 | 16:51 WIB
RAPBN 2021
Jum'at, 25 September 2020 | 16:44 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 25 September 2020 | 16:00 WIB
LOMBA MENULIS ARTIKEL PAJAK 2020
Jum'at, 25 September 2020 | 15:49 WIB
TIPS PAJAK