Berita
Sabtu, 19 Juni 2021 | 15:01 WIB
KOREA SELATAN
Sabtu, 19 Juni 2021 | 14:01 WIB
PROVINSI RIAU
Sabtu, 19 Juni 2021 | 13:01 WIB
INSENTIF PAJAK
Sabtu, 19 Juni 2021 | 12:01 WIB
AKUNTABILITAS KEUANGAN
Fokus
Literasi
Jum'at, 18 Juni 2021 | 19:00 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 18 Juni 2021 | 17:01 WIB
KAMUS PAJAK PENGHASILAN
Jum'at, 18 Juni 2021 | 16:01 WIB
TIPS PAJAK
Kamis, 17 Juni 2021 | 18:11 WIB
CUKAI (18)
Data & Alat
Kamis, 17 Juni 2021 | 18:50 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 16 Juni 2021 | 08:55 WIB
KURS PAJAK 16 JUNI 2021-22 JUNI 2021
Rabu, 09 Juni 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 9 JUNI 2021-15 JUNI 2021
Selasa, 08 Juni 2021 | 18:33 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Reportase
Perpajakan.id

UGM Gagas Ekosistem Digital dalam Pertanian

A+
A-
0
A+
A-
0
UGM Gagas Ekosistem Digital dalam Pertanian

Suasana Seminar Nasional Hasil Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian di kampus Universitas Gadjahmada Yogyakarta. (Foto: Faperta.ugm.ac.id)

YOGYAKARTA, DDTCNews—Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, menggali gagasan untuk mengadopsi teknologi dan ekosistem digital dalam pembangunan pertanian yang berkelanjutan guna menghadirkan inovasi di bidang pertanian.

Untuk membahas hal tersebut, Fakultas Pertanian menggelar Seminar Nasional Hasil Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian bertajuk Ekosistem Digital dalam Pembangunan Pertanian di Era Revolusi Industri 4.0 di Auditorium Prof Harjono Danoesastro, Yogyakarta, Sabtu (24/8/2019).

Ketua Panitia Seminar Ineke Wati menyatakan kegiatan tersebut diikuti oleh peneliti dan akademisi dari berbagai wilayah di Indonesia. Perinciannya, sebanyak 86% peserta berasal dari perguruan tinggi, 13% dari pusat penelitian dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, sisanya lain-lain.

Baca Juga: DJP Sebut Reformasi Perpajakan Perlu Terus Dilakukan, Ini Alasannya

“Kegiatan ini menghadirkan temu intelektual dengan total 69 pemakalah. Harapannya, kegiatan ini menjadi wadah berbagi strategi dalam upaya meningkatkan kemampuan dalam melakukan penelitian serta menerapkan hasil penelitian tersebut,” ujarnya, Sabtu (24/8/2019).

Kegiatan tersebut dihadiri narasumber antara lain Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika RI Bidang Komunikasi dan Media Massa Gun Gun Siswadi, Dosen Departemen Sosial Ekonomi Pertanian UGM Sri Peni Wastutiningsih, dan Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo.

Seminar tersebut disambut baik kalangan akademisi, peneliti, pemerhati, pemerintah, masyarakat serta pemangku kepentingan (stakeholders) untuk saling bertukar informasi dalam menyampaikan temuan, gagasan serta informasi di bidang pertanian untuk kemudian dapat dikembangkan.

Baca Juga: Soal Konsensus Pajak Digital, Sri Mulyani Sebut Negosiasi Cukup Alot

Gun Gun Siswadi mengatakan acara ini diharapkan bisa menghasilkan rumusan konsep dan rekomendasi kebijakan serta strategi dalam mengoptimalkan peran ekosistem digital. “Hal ini utamanya dalam rangka pembangunan pertanian di era revolusi industri 4.0,” katanya.

Sri Peni menambahkan seminar ini diharapkan bisa menjadi upaya penyediaan sarana bagi masyarakat untuk berbagi informasi. “Acara ini bisa menjadi media penyampai gagasan dan temuan, serta memperkenalkan inovasi teknologi di bidang pertanian yang dikembangkan,” tuturnya.

Sementara itu, Abdullah mengatakan BNI Syariah adalah hasanah banking partner yang berkomitmen mendukung ketahanan pangan, di antaranya melalui penyaluran pembiayaan modal kerja kepada pelaku usaha pertanian dan layanan transaksi perbankan syariah lain.

Baca Juga: Presiden Minta Digitalisasi UMKM Dipercepat

Di sisi lain, kedaulatan pangan tersebut dibutuhkan kerja sama dari seluruh stakeholders baik lembaga pendidikan, lembaga keuangan, pemerintah, pelaku industri, petani dan masyarakat.”Kita butuh kerja sama yang menyeluruh dari berbagai stakeholder,” katanya dalam rilis yang diterima DDTCNews.

Ia menyampaikan upaya swasembada dan ketahanan pangan itu merupakan upaya untuk menjaga lima dimensi dari tujuan atau muqoshid syariah, yakni menjaga agama (hifdz iin), menjaga jiwa (hifdz nafs), menjaga akal (hifdz aql), menjaga keturunan (hifdz nasb), dan menjaga harta (hifdz maal). (Bsi)

Baca Juga: Ekonomi Digital di Indonesia Diestimasi Tumbuh 8 Kali Lipat pada 2030
Topik : ekonomi digital, pertanian, UGM
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 05 April 2021 | 10:54 WIB
INSENTIF PAJAK
Rabu, 31 Maret 2021 | 13:19 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Selasa, 23 Maret 2021 | 12:55 WIB
EKONOMI DIGITAL
Senin, 22 Maret 2021 | 14:55 WIB
INGGRIS
berita pilihan
Sabtu, 19 Juni 2021 | 15:01 WIB
KOREA SELATAN
Sabtu, 19 Juni 2021 | 14:01 WIB
PROVINSI RIAU
Sabtu, 19 Juni 2021 | 13:01 WIB
INSENTIF PAJAK
Sabtu, 19 Juni 2021 | 12:01 WIB
AKUNTABILITAS KEUANGAN
Sabtu, 19 Juni 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Sabtu, 19 Juni 2021 | 10:01 WIB
FILIPINA
Sabtu, 19 Juni 2021 | 09:01 WIB
KABUPATEN PAMENGKASAN
Sabtu, 19 Juni 2021 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN
Sabtu, 19 Juni 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Sabtu, 19 Juni 2021 | 06:01 WIB
PMK 54/2021